alexametrics
29.5 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Dinkes Kudus Sebut Faktor Penyebab Vaksinasi Lansia di Undaan Rendah

KUDUS – Capaian vaksinasi bagi lansia masih rendah. Salah satu penyumbang vaksinasi lansia terendah yakni Hal Kecamatan Undaan. Totalnya vaksinasi lansia di Undaan baru 10 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Badai Ismoyo ketika mengikuti Rakor penanganan bencana di Kabupaten Kudus di Gedung Setda Lantai IV kemarin.

Badai menyebut, dari sembilan kecamatan hanya wilayah Undaan yang capaiannya masih rendah.


“Di Undaan baru 1.040 lansia yang baru divaksin, sedangkan kecamatan lain sudah mencapai 40 persen,” ungkapnya.

Terkait capain yang rendah, Badai menyebutkan ada beberapa faktor yang terjadi di sana. Salah satunya akses yang sulit dijangkau.

Untuk itu, pihaknya mendorong kecamatan bersama puskesmas setempat segera menyosialisasikan atau jemput bola. Sebab saat ini sudah ada pendistribusian vaksin Pfizer.

“Vaksin Pfizer mendapatkan kiriman 42 ribu dosis. Vaksin itu sudah disebar di 19 puskesmas. Peruntukkannya diutamakan untuk lansia,” terangnya.

Badai menyebut, vaksin jenis Pfizer sudah datang empat hari lalu. Namun batas kedaluwarsanya hanya satu bulan. Untuk itu dalam waktu 24 hari vaksin harus disuntikan.

Baca Juga :  Unnes dan MGMP Sejarah Adakan FGD di Kabupaten Kudus

Bupati Kudus Hartopo meminta program vaksinasi bagi lansia segera dituntaskan. Mengingat capain vaksinasi bagi para lansia di Kudus masih rendah. Hal ini berakibat pada Kudus masuk dalam PPKM level 3.

“Saya minta camat setempat bisa berkoordinasi dengan pemerintah desa. Kalau perlu jemput bola ke lokasi,” ungkapnya.

Camat Undaan Rifai Nawawi akan berupaya melaksanakan capaian vaksinasi pada lansia. Dia mengakui selama ini kurang terjalin komunikasi yang baik antarlini.

“Akan segera dikomunikasikan dengan kepala desa agar vaksinasi lansia bisa jadi prioritas,” ungkapnya.

Camat Jekulo Wisnubroto mengatakan di wilayahnya sudah ada 4 ribu lansia yang vaksinasi. Kurang 8 ribu lansia.

Diketahui hingga kini capaian vaksinasi lansia pada dosis pertama 36,4 persen, sementara dosis kedua 17 persen. Pada November, DKK menargetkan vaksinasi bisa mencapai 70 persen. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Capaian vaksinasi bagi lansia masih rendah. Salah satu penyumbang vaksinasi lansia terendah yakni Hal Kecamatan Undaan. Totalnya vaksinasi lansia di Undaan baru 10 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Badai Ismoyo ketika mengikuti Rakor penanganan bencana di Kabupaten Kudus di Gedung Setda Lantai IV kemarin.

Badai menyebut, dari sembilan kecamatan hanya wilayah Undaan yang capaiannya masih rendah.

“Di Undaan baru 1.040 lansia yang baru divaksin, sedangkan kecamatan lain sudah mencapai 40 persen,” ungkapnya.

Terkait capain yang rendah, Badai menyebutkan ada beberapa faktor yang terjadi di sana. Salah satunya akses yang sulit dijangkau.

Untuk itu, pihaknya mendorong kecamatan bersama puskesmas setempat segera menyosialisasikan atau jemput bola. Sebab saat ini sudah ada pendistribusian vaksin Pfizer.

“Vaksin Pfizer mendapatkan kiriman 42 ribu dosis. Vaksin itu sudah disebar di 19 puskesmas. Peruntukkannya diutamakan untuk lansia,” terangnya.

Badai menyebut, vaksin jenis Pfizer sudah datang empat hari lalu. Namun batas kedaluwarsanya hanya satu bulan. Untuk itu dalam waktu 24 hari vaksin harus disuntikan.

Baca Juga :  Tahun Ini Kudus Masuk Sekolah Penggerak Tahap Dua Program Merdeka Belajar

Bupati Kudus Hartopo meminta program vaksinasi bagi lansia segera dituntaskan. Mengingat capain vaksinasi bagi para lansia di Kudus masih rendah. Hal ini berakibat pada Kudus masuk dalam PPKM level 3.

“Saya minta camat setempat bisa berkoordinasi dengan pemerintah desa. Kalau perlu jemput bola ke lokasi,” ungkapnya.

Camat Undaan Rifai Nawawi akan berupaya melaksanakan capaian vaksinasi pada lansia. Dia mengakui selama ini kurang terjalin komunikasi yang baik antarlini.

“Akan segera dikomunikasikan dengan kepala desa agar vaksinasi lansia bisa jadi prioritas,” ungkapnya.

Camat Jekulo Wisnubroto mengatakan di wilayahnya sudah ada 4 ribu lansia yang vaksinasi. Kurang 8 ribu lansia.

Diketahui hingga kini capaian vaksinasi lansia pada dosis pertama 36,4 persen, sementara dosis kedua 17 persen. Pada November, DKK menargetkan vaksinasi bisa mencapai 70 persen. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/