alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Menyusuri Kota Lama di Kudus Bareng Komunitas Lelana

KUDUS – Jalanan-jalan menyusuri gang-gang sempit dan bangunan kuno. Kemudian, mengunjungi tempa-tempat bersejarah, serta pelaku usaha dengan produk uniknya. Itulah paket wisata tour yang ditawarkan oleh Komunitas Lelana Walking Tour.

Mereka lebih memilih tempat-tempat yang memiliki sejarah dan mengenalkan kembali kepada generasi muda, agar tahu riwayat dan turut mempromosikan wisata ke daerah lain. Rata-rata peserta yang tertarti Walking Tour anak-anak muda.


Story Teller Komunitas Lelana Walking Tour Rohmat Hidayat, mengatakan awal mula wisata jalan kaki menyusuri kota lama, dari 2019. Karena, dulu pernah gabung dengan aktivis sejarah dan Walking Tour. Kemudian, ia terapkan di Kudus, karena ada potensi yang luar biasa selain dari wisata religi.

”Kami tujuannya menghidupkan lagi sejarah kota lama di Kudus dengan jalan-jalan sambil rekreasi dan edukasinya juga dapat. Hadirkan satu wisata alternatif berkonsep Walking Tour, jadi jalan-jalannya Have Fun dan belajar sejarah,” jelasnya.

Ia menerangkan sudah ada lima rute Walking Tour, yakni Desa Langgar Dalem, Kampung Menara, Peradadaban Kali Gelis, Desa Janggalan dan Tjerita Dari Kota (alun-alun). Komunitas Lelana Walking Tour beranggotakan enam orang dan sampai sekarang masih ada agenda tour.

Baca Juga :  Bangunan SMPN 1 Kudus Resmi Jadi Cagar Budaya
WALKING TOUR: Komunitas Lelana bersama peserta wisata dikenalkan Masjid Langgar Dalem baru-baru ini. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Dia menuturkan, walking tour ini bertujuan untuk mempelajari tentang sejarah Kudus. Harapannya, Sejarah Kota Kretek lebih dikenal oleh masyarakat, utamanya kaum muda. Supaya masyarakat tahunya tidak hanya Menara Kudus dan bisa tahu sejarah Kudus yang lain.

”Konsep yang dipilih adalah mempelajari sejarah, tapi dengan konsep yang santai, peserta tidak bosan dan ketihan ikut lagi,” kata Hidayat.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah, mengatakan anak-anak muda kreatif dan peduli dengan sejarah Kudus. Salah satunya Komunitas Lelana Walking Tour.

”Mereka kami gandeng untuk menjadi mitra, untuk mempromosikan budaya dan wisata di Kudus khususnya di wilayah kota lama. Kami ada konsep wisata Heritage, sehingga Lelana ini sangat membantu dan menarik wisatawan dari luar Kudus ikut tour dengan berjalan kaki menyusuri kota lama di Kudus, konsepnya sangat unik dan menarik,” paparnya.

Ia menyampaikan, anak-anak muda saat ini lupa akan sejarah. Dengan adanya paket wisata yang menyenangkan dan tidak terasa kalau sambil belajar sejarah, patut diapresiasi dan didukung. Mudah-mudahan, terus berjalan dan membantu promosi wisata di Kudus. (san/lid/adv)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Jalanan-jalan menyusuri gang-gang sempit dan bangunan kuno. Kemudian, mengunjungi tempa-tempat bersejarah, serta pelaku usaha dengan produk uniknya. Itulah paket wisata tour yang ditawarkan oleh Komunitas Lelana Walking Tour.

Mereka lebih memilih tempat-tempat yang memiliki sejarah dan mengenalkan kembali kepada generasi muda, agar tahu riwayat dan turut mempromosikan wisata ke daerah lain. Rata-rata peserta yang tertarti Walking Tour anak-anak muda.

Story Teller Komunitas Lelana Walking Tour Rohmat Hidayat, mengatakan awal mula wisata jalan kaki menyusuri kota lama, dari 2019. Karena, dulu pernah gabung dengan aktivis sejarah dan Walking Tour. Kemudian, ia terapkan di Kudus, karena ada potensi yang luar biasa selain dari wisata religi.

”Kami tujuannya menghidupkan lagi sejarah kota lama di Kudus dengan jalan-jalan sambil rekreasi dan edukasinya juga dapat. Hadirkan satu wisata alternatif berkonsep Walking Tour, jadi jalan-jalannya Have Fun dan belajar sejarah,” jelasnya.

Ia menerangkan sudah ada lima rute Walking Tour, yakni Desa Langgar Dalem, Kampung Menara, Peradadaban Kali Gelis, Desa Janggalan dan Tjerita Dari Kota (alun-alun). Komunitas Lelana Walking Tour beranggotakan enam orang dan sampai sekarang masih ada agenda tour.

Baca Juga :  Wakil DPRD Kudus: Penyerahan APBD P Telat Murni Kesalahan Eksekutif
WALKING TOUR: Komunitas Lelana bersama peserta wisata dikenalkan Masjid Langgar Dalem baru-baru ini. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Dia menuturkan, walking tour ini bertujuan untuk mempelajari tentang sejarah Kudus. Harapannya, Sejarah Kota Kretek lebih dikenal oleh masyarakat, utamanya kaum muda. Supaya masyarakat tahunya tidak hanya Menara Kudus dan bisa tahu sejarah Kudus yang lain.

”Konsep yang dipilih adalah mempelajari sejarah, tapi dengan konsep yang santai, peserta tidak bosan dan ketihan ikut lagi,” kata Hidayat.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah, mengatakan anak-anak muda kreatif dan peduli dengan sejarah Kudus. Salah satunya Komunitas Lelana Walking Tour.

”Mereka kami gandeng untuk menjadi mitra, untuk mempromosikan budaya dan wisata di Kudus khususnya di wilayah kota lama. Kami ada konsep wisata Heritage, sehingga Lelana ini sangat membantu dan menarik wisatawan dari luar Kudus ikut tour dengan berjalan kaki menyusuri kota lama di Kudus, konsepnya sangat unik dan menarik,” paparnya.

Ia menyampaikan, anak-anak muda saat ini lupa akan sejarah. Dengan adanya paket wisata yang menyenangkan dan tidak terasa kalau sambil belajar sejarah, patut diapresiasi dan didukung. Mudah-mudahan, terus berjalan dan membantu promosi wisata di Kudus. (san/lid/adv)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/