alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Discukcapil Kudus “Jemput Bola” Layanan Perekaman E-KTP bagi Remaja

KUDUS – Sejak November 2021 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus sudah menggencarkan program jemput bola perekaman e-KTP bagi remaja yang akan memasuki usia 17 tahun. Dan pada (2/2) kemarin Dukcapil menyasar dua desa. Yakni di desa Bakalankrapyak dan Prambatan Kidul.

Dalam pantauan kemarin itu, pada pukul 09.10 Balai Desa Bakalankrapyak sudah ramai didatangi warga dari berbagai RT/RW. Rata-rata anak yang masih usia sekolah dan beberapa lansia. Tampak di dalam aula balai desa juga kursi sudah penuh diduduki warga. Mereka antre untuk menunggu giliran perekaman e-KTP yang saat itu dilakukan oleh pihak petugas Dukcapil.

Kepala Desa Bakalankrapyak Susanto mengatakan kegiatan itu akan dilakukan selama dua hari. kebanyakan yang datang adalah remaja desa yang akan memasuki usia 17 tahun dan lansia yang mempunyai masalah KTP yang tidak aktif.


“Yang hadir sesuai undangan yang sudah diberikan oleh pihak Dukcapil Kudus sendiri,” katanya. Dia berharap dengan kegiatan jemput bola tersebut bisa memudahkan warganya untuk mengurus e-KTP.

Pihaknya juga mengatakan akan berupaya untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada warganya untuk segera melakukan perekaman e-KTP. karena itu bertujuan untuk kevalidan data penduduk di Kudus.

“Kami juga berupaya untuk melaksanakan perekaman secara mobile, jemput langsung ke rumah warga yang sedang sakit sehingga tidak bisa datang ke balai desa langsung,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Kudus: Seniman Boleh Manggung, Asal Taat Prokes

Kepala Dinas Dukcapil Eko Hari Djatmiko mengatakan sampai per Januari kemarin masih ada 9.085 warga Kudus lagi yang perlu melakukan perekaman. “di antaranya belum perekaman, data ganda dan update data” katanya. Pihaknya juga akan tetap terus berupaya jemput bola tersebut. Terutama bagi pemula yang akan memasuki umur 17 tahun.

“Di awal tahun ini memang fokus di Kecamatan Kaliwungu terdahulu, setelah desa Bakalankrapyak dan Prambatan Kidul itu, selanjutnya menyasar ke Desa Papringan, Karangampel, dan Garung Lor,” katanya.

Dia menjelaskan ada sekitar 451 warga Desa Bakalankrapyak yang diundang perekaman. Serta 797 dari warga Desa Prambatal Kidul. Mereka semua diundang untuk mengurus masalah e-KTP. Menurutnya, hal itu berupaya untuk memastikan data kependudukan warga di Kudus.

Dia menambahkan, untuk pelayanan dan pengurusan dokumen kependudukan itu gratis atau tidak dipungut biaya, diharapkan masyarakat bisa mengurus sendiri datang ke kantor Disdukcapil atau bisa melalui online (www.paksemmok.kuduskab.go.id)

Vina Rizqiya, salah satu warga Desa Bakalankrapyak RT 5 RW 2 mengatakan sangat terbantu dengan adanya program jemput bola tersebut, pihaknya mengaku sudah tidak perlu bingung untuk mengurus e-KTP.

“Merasa dipermudah karena sudah disediakan di desa. Saat ini kebetulan saya berumur 16 tahun, atau kelas XI madrasah aliyah,” katanya. (ark)

KUDUS – Sejak November 2021 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus sudah menggencarkan program jemput bola perekaman e-KTP bagi remaja yang akan memasuki usia 17 tahun. Dan pada (2/2) kemarin Dukcapil menyasar dua desa. Yakni di desa Bakalankrapyak dan Prambatan Kidul.

Dalam pantauan kemarin itu, pada pukul 09.10 Balai Desa Bakalankrapyak sudah ramai didatangi warga dari berbagai RT/RW. Rata-rata anak yang masih usia sekolah dan beberapa lansia. Tampak di dalam aula balai desa juga kursi sudah penuh diduduki warga. Mereka antre untuk menunggu giliran perekaman e-KTP yang saat itu dilakukan oleh pihak petugas Dukcapil.

Kepala Desa Bakalankrapyak Susanto mengatakan kegiatan itu akan dilakukan selama dua hari. kebanyakan yang datang adalah remaja desa yang akan memasuki usia 17 tahun dan lansia yang mempunyai masalah KTP yang tidak aktif.

“Yang hadir sesuai undangan yang sudah diberikan oleh pihak Dukcapil Kudus sendiri,” katanya. Dia berharap dengan kegiatan jemput bola tersebut bisa memudahkan warganya untuk mengurus e-KTP.

Pihaknya juga mengatakan akan berupaya untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada warganya untuk segera melakukan perekaman e-KTP. karena itu bertujuan untuk kevalidan data penduduk di Kudus.

“Kami juga berupaya untuk melaksanakan perekaman secara mobile, jemput langsung ke rumah warga yang sedang sakit sehingga tidak bisa datang ke balai desa langsung,” katanya.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Sekarang Bisa Urus Paspor di Kudus

Kepala Dinas Dukcapil Eko Hari Djatmiko mengatakan sampai per Januari kemarin masih ada 9.085 warga Kudus lagi yang perlu melakukan perekaman. “di antaranya belum perekaman, data ganda dan update data” katanya. Pihaknya juga akan tetap terus berupaya jemput bola tersebut. Terutama bagi pemula yang akan memasuki umur 17 tahun.

“Di awal tahun ini memang fokus di Kecamatan Kaliwungu terdahulu, setelah desa Bakalankrapyak dan Prambatan Kidul itu, selanjutnya menyasar ke Desa Papringan, Karangampel, dan Garung Lor,” katanya.

Dia menjelaskan ada sekitar 451 warga Desa Bakalankrapyak yang diundang perekaman. Serta 797 dari warga Desa Prambatal Kidul. Mereka semua diundang untuk mengurus masalah e-KTP. Menurutnya, hal itu berupaya untuk memastikan data kependudukan warga di Kudus.

Dia menambahkan, untuk pelayanan dan pengurusan dokumen kependudukan itu gratis atau tidak dipungut biaya, diharapkan masyarakat bisa mengurus sendiri datang ke kantor Disdukcapil atau bisa melalui online (www.paksemmok.kuduskab.go.id)

Vina Rizqiya, salah satu warga Desa Bakalankrapyak RT 5 RW 2 mengatakan sangat terbantu dengan adanya program jemput bola tersebut, pihaknya mengaku sudah tidak perlu bingung untuk mengurus e-KTP.

“Merasa dipermudah karena sudah disediakan di desa. Saat ini kebetulan saya berumur 16 tahun, atau kelas XI madrasah aliyah,” katanya. (ark)

Most Read

Artikel Terbaru

/