alexametrics
24.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Dinsos P3AP2KB Kudus Bikin Safari Pelayanan KB

KUDUS – Dinas Sosial P3AP2KB Kudus mencanangkan program Safari KB. Program ini berisi kampanye dan penyuluhan KB.

Acara pencanangan safari pelayanan KB di Klinik Pratama Kusuma Medika, Dawe dihadiri Ketua TP PKK Kudus Mawar Anggraeni.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Mundir mengatakan, kesempatan baik untuk mengkampayekan program KB yang bertepatan dengan peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia. Pihaknya mencanangkan safari pelayanan KB dengan melibatkan 38 aseptot yang terdiri dari 11 aseptor IUD dan 27 aseptor implant.


“Kami juga mengedukasi ibu-ibu untuk program anak. Sebab saat memasuki usia 35 ke atas termasuk rawan. Bahaya untuk ibu dan bayi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan masyarakat cenderung ragu ikut KB, sehingga baru ikut KB setelah memiliki lebih dari dua anak. Padahal program KB dua anak cukup. Tujuannya untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk agar tidak terjadi permasalahan sosial dan ekonomi.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas Kudus Minta Hak dan Fasilitas Diperhatikan

”Ini langkah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat agar ikut pelayanan KB yang cepat dan mudah. Dengan KB semua jadi terencana dan peluang menciptakan keluarga berkualitas pun semakin besar,” ujarnya.

Dia mengatakan, generasi muda juga perlu memahami pentingnya KB lewat edukasi Generasi Berencana (Genre), dalam rangka mengembangkan karakter bangsa, karena mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) agar menjadi generasi penerus yang dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.

“Sebelum memulai berkeluarga memang perlu direncanakan,” jelasnya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dinas Sosial P3AP2KB Kudus mencanangkan program Safari KB. Program ini berisi kampanye dan penyuluhan KB.

Acara pencanangan safari pelayanan KB di Klinik Pratama Kusuma Medika, Dawe dihadiri Ketua TP PKK Kudus Mawar Anggraeni.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Mundir mengatakan, kesempatan baik untuk mengkampayekan program KB yang bertepatan dengan peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia. Pihaknya mencanangkan safari pelayanan KB dengan melibatkan 38 aseptot yang terdiri dari 11 aseptor IUD dan 27 aseptor implant.

“Kami juga mengedukasi ibu-ibu untuk program anak. Sebab saat memasuki usia 35 ke atas termasuk rawan. Bahaya untuk ibu dan bayi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan masyarakat cenderung ragu ikut KB, sehingga baru ikut KB setelah memiliki lebih dari dua anak. Padahal program KB dua anak cukup. Tujuannya untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk agar tidak terjadi permasalahan sosial dan ekonomi.

Baca Juga :  Disdukcapil Kudus Mudahkan Masyarakat Urus Dokumen Kependudukan Gratis

”Ini langkah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat agar ikut pelayanan KB yang cepat dan mudah. Dengan KB semua jadi terencana dan peluang menciptakan keluarga berkualitas pun semakin besar,” ujarnya.

Dia mengatakan, generasi muda juga perlu memahami pentingnya KB lewat edukasi Generasi Berencana (Genre), dalam rangka mengembangkan karakter bangsa, karena mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) agar menjadi generasi penerus yang dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.

“Sebelum memulai berkeluarga memang perlu direncanakan,” jelasnya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/