alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Dongkrak Pasokan Beras, Dispertan Kudus Dorong Empat Kali Tanam Padi

KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus akan mengoptimalkan program indeks pertanaman (IP) 400 atau masa tanam untuk mendongkrak produksi padi guna menjamin pasokan beras sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani di Kudus.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan program IP 400 itu dinilai bisa menjadi solusi dalam meningkatkan produksi beras. Harapannya dengan inovasi dan perkembangan yang dilakukan oleh pihak Dispertan dapat mendorong kesejahteraan para petani di Kudus.

“Karena dengan program IP 400 itu jaminan peningkatan produksi ada. Diharapkan untuk para kelompok tani juga dapat mampu menerima dan melaksanakan dengan baik untuk lebih meningkatkan produksinya,” katanya.


Kepala Dispertan Sunardi mengatakan IP 400 adalah upaya peningkatan produksi tanaman padi dengan sistem empat kali masa tanam selama setahun agar tercapai misi swasembada pangan yakni untuk mencukupi kebutuhan beras di Kudus.

Program IP 400 itu merupakan peningkatan dari program IP 300 yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Jadi, yang dulu biasanya masa tanam hanya tiga kali, sekarang bertambah menjadi empat kali tanam selama setahun.

Baca Juga :  Plafon SD 6 Terban Ambrol, Timpa Siswa hingga Alami Trauma

“Program sudah berjalan. Dan sudah mulai mengajak para petani untuk membiasakan  menggunakan IP 400 ini (masa tanam empat kali),” katanya.

Untuk tahun ini pihaknya menargetkan 1.000 hektare lahan untuk program IP 400. Acuannya adalah dilihat dari keberhasilan hasil program IP 300 tahun lalu yang berhasil menerapkan masa tanam di lahan seluas 1.600 hektar (yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kudus).

Pihaknya masih berupaya untuk perluasan itu guna mengoptimalkan sumber daya yang ada. Sehingga nanti produksi padi di Kudus bisa maksimal dan keuntungan petani bisa meningkat.

Menurutnya, dengan IP 400pertanian bisa memanfaatkan sumber daya air dan sinar matahari secara maksimal. “Awal tahun inipun pencapaian sudah 300 hektare (per januari ini),” tambahnya. (ark/zen)

KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus akan mengoptimalkan program indeks pertanaman (IP) 400 atau masa tanam untuk mendongkrak produksi padi guna menjamin pasokan beras sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani di Kudus.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan program IP 400 itu dinilai bisa menjadi solusi dalam meningkatkan produksi beras. Harapannya dengan inovasi dan perkembangan yang dilakukan oleh pihak Dispertan dapat mendorong kesejahteraan para petani di Kudus.

“Karena dengan program IP 400 itu jaminan peningkatan produksi ada. Diharapkan untuk para kelompok tani juga dapat mampu menerima dan melaksanakan dengan baik untuk lebih meningkatkan produksinya,” katanya.

Kepala Dispertan Sunardi mengatakan IP 400 adalah upaya peningkatan produksi tanaman padi dengan sistem empat kali masa tanam selama setahun agar tercapai misi swasembada pangan yakni untuk mencukupi kebutuhan beras di Kudus.

Program IP 400 itu merupakan peningkatan dari program IP 300 yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Jadi, yang dulu biasanya masa tanam hanya tiga kali, sekarang bertambah menjadi empat kali tanam selama setahun.

Baca Juga :  Dihantam Motor Ngegas, Pintu Kaca UGD Puskesmas Gribig Kudus Berserakan

“Program sudah berjalan. Dan sudah mulai mengajak para petani untuk membiasakan  menggunakan IP 400 ini (masa tanam empat kali),” katanya.

Untuk tahun ini pihaknya menargetkan 1.000 hektare lahan untuk program IP 400. Acuannya adalah dilihat dari keberhasilan hasil program IP 300 tahun lalu yang berhasil menerapkan masa tanam di lahan seluas 1.600 hektar (yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kudus).

Pihaknya masih berupaya untuk perluasan itu guna mengoptimalkan sumber daya yang ada. Sehingga nanti produksi padi di Kudus bisa maksimal dan keuntungan petani bisa meningkat.

Menurutnya, dengan IP 400pertanian bisa memanfaatkan sumber daya air dan sinar matahari secara maksimal. “Awal tahun inipun pencapaian sudah 300 hektare (per januari ini),” tambahnya. (ark/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/