alexametrics
24.2 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Karya Wisata MI Berujung Maut di Purbalingga, Bupati Kudus Akui Kecolongan

KUDUS – Kejadian kecelakaan lalu lintas yang menimpa siswa MI Mihtaful Ma’arif di Purbalingga karena hendak berwisata ke Baturaden sangat disayangkan Bupati Kudus Hartopo. Sebab, sudah ada surat edaran (SE) yang menegaskan sekolah dilarang menggelar study tour, dikarenakan kondisi Covid-19 merebak lagi.

Hartopo mengaku merasa kecolongan, karena masih ada yang melanggar larangan Pemkab Kudus tetap berwisata ke luar Kudus. Karena ini madrasah, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Kemeterian Agama (Kemenag). Tapi setelah dikonfirmasi langsung pihak Kemenag, sekolah tersebut juga tidak izin untuk berwisata.

”Saya sudah berkoordinasi dengan Kemenag Kudus dan meminta penjelasan kok bisa sampai ada sekolah yang menggelar study tour tanpa izin. Seharusnya, mengajukan izin ke tim Satgas Covid-19, yang di dalamnya ada Kemenag juga,” ucap Hartopo.


Dijelaskan, meski madrasah kewenangan Kemenag, tapi wilayah pengawasannya juga menyeluruh Pemkab Kudus. Dia tegaskan lagi, sampai saat ini surat edaran yang melarang berwisata masih berlaku.

Baca Juga :  Mulai PTM 100 Persen, Sekolah di Kudus Semprot Disinfektan 2 Kali Sehari

”Klarifikasi dengan Kemenag dan juga saya mengundang Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi. Kami juga tidak bisa mengawasi sepenuhnya. Ada tim Satgas Covid-19 yang perlu diperketat kembali,” terangnya.

Bupati Kudus Hartopo berharap, sekolah tidak menggelar study tour secara diam-diam. ”Mohon dipatuhi. Koordinator wilayah dan MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) mohon turut mengawasi sekolah. Jangan sampai terjadi lagi (kecelakaan seperti di Purbalingga, Red),” harapnya.

Surat Edaran larangan study tour tersebut, berlaku untuk seluruh sekolah yang berada di Kudus. Mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, SMP, hingga SMA. ”Ini sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Kejadian kecelakaan lalu lintas yang menimpa siswa MI Mihtaful Ma’arif di Purbalingga karena hendak berwisata ke Baturaden sangat disayangkan Bupati Kudus Hartopo. Sebab, sudah ada surat edaran (SE) yang menegaskan sekolah dilarang menggelar study tour, dikarenakan kondisi Covid-19 merebak lagi.

Hartopo mengaku merasa kecolongan, karena masih ada yang melanggar larangan Pemkab Kudus tetap berwisata ke luar Kudus. Karena ini madrasah, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Kemeterian Agama (Kemenag). Tapi setelah dikonfirmasi langsung pihak Kemenag, sekolah tersebut juga tidak izin untuk berwisata.

”Saya sudah berkoordinasi dengan Kemenag Kudus dan meminta penjelasan kok bisa sampai ada sekolah yang menggelar study tour tanpa izin. Seharusnya, mengajukan izin ke tim Satgas Covid-19, yang di dalamnya ada Kemenag juga,” ucap Hartopo.

Dijelaskan, meski madrasah kewenangan Kemenag, tapi wilayah pengawasannya juga menyeluruh Pemkab Kudus. Dia tegaskan lagi, sampai saat ini surat edaran yang melarang berwisata masih berlaku.

Baca Juga :  Tercemar, Kali Gelis Kudus Menghitam dan Penuh Sampah

”Klarifikasi dengan Kemenag dan juga saya mengundang Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi. Kami juga tidak bisa mengawasi sepenuhnya. Ada tim Satgas Covid-19 yang perlu diperketat kembali,” terangnya.

Bupati Kudus Hartopo berharap, sekolah tidak menggelar study tour secara diam-diam. ”Mohon dipatuhi. Koordinator wilayah dan MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) mohon turut mengawasi sekolah. Jangan sampai terjadi lagi (kecelakaan seperti di Purbalingga, Red),” harapnya.

Surat Edaran larangan study tour tersebut, berlaku untuk seluruh sekolah yang berada di Kudus. Mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, SMP, hingga SMA. ”Ini sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/