alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Tujuh Desa di Kudus Gelar Pilkades Bulan Depan, Mana Saja?

KUDUS – Tujuh desa di Kabupaten Kudus bersiap menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) pada Maret mendatang. Ketujuh Desa itu yakni Desa Hadiwarno dan Desa Mejobo, Mejobo; Desa Kaliputu dan Desa Langgar Dalem, Kota; Desa Loram Kulon, Jati; Desa Ternadi, Dawe; dan Desa Undaan Lor, Undaan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Dian Noor Tamzis menyebut kini proses Pilkades di tujuh desa itu telah memasuki tahap pendaftaran pemilih dan bakal calon kepala desa.

”Ini pendaftaran bakal calon dan pemilih dimulai dari 2 (kemarin)-11 Februari. Untuk pemilih, dari proses pendaftaran ini nantinya diproses. Sampai jadi Daftar Pemilih Tetap (DPT),” jelasnya.


Sementara untuk bakal calon, usai pendaftaran akan ada proses pemberkasan. Yang meliputi seleksi administrasi. Berlanjut dengan tahap ujian tertulis. Maksimal bakal calon yang diterima lima dan minimal tiga.

Baca Juga :  Abai Prokes, Wisata dan Pasar di Kudus Diawasi

”Proses seleksi ujian tertulis akan melibatkan pihak ketiga yakni perguruan tinggi,” terangnya.

Terkait pendanaan, menggunakan anggaran dari APBD dan APBDes, dari APBD besaran bantuan nantinya disesuaikan dengan jumlah pemilih di masing-masing desa.

Jumlah pemilihnya dikalikan Rp 15 ribu. Itu nanti digunakan untuk pengadaan logistik Pilkades. Pemkab Kudus sudah menyiapkan anggaran Rp 475 juta untuk kelancaran pelaksanaannya.

”Namun, untuk mencukupi kebutuhan lainnya, desa bisa saja menganggarkan melalui APBDes. Hanya saja selama ini dalam pelaksanaannya, anggaran pilkades hanya bersumber dari bantuan keuangan Pemkab Kudus,” terangnya.

Dian mewanti-wanti agar pada pelaksanaan pemilihan tidak ada money politic. Para calon kepala desa diminta mengedepankan visi-misi dan adu program dibandingkan pemberian uang dalam menggaet suara rakyat. Sebab itu jelas dilarang. Sebagaimana pergub nomor 33 tahun 2019. (zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Tujuh desa di Kabupaten Kudus bersiap menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) pada Maret mendatang. Ketujuh Desa itu yakni Desa Hadiwarno dan Desa Mejobo, Mejobo; Desa Kaliputu dan Desa Langgar Dalem, Kota; Desa Loram Kulon, Jati; Desa Ternadi, Dawe; dan Desa Undaan Lor, Undaan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Dian Noor Tamzis menyebut kini proses Pilkades di tujuh desa itu telah memasuki tahap pendaftaran pemilih dan bakal calon kepala desa.

”Ini pendaftaran bakal calon dan pemilih dimulai dari 2 (kemarin)-11 Februari. Untuk pemilih, dari proses pendaftaran ini nantinya diproses. Sampai jadi Daftar Pemilih Tetap (DPT),” jelasnya.

Sementara untuk bakal calon, usai pendaftaran akan ada proses pemberkasan. Yang meliputi seleksi administrasi. Berlanjut dengan tahap ujian tertulis. Maksimal bakal calon yang diterima lima dan minimal tiga.

Baca Juga :  Meski Waswas, Siswa SD di Kudus Ini Terpaksa Bertahan di Bawah Atap Rusak

”Proses seleksi ujian tertulis akan melibatkan pihak ketiga yakni perguruan tinggi,” terangnya.

Terkait pendanaan, menggunakan anggaran dari APBD dan APBDes, dari APBD besaran bantuan nantinya disesuaikan dengan jumlah pemilih di masing-masing desa.

Jumlah pemilihnya dikalikan Rp 15 ribu. Itu nanti digunakan untuk pengadaan logistik Pilkades. Pemkab Kudus sudah menyiapkan anggaran Rp 475 juta untuk kelancaran pelaksanaannya.

”Namun, untuk mencukupi kebutuhan lainnya, desa bisa saja menganggarkan melalui APBDes. Hanya saja selama ini dalam pelaksanaannya, anggaran pilkades hanya bersumber dari bantuan keuangan Pemkab Kudus,” terangnya.

Dian mewanti-wanti agar pada pelaksanaan pemilihan tidak ada money politic. Para calon kepala desa diminta mengedepankan visi-misi dan adu program dibandingkan pemberian uang dalam menggaet suara rakyat. Sebab itu jelas dilarang. Sebagaimana pergub nomor 33 tahun 2019. (zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/