alexametrics
29.4 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Pemkab Kudus Bantu UMKM Masuk Pasar Modern dan Minimarket

KUDUS – Fasilitasi pemasaran produk-produk UMKM di Kudus, Pemkab Kudus akan mendorong UMKM masuk ke pasar modern hingga minimarket.

Bupati Kudus Hartopo menyebut upaya itu harus dibarengi dengan kualitas produk yang sesuai standar. Biar bisa bersaing.

“Mereka semua sudah welcome mau menerima produk pelaku UMKM. Cuma ya harus memenuhi syarat dan standar yang ditentukan,” jelasnya.


Untuk itu pelaku UMKM dituntut kreativitas dan kualitas produknya agar dapat diterima, menarik konsumen, serta laku. Karena jika tidak, maka meski sudah masuk pasar modern dan minimarket, produk tersebut tak akan laku.

“Selain itu tantangan lain yakni para pelaku usaha juga harus berani rugi terlebih dahulu. Sebab di masa-masa awal biasanya adalah pengenalan produk yang artinya tak seketika masyarakat akan langsung melirik,” katanya.

Baca Juga :  Diduga Ada Transaksi Prostitusi Online di Balai Jagong Kudus

Hartopo mengatakan upaya tersebut untuk mengakomodir sekitar 15 ribu pelaku usaha kecil menengah yang terdata di Disnakerperinkop-UKM Kudus. Buktinya beberapa di antaranya ada produk yang sudah terjual di minimarket. Misalnya saja produk usaha kecil milik Enten Gati Suwari.

Perempuan asal Desa Nganguk, Kota itu membuat produk makanan makaroni yang diberi merk Makoju yang telah tembus minimarket. Setiap kemasan produknya, harganya Rp 14 ribu. “Ada yang rasanya original dan barbeque,” katanya.

Meski sudah tembus minimarket, Enten Gati Suwari juga masih memasarkan produknya melalui daring. Selain kualitas produk, dia juga mengimbangi tampilan olahannya melalui kemasan yang menarik. (mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Fasilitasi pemasaran produk-produk UMKM di Kudus, Pemkab Kudus akan mendorong UMKM masuk ke pasar modern hingga minimarket.

Bupati Kudus Hartopo menyebut upaya itu harus dibarengi dengan kualitas produk yang sesuai standar. Biar bisa bersaing.

“Mereka semua sudah welcome mau menerima produk pelaku UMKM. Cuma ya harus memenuhi syarat dan standar yang ditentukan,” jelasnya.

Untuk itu pelaku UMKM dituntut kreativitas dan kualitas produknya agar dapat diterima, menarik konsumen, serta laku. Karena jika tidak, maka meski sudah masuk pasar modern dan minimarket, produk tersebut tak akan laku.

“Selain itu tantangan lain yakni para pelaku usaha juga harus berani rugi terlebih dahulu. Sebab di masa-masa awal biasanya adalah pengenalan produk yang artinya tak seketika masyarakat akan langsung melirik,” katanya.

Baca Juga :  Buka Luwur Sunan Kudus Tahun Ini Tak Ada Pembagian Nasi Jangkrik

Hartopo mengatakan upaya tersebut untuk mengakomodir sekitar 15 ribu pelaku usaha kecil menengah yang terdata di Disnakerperinkop-UKM Kudus. Buktinya beberapa di antaranya ada produk yang sudah terjual di minimarket. Misalnya saja produk usaha kecil milik Enten Gati Suwari.

Perempuan asal Desa Nganguk, Kota itu membuat produk makanan makaroni yang diberi merk Makoju yang telah tembus minimarket. Setiap kemasan produknya, harganya Rp 14 ribu. “Ada yang rasanya original dan barbeque,” katanya.

Meski sudah tembus minimarket, Enten Gati Suwari juga masih memasarkan produknya melalui daring. Selain kualitas produk, dia juga mengimbangi tampilan olahannya melalui kemasan yang menarik. (mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/