alexametrics
26.8 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Kasus Dugaan Pembobolan Rekening Nasabah

Mediasi Nasabah dan Pihak Bank Mandiri di PN Kudus Gagal

KUDUS – Upaya mediasi antara nasabah atas nama Imam Rofi’i dengan pihak Bank Mandiri di Pengadilan Negeri (PN) Kudus berujung kegagalan. Kasus ini, berupa dugaan pembobolan rekening yang meraibkan uang Rp 5,8 miliar. Alhasil, sidang gugatan yang teregister di PN dengan Nomor 59/Pdt.G/2021/PN Kudus itu, berlanjut.

Agenda sidang kemarin pembacaan gugatan. Tetapi, Ketua Majelis Hakim Ahmad Bukhori tidak hadir. Persidangan pun ditunda. Hal ini disampaikan Hakim Anggota Galih Bawono.

Humas PN Kudus Rudi Hartoyo menyebut, ketidakhadiran ketua majelis hakim itu, karena yang bersangkutan sedang tugas dinas di Bandung. Sehingga membuat persidangan tak bisa dilanjutkan. Sidang bacaan gugatan dari pemohon akan berlanjut Kamis (9/12) mendatang.


Rudi menerangkan, perkara tersebut terpaksa dilanjutkan di persidangan, karena dari laporan mediator kedua belah pihak selama mediasi tak menemui titik temu. ”Ada waktu 30 hari yang bisa digunakan untuk mediasi. Tetapi ini tidak maksimal dan tidak membuahkan kesepakatan,” terangnya.

Kuasa Hukum Penggugat (Moch Imam Rofi’i) Musyafak menjelaskan, selama empat kali pertemuan di dalam mediasi tidak membuahkan kesepakatan. Pihaknya selama mediasi itu, tetap dalam pokok gugatan. Artinya tetap keukeuh bila kliennya meminta pertanggungjawaban kepada Bank Mandiri, karena ada sebagian uang di rekening kliennya yang hilang.

Baca Juga :  Bank Mandiri Serahkan CSR Ambulans ke RS Mardi Rahayu

”Atas permintaan pertangungjawaban itu, Bank Mandiri dalam mediasi belum mau mengganti atau mengembalikan. Sehingga hakim mediator memutuskan perkara dilanjut pada persidangan,” terangnya.

Dengan begitu, opsi tenggat waktu 30 hari mediasi yang sebenarnya bisa diperpanjang 30 lagi tidak diambil.

Menyikapi adanya penundaan persidangan itu, pihaknya akan mematuhi dan mengikuti alur persidangan dan majelis hakim. Artinya dia tak mempermasalahkan. ”Kami akan berkomitmen mematuhi segala putusan hakim. Kami harap demikian juga dengan Bank Mandiri,” harapnya.

Terpisah, pihak Bank Mandiri yang diwakili tim kuasa hukum menolak saat dimintai keterangan. Usai keluar dari ruang sidang, yang bersangkutan langsung memasuki mobil dan tak berkomentar apapun. (lin)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Upaya mediasi antara nasabah atas nama Imam Rofi’i dengan pihak Bank Mandiri di Pengadilan Negeri (PN) Kudus berujung kegagalan. Kasus ini, berupa dugaan pembobolan rekening yang meraibkan uang Rp 5,8 miliar. Alhasil, sidang gugatan yang teregister di PN dengan Nomor 59/Pdt.G/2021/PN Kudus itu, berlanjut.

Agenda sidang kemarin pembacaan gugatan. Tetapi, Ketua Majelis Hakim Ahmad Bukhori tidak hadir. Persidangan pun ditunda. Hal ini disampaikan Hakim Anggota Galih Bawono.

Humas PN Kudus Rudi Hartoyo menyebut, ketidakhadiran ketua majelis hakim itu, karena yang bersangkutan sedang tugas dinas di Bandung. Sehingga membuat persidangan tak bisa dilanjutkan. Sidang bacaan gugatan dari pemohon akan berlanjut Kamis (9/12) mendatang.

Rudi menerangkan, perkara tersebut terpaksa dilanjutkan di persidangan, karena dari laporan mediator kedua belah pihak selama mediasi tak menemui titik temu. ”Ada waktu 30 hari yang bisa digunakan untuk mediasi. Tetapi ini tidak maksimal dan tidak membuahkan kesepakatan,” terangnya.

Kuasa Hukum Penggugat (Moch Imam Rofi’i) Musyafak menjelaskan, selama empat kali pertemuan di dalam mediasi tidak membuahkan kesepakatan. Pihaknya selama mediasi itu, tetap dalam pokok gugatan. Artinya tetap keukeuh bila kliennya meminta pertanggungjawaban kepada Bank Mandiri, karena ada sebagian uang di rekening kliennya yang hilang.

Baca Juga :  Breaking News: Penggugat Bank Mandiri Kudus Senilai Rp 5,8 Miliar Menang

”Atas permintaan pertangungjawaban itu, Bank Mandiri dalam mediasi belum mau mengganti atau mengembalikan. Sehingga hakim mediator memutuskan perkara dilanjut pada persidangan,” terangnya.

Dengan begitu, opsi tenggat waktu 30 hari mediasi yang sebenarnya bisa diperpanjang 30 lagi tidak diambil.

Menyikapi adanya penundaan persidangan itu, pihaknya akan mematuhi dan mengikuti alur persidangan dan majelis hakim. Artinya dia tak mempermasalahkan. ”Kami akan berkomitmen mematuhi segala putusan hakim. Kami harap demikian juga dengan Bank Mandiri,” harapnya.

Terpisah, pihak Bank Mandiri yang diwakili tim kuasa hukum menolak saat dimintai keterangan. Usai keluar dari ruang sidang, yang bersangkutan langsung memasuki mobil dan tak berkomentar apapun. (lin)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/