alexametrics
30 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Banjir Bandang Terjang Kudus Sebabkan Dua Rumah Warga Roboh

KUDUS – Banjir bandang menerjang Desa Wonosoco kemarin. Banjir selama setengah jam itu merobohkan dua rumah.

Saat wartawan koran ini ke lokasi pada pukul 16.30 air sudah surut. Warga bersama relawan BPBD, Polisi, TNI sibuk membersihkan lumpur dan sisa-sisa air yang masuk ke rumah.

Untuk membersihkan lumpur, warga menggunakan pompa air yang kemudian disusul mobil damkar. Itu difungsikan untuk menyemprot lumpur-lumpur yang mengendap di rumah warga.


BENCANA: Warga bersama BPBD, relawan, dan aparat lain membersihkan lumpur yang dibawa banjir yang masuk di jalan-jalan dan rumah warga.

BENCANA: Warga bersama BPBD, relawan, dan aparat lain membersihkan lumpur yang dibawa banjir yang masuk di jalan-jalan dan rumah warga. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Sementara dua rumah yang roboh yakni milik Pariyem, 55 warga RT 1 RW 1 dan milik Bambang Suciptono.

Siti Munawaroh, anak Pariyem menyebut saat banjir dia bergegas memindahkan motor ke rumah saudara. Tetapi saat kembali ke rumah, bagian dapur sudah roboh. Barang-barang juga hanyut.

“Ketinggian air di rumah sampai setengah meter. Beras, kompor, dan hewan ternak hanyut,” katanya.

Meski berlangsung hanya setengah jam, tetapi dampaknya luar biasa.

“Tiap tahun memang hujan dan banjir, tetapi tidak sampai roboh. Paling hanya air yang masuk rumah beserta lumpur,” imbuhnya.

Camat Undaan Rifa’i menyebut hujan terjadi sekitar pukul 14.30. Saat itu air dari pegunungan kendeng yang masuk ke sungai makin banyak, sehingga air meluap. Akhirnya terjadilah limpasan air ke permukiman warga pukul 15.00 hingga pukul 15.30.

Baca Juga :  Perjuangkan Aspirasi Rakyat, Ketua DPRD Kudus Diganjar Penghargaan

“Kami masih mendata kerusakan apa saja yang terjadi. Dari data sementara dua rumah rusak parah karena bagian rumah jebol. Sementara yang rusak sedang ada 12-15 rumah, sedangkan yang rusak ringan ada 15 rumah,” terangnya.

Menyikapi hal itu pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membersihkan sisa-sisa lumpur dan air. Salah satunya dengan mendatangkan mobil damkar untuk membersihkan lumpur di jalan dan rumah dengan cara disemprot air.

“Untuk langkah jangka panjang, perlu adanya pelebaran sungai. Sebab ini setiap hujan deras dalam tempo setengah jam saja sudah ada banjir bandang. Maka satu-satunya langkah yang bisa diambil yakni pelebaran sungai minimal 3 meter. Dengan panjang kira-kira 1.500 meter. Agar bisa menampung air hujan sehingga tidak mudah meluap,” katanya.

Pelebaran itu penting karena sejauh ini sungai di Desa Wonosoco sempit. Lebarnya sekitar 3,5 meter saja.

Kades Wonosoco Setyo Budi loakso titik banjir yang terjadi kemarin memang belum dilakukan pelebaran sungai. Termasuk penguatan tanggul. Sehingga air mudah melimpah ke pemukiman warga.

“Sebenarnya kami tak menyangka bisa seperti ini. Kemungkinan karena di pegunungan kendeng hujannya lebih deras. Sehingga debit dan aliran air yang masuk sungai tinggi. Akibatnya dinding pengaman sungai yang dibuat warga jebol,” jelasnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Banjir bandang menerjang Desa Wonosoco kemarin. Banjir selama setengah jam itu merobohkan dua rumah.

Saat wartawan koran ini ke lokasi pada pukul 16.30 air sudah surut. Warga bersama relawan BPBD, Polisi, TNI sibuk membersihkan lumpur dan sisa-sisa air yang masuk ke rumah.

Untuk membersihkan lumpur, warga menggunakan pompa air yang kemudian disusul mobil damkar. Itu difungsikan untuk menyemprot lumpur-lumpur yang mengendap di rumah warga.

BENCANA: Warga bersama BPBD, relawan, dan aparat lain membersihkan lumpur yang dibawa banjir yang masuk di jalan-jalan dan rumah warga.

BENCANA: Warga bersama BPBD, relawan, dan aparat lain membersihkan lumpur yang dibawa banjir yang masuk di jalan-jalan dan rumah warga. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Sementara dua rumah yang roboh yakni milik Pariyem, 55 warga RT 1 RW 1 dan milik Bambang Suciptono.

Siti Munawaroh, anak Pariyem menyebut saat banjir dia bergegas memindahkan motor ke rumah saudara. Tetapi saat kembali ke rumah, bagian dapur sudah roboh. Barang-barang juga hanyut.

“Ketinggian air di rumah sampai setengah meter. Beras, kompor, dan hewan ternak hanyut,” katanya.

Meski berlangsung hanya setengah jam, tetapi dampaknya luar biasa.

“Tiap tahun memang hujan dan banjir, tetapi tidak sampai roboh. Paling hanya air yang masuk rumah beserta lumpur,” imbuhnya.

Camat Undaan Rifa’i menyebut hujan terjadi sekitar pukul 14.30. Saat itu air dari pegunungan kendeng yang masuk ke sungai makin banyak, sehingga air meluap. Akhirnya terjadilah limpasan air ke permukiman warga pukul 15.00 hingga pukul 15.30.

Baca Juga :  Evaluasi APBD P Ditolak Gubernur, BLT Buruh Rokok Terancam Batal

“Kami masih mendata kerusakan apa saja yang terjadi. Dari data sementara dua rumah rusak parah karena bagian rumah jebol. Sementara yang rusak sedang ada 12-15 rumah, sedangkan yang rusak ringan ada 15 rumah,” terangnya.

Menyikapi hal itu pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membersihkan sisa-sisa lumpur dan air. Salah satunya dengan mendatangkan mobil damkar untuk membersihkan lumpur di jalan dan rumah dengan cara disemprot air.

“Untuk langkah jangka panjang, perlu adanya pelebaran sungai. Sebab ini setiap hujan deras dalam tempo setengah jam saja sudah ada banjir bandang. Maka satu-satunya langkah yang bisa diambil yakni pelebaran sungai minimal 3 meter. Dengan panjang kira-kira 1.500 meter. Agar bisa menampung air hujan sehingga tidak mudah meluap,” katanya.

Pelebaran itu penting karena sejauh ini sungai di Desa Wonosoco sempit. Lebarnya sekitar 3,5 meter saja.

Kades Wonosoco Setyo Budi loakso titik banjir yang terjadi kemarin memang belum dilakukan pelebaran sungai. Termasuk penguatan tanggul. Sehingga air mudah melimpah ke pemukiman warga.

“Sebenarnya kami tak menyangka bisa seperti ini. Kemungkinan karena di pegunungan kendeng hujannya lebih deras. Sehingga debit dan aliran air yang masuk sungai tinggi. Akibatnya dinding pengaman sungai yang dibuat warga jebol,” jelasnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/