alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Akses Jalan ke Wonosoco Kudus Rusak Sebabkan Wisata Desa Mangkrak

KUDUS – Rusaknya akses jalan dari Berugenjang ke Wonosoco membuat wisata di Desa setempat mangkrak. Sebab sepi pengunjung. Kondisi ini diperparah dengan banjir bandang yang kerap menerjang desa itu.

Dari pantauan, panjang jalan yang rusak itu mencapai 2 km. Aspal di jalan tersebut banyak yang terkelupas, sehingga terbentuk lubang-lubang dengan berbagai ukuran. Untuk menutupi lubang-lubang itu, warga gotong-royong seadanya menambal dengan batu.

Selain itu, jalan tersebut juga mengalami retakan di beberapa titik. Itu ditengarai akibat banjir yang kerap datang dan merendam jalan. Tak hanya jalan, akses menuju Wonosoco juga terhambat karena jembatan yang sempit dan reyot.


Sementara di salah satu tempat wisata, tepatnya di Sendang Dewot terlihat sepi. Lumpur-lumpur sisa banjir bandang masih nampak. Sehingga membuat air sendang nampak keruh.

Meski ada beberapa orang, mereka hanya warga sekitar yang sekedar menengok sembari menemani anak-anaknya bermain. Tak ada wisatawan dari luar daerah. Warga sekitar itu memanfaatkan ayunan dan fasilitas bermain anak lainya. Terlihat pula anak-anak sekitar yang menafaatkan air sendang untuk mandi.

Kepala Desa Wonosoco Setiyo Budi menyebut, jalan rusak yang mengarah ke wilayahnya itu menjadi faktor tidak berkembangnya wisata di desanya. Dalam ingatannya, jalan yang dibangun kurang lebih sepuluh tahun lamanya itu belum pernah diperbaiki. Sehingga kondisinya semakin parah.

Baca Juga :  Uang PBB di Kudus Tak Disetor, Diduga Diembat Oknum Perangkat Desa

“Terlebih di sini kan banjir hampir tiap tahunnya. Dan jalan tersebut hampir selalu terendam,” terangnya.

Dia menjelaskan jalan tersebut menjadi wewenang kabupaten. Dia berharap jalan tersebut dapat perhatian dari pemerintah agar segera diperbaiki untuk mendukung akses menuju wisata.

“Selama ini memang ada penanganan dari Berugenjang ke Wonosoco, tetapi belum tuntas. Terakhir betonisasi 2019. Namun sifatnya terbatas dari dana aspirasi. Biasanya pembangunan hanya beberapa ratus meter saja,” jelasnya.

Jadi, dia melanjutkan, masih menyisakan sepanjang 1,5 km-2 km yang belum tersentuh. Hal ini menurutnya membuat citra desa wisata yang dibangun Wonosoco menjadi terkendala.

“Karena jalannya rusak, wisatawan jadi malas. Akibatnya sepi. Terlebih tempat wisata di sini, seperti Sendang Dewot juga harus berhadapan dengan lumpur dan material yang kerap dibawa banjir,” katanya. (mal)

 






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Rusaknya akses jalan dari Berugenjang ke Wonosoco membuat wisata di Desa setempat mangkrak. Sebab sepi pengunjung. Kondisi ini diperparah dengan banjir bandang yang kerap menerjang desa itu.

Dari pantauan, panjang jalan yang rusak itu mencapai 2 km. Aspal di jalan tersebut banyak yang terkelupas, sehingga terbentuk lubang-lubang dengan berbagai ukuran. Untuk menutupi lubang-lubang itu, warga gotong-royong seadanya menambal dengan batu.

Selain itu, jalan tersebut juga mengalami retakan di beberapa titik. Itu ditengarai akibat banjir yang kerap datang dan merendam jalan. Tak hanya jalan, akses menuju Wonosoco juga terhambat karena jembatan yang sempit dan reyot.

Sementara di salah satu tempat wisata, tepatnya di Sendang Dewot terlihat sepi. Lumpur-lumpur sisa banjir bandang masih nampak. Sehingga membuat air sendang nampak keruh.

Meski ada beberapa orang, mereka hanya warga sekitar yang sekedar menengok sembari menemani anak-anaknya bermain. Tak ada wisatawan dari luar daerah. Warga sekitar itu memanfaatkan ayunan dan fasilitas bermain anak lainya. Terlihat pula anak-anak sekitar yang menafaatkan air sendang untuk mandi.

Kepala Desa Wonosoco Setiyo Budi menyebut, jalan rusak yang mengarah ke wilayahnya itu menjadi faktor tidak berkembangnya wisata di desanya. Dalam ingatannya, jalan yang dibangun kurang lebih sepuluh tahun lamanya itu belum pernah diperbaiki. Sehingga kondisinya semakin parah.

Baca Juga :  Penglepasan Delapan Santri MA TBS Kudus ke Al-Azhar Mesir

“Terlebih di sini kan banjir hampir tiap tahunnya. Dan jalan tersebut hampir selalu terendam,” terangnya.

Dia menjelaskan jalan tersebut menjadi wewenang kabupaten. Dia berharap jalan tersebut dapat perhatian dari pemerintah agar segera diperbaiki untuk mendukung akses menuju wisata.

“Selama ini memang ada penanganan dari Berugenjang ke Wonosoco, tetapi belum tuntas. Terakhir betonisasi 2019. Namun sifatnya terbatas dari dana aspirasi. Biasanya pembangunan hanya beberapa ratus meter saja,” jelasnya.

Jadi, dia melanjutkan, masih menyisakan sepanjang 1,5 km-2 km yang belum tersentuh. Hal ini menurutnya membuat citra desa wisata yang dibangun Wonosoco menjadi terkendala.

“Karena jalannya rusak, wisatawan jadi malas. Akibatnya sepi. Terlebih tempat wisata di sini, seperti Sendang Dewot juga harus berhadapan dengan lumpur dan material yang kerap dibawa banjir,” katanya. (mal)

 






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/