alexametrics
31.8 C
Kudus
Tuesday, July 26, 2022

Kumuh dan Terlihat Horor, Pedagang Minta Taman Bojana Kudus Direhab

KUDUS – Pedagang di Taman Bojana meminta agar Taman Bojana direhab. Pasalnya, kondisi tempat terbilang kumuh karena umur.

Sa’adi, pedagang di Taman Bojana menyebut bangunan Taman Bojana sudah terbilang kuno. Dia juga pernah mendengar Taman Bojana akan diperbaiki. Namun sampai sekarang belum ada kabar selanjutnya. “Jika jadi direnovasi, itu pun gantian pedagang harus pindah-pindah lokasi,” ujarnya.

Fani, karyawan toko di Taman Bojana mengatakan kondisi bangunan memang seharusnya diperbaiki. Misalnya lokasi dua tangga yang berada di sekitar pintu masuk itu terlihat horor. Dulunya, kata dia, tangga itu mengarahkan ke lantai dua yang biasanya dipakai untuk main billiard, namun sekarang sudah tidak difungsikan, nganggur dan justru sekarang malah kelihatan seram.

Baca Juga :  Cakades di Kudus Sebar Uang Rp 20 Ribu hingga Rp 1,5 Juta per Pemilih

Pedagang lain Bambang menyatakan setengah tahun yang lalu pihak paguyuban sempat merencanakan jika perbaikan mending menggunakan biaya sendiri. Tiap warung bisa menyetor dana, daripada harus menunggu Pemkab. Karena total kios di sekitar Taman Bojana kalau diterka 100 an ada. “Namun rencana itu juga tidak pasti, menunggu ada tindakan dari pihak yang menanungi,” ungkapnya. (ark/mal)

KUDUS – Pedagang di Taman Bojana meminta agar Taman Bojana direhab. Pasalnya, kondisi tempat terbilang kumuh karena umur.

Sa’adi, pedagang di Taman Bojana menyebut bangunan Taman Bojana sudah terbilang kuno. Dia juga pernah mendengar Taman Bojana akan diperbaiki. Namun sampai sekarang belum ada kabar selanjutnya. “Jika jadi direnovasi, itu pun gantian pedagang harus pindah-pindah lokasi,” ujarnya.

Fani, karyawan toko di Taman Bojana mengatakan kondisi bangunan memang seharusnya diperbaiki. Misalnya lokasi dua tangga yang berada di sekitar pintu masuk itu terlihat horor. Dulunya, kata dia, tangga itu mengarahkan ke lantai dua yang biasanya dipakai untuk main billiard, namun sekarang sudah tidak difungsikan, nganggur dan justru sekarang malah kelihatan seram.

Baca Juga :  Tanpa Tiga Wakil DPRD Kudus, APBD Perubahan Bisa Disahkan

Pedagang lain Bambang menyatakan setengah tahun yang lalu pihak paguyuban sempat merencanakan jika perbaikan mending menggunakan biaya sendiri. Tiap warung bisa menyetor dana, daripada harus menunggu Pemkab. Karena total kios di sekitar Taman Bojana kalau diterka 100 an ada. “Namun rencana itu juga tidak pasti, menunggu ada tindakan dari pihak yang menanungi,” ungkapnya. (ark/mal)


Most Read

Artikel Terbaru

/