alexametrics
29.5 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Saldo Rekening Tiba-tiba Berkurang, Nasabah BSI di Kudus Lapor ke Polisi

KUDUS – Usai adanya dugaan kasus skiming pada ATM Bank Syariah Mandiri (BSI), kini seorang nasabah melapor ke Satreskrim Polres Kudus. Nasabah tersebut berinisial ES, 29.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David menyebut, laporan tersebut disampaikan ke Polres Kudus pada Selasa (2/12). Dalam laporan itu, yang bersangkutan menyebut jika uang di rekening berkurang.

”Padahal yang bersangkutan mengaku tidak melakukan transaksi. Sehingga kemudian dia mengaku mengecek ke beberapa ATM dan hasilnya sama,” jelasnya.


Atas adanya, pengurangan saldo pada rekening itu Rp 3.750.000, ES pun sempat mengadu ke pihak bank sebelum melapor ke Polres Kudus.

”Berhubung laporannya juga baru kemarin (Rabu, 1 Desember, Red). Undangan hari ini (kemarin, Red) kami buat. Akan mulai ada pemanggilan pada pekan depan,” katanya.

Sebelumnya, pihak BSI meminta maaf atas kasus skimming yang dialami nasabah. Pihak bank berjanji akan memperketat pengawasan agar hal serupa tak terulang.

Corporate Secretary PT Bank Syariah Indonesia Tbk Gunawan Arif Hartoyo menyebut, meski sebagian nasabah mengalami kerugian karena beberapa saldo raib, pihaknya menjamin dana nasabah akan tetap aman.

Baca Juga :  Kedapatan Asyik Pesta Miras, Delapan Pemuda di Kudus Diciduk Polisi

Pihaknya berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap mesin ATM BSI di seluruh Indonesia untuk mencegah terjadinya skimming kembali.

”Kami mengimbau nasabah untuk berhati-hati dan tidak memberi informasi PIN kepada siapapun, mengganti PIN secara berkala, serta waspada ketika memasukkan PIN di mesin ATM. Jika bertransaksi menggunakan internet banking, agar tidak menggunakan jaringan Wifi bebas dan tidak menekan pilihan simpan password yang ditawarkan browser,” terangnya.

Sebelumnya, terjadi aksi skimming di sejumlah ATM BSI di Kudus. Dampaknya beberapa nasabah mengalami pembobolan dan mendapati sejumlah uangnya di rekening berkurang atau bahkan menghilang.

Menurut pengakuan salah satu korban yang enggan disebutkan namanya, dia kehilangan uang Rp 10 juta. Itu diketahui pada Jumat lalu melalui M-banking. Setelah dicek, ternyata transaksinya di Cilacap. (lin)

 






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Usai adanya dugaan kasus skiming pada ATM Bank Syariah Mandiri (BSI), kini seorang nasabah melapor ke Satreskrim Polres Kudus. Nasabah tersebut berinisial ES, 29.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David menyebut, laporan tersebut disampaikan ke Polres Kudus pada Selasa (2/12). Dalam laporan itu, yang bersangkutan menyebut jika uang di rekening berkurang.

”Padahal yang bersangkutan mengaku tidak melakukan transaksi. Sehingga kemudian dia mengaku mengecek ke beberapa ATM dan hasilnya sama,” jelasnya.

Atas adanya, pengurangan saldo pada rekening itu Rp 3.750.000, ES pun sempat mengadu ke pihak bank sebelum melapor ke Polres Kudus.

”Berhubung laporannya juga baru kemarin (Rabu, 1 Desember, Red). Undangan hari ini (kemarin, Red) kami buat. Akan mulai ada pemanggilan pada pekan depan,” katanya.

Sebelumnya, pihak BSI meminta maaf atas kasus skimming yang dialami nasabah. Pihak bank berjanji akan memperketat pengawasan agar hal serupa tak terulang.

Corporate Secretary PT Bank Syariah Indonesia Tbk Gunawan Arif Hartoyo menyebut, meski sebagian nasabah mengalami kerugian karena beberapa saldo raib, pihaknya menjamin dana nasabah akan tetap aman.

Baca Juga :  Dalami Penyebab Kebakaran, Polisi Olah TKP di Pasar Kliwon Kudus

Pihaknya berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap mesin ATM BSI di seluruh Indonesia untuk mencegah terjadinya skimming kembali.

”Kami mengimbau nasabah untuk berhati-hati dan tidak memberi informasi PIN kepada siapapun, mengganti PIN secara berkala, serta waspada ketika memasukkan PIN di mesin ATM. Jika bertransaksi menggunakan internet banking, agar tidak menggunakan jaringan Wifi bebas dan tidak menekan pilihan simpan password yang ditawarkan browser,” terangnya.

Sebelumnya, terjadi aksi skimming di sejumlah ATM BSI di Kudus. Dampaknya beberapa nasabah mengalami pembobolan dan mendapati sejumlah uangnya di rekening berkurang atau bahkan menghilang.

Menurut pengakuan salah satu korban yang enggan disebutkan namanya, dia kehilangan uang Rp 10 juta. Itu diketahui pada Jumat lalu melalui M-banking. Setelah dicek, ternyata transaksinya di Cilacap. (lin)

 






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/