alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Silapos, Aplikasi Karya Mahasiswa UMK untuk Permudah Layanan Posyandu

KUDUS – Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) berinovasi menciptakan aplikasi sistem pelayanan Posyandu (Silapos). Fungsinya membantu pelayanan kesehatan dengan membagi jadwal secara otomatis dengan mendaftar secara online lebih dulu.

Melalui aplikasi Silapos, warga bisa mendaftar melalui sistem dan menghindari kerumunan saat pelayanan kesehatan di Posyandu. Warga yang mendaftar bisa dipecah pelayanannya tiap jam. Biasanya pelayanan posyandu di desa seminggu sekali. Namun karena tidak dibagi per jam akhirnya memunculkan kerumunan.

Ketua Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat Safira Almanira Calista dari Prodi Sistem Informasi menjelaskan dalam satu hari ada 30 orang yang akan mendapatkan pelayanan. Maka warga harus mendaftar lewat aplikasi Silapos lebih dulu. Setelah itu secara otomatis diatur jadwalnya. Misalnya pukul 08.00 sampai pukul 09.00 untuk sepuluh pendaftar. Lalu pukul 09.00 hingga 10.00 untuk sepuluh pendaftar berikutnya.


“Cara tersebut tidak akan terjadi kerumunan seperti sebelumnya. Sehingga bisa membantu menekan penyebaran Covid-19. Namun, warga tetap mendapatkan pelayanan Posyandu secara maksimal,” terangnya.

Safira bersama dua temannya, Aldi Di Kurniawan dari Prodi Teknik Informatika dan Idha Rachmawati dari Prodi Akuntansi memunculkan ide dengan membuat program yang sinergis, komprehensif, aplikatif, dan berkelanjutan dengan nama Apllication Customer Relationship For Monitoring And Empowerment.

Baca Juga :  Gandeng Pemkab, RMI NU Kudus Fasilitasi 87 Santri untuk Rapid Antigen

“Kami sudah uji coba upaya peningkatan efektivitas pada masa dan pasca-pandemi kegiatan Posyandu di Desa Dersalam, Bae,” jelasnya.

Ketika pandemi berakhir, aplikasi tersebut juga bisa digunakan. Karena pembagian pelayanan akan membuat maksimal. Menu aplikasi Silapos terdiri dari pelayanan imunisasi, ibu hamil, dan lansia. Sesuai program yang ada di Posyandu.

Selain memudahkan pendaftaran dan pembagian pelayanan berdasarkan waktu, aplikasi atau program tersebut juga disediakan menu konsultasi. Sehingga, warga yang ingin konsultasi bisa melalui aplikasi tersebut, nantinya ada bidan yang akan menjawab.

Untuk menjalankan aplikasi ini, bisa mengunduh di Play Store. Setelah muncul, baru mendaftar dengan mengklik ‘Sign up’. Selanjutnya pendaftar akan mendapatkan kode unik dari admin.

Selanjutnya kode unik dimasukkan dan akan muncul beberapa kolom yang harus diisi,. Mulai dari kolom user name, password, dan re-password. Selanjutnya pendaftar bisa login ke aplikasi.

Di menu layanan, juga bisa melihat tempat hingga mendaftar antrean pelayanan. Sudah ada data sampai tingkat RW, biasanya satu RW pelayanan Posyandu di satu tempat. Hal itu disesuaikan dengan kondisi lapangan. Mulai dari pelayanan yang dibutuhkan hingga kendala yang dihadapi.






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) berinovasi menciptakan aplikasi sistem pelayanan Posyandu (Silapos). Fungsinya membantu pelayanan kesehatan dengan membagi jadwal secara otomatis dengan mendaftar secara online lebih dulu.

Melalui aplikasi Silapos, warga bisa mendaftar melalui sistem dan menghindari kerumunan saat pelayanan kesehatan di Posyandu. Warga yang mendaftar bisa dipecah pelayanannya tiap jam. Biasanya pelayanan posyandu di desa seminggu sekali. Namun karena tidak dibagi per jam akhirnya memunculkan kerumunan.

Ketua Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat Safira Almanira Calista dari Prodi Sistem Informasi menjelaskan dalam satu hari ada 30 orang yang akan mendapatkan pelayanan. Maka warga harus mendaftar lewat aplikasi Silapos lebih dulu. Setelah itu secara otomatis diatur jadwalnya. Misalnya pukul 08.00 sampai pukul 09.00 untuk sepuluh pendaftar. Lalu pukul 09.00 hingga 10.00 untuk sepuluh pendaftar berikutnya.

“Cara tersebut tidak akan terjadi kerumunan seperti sebelumnya. Sehingga bisa membantu menekan penyebaran Covid-19. Namun, warga tetap mendapatkan pelayanan Posyandu secara maksimal,” terangnya.

Safira bersama dua temannya, Aldi Di Kurniawan dari Prodi Teknik Informatika dan Idha Rachmawati dari Prodi Akuntansi memunculkan ide dengan membuat program yang sinergis, komprehensif, aplikatif, dan berkelanjutan dengan nama Apllication Customer Relationship For Monitoring And Empowerment.

Baca Juga :  Tak Terima Mobil Ditarik, Warga Kudus Gugat ke Pengadilan

“Kami sudah uji coba upaya peningkatan efektivitas pada masa dan pasca-pandemi kegiatan Posyandu di Desa Dersalam, Bae,” jelasnya.

Ketika pandemi berakhir, aplikasi tersebut juga bisa digunakan. Karena pembagian pelayanan akan membuat maksimal. Menu aplikasi Silapos terdiri dari pelayanan imunisasi, ibu hamil, dan lansia. Sesuai program yang ada di Posyandu.

Selain memudahkan pendaftaran dan pembagian pelayanan berdasarkan waktu, aplikasi atau program tersebut juga disediakan menu konsultasi. Sehingga, warga yang ingin konsultasi bisa melalui aplikasi tersebut, nantinya ada bidan yang akan menjawab.

Untuk menjalankan aplikasi ini, bisa mengunduh di Play Store. Setelah muncul, baru mendaftar dengan mengklik ‘Sign up’. Selanjutnya pendaftar akan mendapatkan kode unik dari admin.

Selanjutnya kode unik dimasukkan dan akan muncul beberapa kolom yang harus diisi,. Mulai dari kolom user name, password, dan re-password. Selanjutnya pendaftar bisa login ke aplikasi.

Di menu layanan, juga bisa melihat tempat hingga mendaftar antrean pelayanan. Sudah ada data sampai tingkat RW, biasanya satu RW pelayanan Posyandu di satu tempat. Hal itu disesuaikan dengan kondisi lapangan. Mulai dari pelayanan yang dibutuhkan hingga kendala yang dihadapi.






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/