alexametrics
28 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Cara Baru Belanja Praktis, Bayar PKL di Kudus Kini Cukup dengan Dompet Digital

KUDUS – Pedagang kaki lima (PKL) di Kudus mulai menggunakan dompet digital atau QRIS untuk transaksi pembelian. Awalnya, PKL yang berada di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus saja. Kini, berkembang penggunaannya pada PKL Jalan Sunan Kudus.

Para PKL sudah diberikan edukasi dan pemahaman terkait bertransaksi menggunakan dompet digital. Penggunaannya mudah dan pedagang sudah mengerti. Bahkan, sudah ada beberapa PKL yang sudah menerapkan, karena dapat orderan dari ojek online (ojol) makanan. Bayarnya menggunakan QRIS.

Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pekojan Kudus Mundloha mengatakan, sekarang anggotanya sudah menggunakan QRIS semuanya, sehingga bisa bertransaksi mengunakan pembayaran nontunai.


”PKL Pekojan atau Jalan Sunan Kudus difasilitasi salah satu perbankan di Kudus. Di antaranya, memfasilitasi terkait pembayaran nontunai QRIS, celemek atau apron, serta papan daftar menu makanan dan minuman lengkap dengan barcode untuk pembayaran melalui QRIS,” ujarnya.

Jumlah PKL di Jalan Sunan Kudus terdata ada 60 lebih. Namun, yang aktif sekitar 45 pedagang. Alasan dipilihnya PKL Jalan Sunan Kudus, karena konsumennya selain warga Kudus, banyak juga yang dari luar kota.

Ia menjelaskan, adanya daftar menu di papan tersebut, konsumen bisa melihat harga sebelum makan di tempat atau dibawa pulang. Menepis kekhawatiran konsumen dipalak atau harus bayar dengan harga yang tidak sewajarnya. Barcode QRIS juga terpampang di dalam daftar menu itu, sehingga memudahkan konsumen yang memiki dompet digital. Saat bayar cukup dengan scan.

”Soal harganya, tentunya berbeda-beda. Tidak harus seragam harganya. Yang jelas, harganya masih wajar dan dipasang pada papan menu. Karena beda harga juga beda kualitas menu tentunya. Sebelum pelanggan membayar, sudah tahu harganya,” terangnya.

Baca Juga :  Antusiasme Siswa di Kudus Ikuti Perekaman E-KTP

Sementara itu, Kepala BRI Kantor Cabang Kudus Ekwan Darmawan mengatakan, adanya fasilitas papan menu lengkap dengan QRIS itu, calon pembeli bisa melihat daftar menu sebelum memilih makanan atau minuman. Konsumen tidak perlu lagi membawa uang tunai.

”Tinggal pakai smartphone, gunakan QR code dari aplikasi dompet digital yang sudah terinstal. Transaksi juga lebih cepat dan menghindari jika tidak ada uang kembalian,” katanya

usai pemasangan papan nama ber-QR code di lapak PKL Jumat (1/7) sore.

Ia menambahkan, pedagang diuntungkan lewat daftar transaksi keuangan yang rapi. Semua uang tersebut, telah tersimpan dengan aman dalam dompet digital. Sistem keamanannya sudah teruji dengan dilengkapi PIN dan nomor OTP yang hanya bisa diketahui oleh PKL.

Hal ini mendukung program pemerintah dalam menjalankan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) melalui pembayaran menggunakan QRIS. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Pedagang kaki lima (PKL) di Kudus mulai menggunakan dompet digital atau QRIS untuk transaksi pembelian. Awalnya, PKL yang berada di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus saja. Kini, berkembang penggunaannya pada PKL Jalan Sunan Kudus.

Para PKL sudah diberikan edukasi dan pemahaman terkait bertransaksi menggunakan dompet digital. Penggunaannya mudah dan pedagang sudah mengerti. Bahkan, sudah ada beberapa PKL yang sudah menerapkan, karena dapat orderan dari ojek online (ojol) makanan. Bayarnya menggunakan QRIS.

Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pekojan Kudus Mundloha mengatakan, sekarang anggotanya sudah menggunakan QRIS semuanya, sehingga bisa bertransaksi mengunakan pembayaran nontunai.

”PKL Pekojan atau Jalan Sunan Kudus difasilitasi salah satu perbankan di Kudus. Di antaranya, memfasilitasi terkait pembayaran nontunai QRIS, celemek atau apron, serta papan daftar menu makanan dan minuman lengkap dengan barcode untuk pembayaran melalui QRIS,” ujarnya.

Jumlah PKL di Jalan Sunan Kudus terdata ada 60 lebih. Namun, yang aktif sekitar 45 pedagang. Alasan dipilihnya PKL Jalan Sunan Kudus, karena konsumennya selain warga Kudus, banyak juga yang dari luar kota.

Ia menjelaskan, adanya daftar menu di papan tersebut, konsumen bisa melihat harga sebelum makan di tempat atau dibawa pulang. Menepis kekhawatiran konsumen dipalak atau harus bayar dengan harga yang tidak sewajarnya. Barcode QRIS juga terpampang di dalam daftar menu itu, sehingga memudahkan konsumen yang memiki dompet digital. Saat bayar cukup dengan scan.

”Soal harganya, tentunya berbeda-beda. Tidak harus seragam harganya. Yang jelas, harganya masih wajar dan dipasang pada papan menu. Karena beda harga juga beda kualitas menu tentunya. Sebelum pelanggan membayar, sudah tahu harganya,” terangnya.

Baca Juga :  Antusiasme Siswa di Kudus Ikuti Perekaman E-KTP

Sementara itu, Kepala BRI Kantor Cabang Kudus Ekwan Darmawan mengatakan, adanya fasilitas papan menu lengkap dengan QRIS itu, calon pembeli bisa melihat daftar menu sebelum memilih makanan atau minuman. Konsumen tidak perlu lagi membawa uang tunai.

”Tinggal pakai smartphone, gunakan QR code dari aplikasi dompet digital yang sudah terinstal. Transaksi juga lebih cepat dan menghindari jika tidak ada uang kembalian,” katanya

usai pemasangan papan nama ber-QR code di lapak PKL Jumat (1/7) sore.

Ia menambahkan, pedagang diuntungkan lewat daftar transaksi keuangan yang rapi. Semua uang tersebut, telah tersimpan dengan aman dalam dompet digital. Sistem keamanannya sudah teruji dengan dilengkapi PIN dan nomor OTP yang hanya bisa diketahui oleh PKL.

Hal ini mendukung program pemerintah dalam menjalankan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) melalui pembayaran menggunakan QRIS. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/