alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Ada Perbedaan Awal Ramadan, Muhammadiyah Mulai Puasa Hari Ini, NU Besok

KUDUS – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1443 H jatuh pada hari ini (2/4). Mengacu pada aturan edaran pimpinan pusat penyelenggaraan Salat Tarawih berjamaah di masjid tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus Zulfa Kurniawan menyatakan, sesuai dengan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tanggal 1 Ramadan jatuh pada Sabtu (2/4) atau hari ini. Kegiatan beribadah selama Ramadan juga diatur ketentuannya menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19.

”Pelaksanaan Salat Tarawih berjamaah dan Idul Fitri tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.


Iwan menuturkan, sesuai dengan edaran tersebut, jamaah yang datang ke masjid disarankan dalam kondisi sehat. Sekaligus telah menjalani vaksinasi hingga dosis II. Sedangkan yang kurang sehat, jamaah disarankan beribadah di rumah masing-masing.

Jamaah yang datang ke masjid diharapkan memakai masker. Sekaligus saf salat bisa dirapatkan atau tanpa jarak. Hal ini jika telah memenuhi persyaratan yang berlaku. Salah satunya, telah menjalani vaksinasi minimal dosis II dan membuka jendela masjid.

Baca Juga :  Dinas Gelontorkan Rp 2 Miliar untuk Biaya Pemakaman Warga Miskin di Kudus

Pada pelaksanaan Salat Tarawih, dibolehkan adanya ceramah. Tetapi dengan waktu terbatas selama tujuh menit saja. Pengajian sebelum waktu berbuka puasa boleh dilaksanakan. Durasinya hanya sekitar 20 menit.

”Untuk berbuka puasa bersama di masjid maupun musala masih ditiadakan. Jika ada disarankan tidak saling berbicara dan berbuka dengan waktu sesingkat mungkin,” ungkapnya.

Iwan juga meminta kepada warga Muhammadiyah tidak mendebatkan perbedaan waktu penentuan 1 Ramadan. Diharapkan bisa menjaga kerukunan dan kodusivitas antarpemeluk agama Islam lain.

”Mari menjaga baik kerukunan, karena ini sudah masuk bulan Ramadan yang penuh berkah. Ayo tingkatkan kualitas ibadah,” mintannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Suhadi menyatakan ada perbedaan penetapan 1 Ramadan pada tahun ini. Seperti Muhammadiyah telah menentukan 1 Ramadan jatuh pada Sabtu (2/4). Sementara pemerintah kemarin sore melakukan sidang isbat untuk menentukan 1 Ramadan.

”Sesuai dengan Surat Edaran Kemenag Nomor  SE. 08 Tahun 2022, panduan beribadah pada bulan Ramadan dan Idul Fitri harus sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya. (gal/lin)

KUDUS – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1443 H jatuh pada hari ini (2/4). Mengacu pada aturan edaran pimpinan pusat penyelenggaraan Salat Tarawih berjamaah di masjid tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus Zulfa Kurniawan menyatakan, sesuai dengan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tanggal 1 Ramadan jatuh pada Sabtu (2/4) atau hari ini. Kegiatan beribadah selama Ramadan juga diatur ketentuannya menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19.

”Pelaksanaan Salat Tarawih berjamaah dan Idul Fitri tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Iwan menuturkan, sesuai dengan edaran tersebut, jamaah yang datang ke masjid disarankan dalam kondisi sehat. Sekaligus telah menjalani vaksinasi hingga dosis II. Sedangkan yang kurang sehat, jamaah disarankan beribadah di rumah masing-masing.

Jamaah yang datang ke masjid diharapkan memakai masker. Sekaligus saf salat bisa dirapatkan atau tanpa jarak. Hal ini jika telah memenuhi persyaratan yang berlaku. Salah satunya, telah menjalani vaksinasi minimal dosis II dan membuka jendela masjid.

Baca Juga :  Bengkel Onderdil di Kudus Kebakaran, Satu Orang Luka-luka

Pada pelaksanaan Salat Tarawih, dibolehkan adanya ceramah. Tetapi dengan waktu terbatas selama tujuh menit saja. Pengajian sebelum waktu berbuka puasa boleh dilaksanakan. Durasinya hanya sekitar 20 menit.

”Untuk berbuka puasa bersama di masjid maupun musala masih ditiadakan. Jika ada disarankan tidak saling berbicara dan berbuka dengan waktu sesingkat mungkin,” ungkapnya.

Iwan juga meminta kepada warga Muhammadiyah tidak mendebatkan perbedaan waktu penentuan 1 Ramadan. Diharapkan bisa menjaga kerukunan dan kodusivitas antarpemeluk agama Islam lain.

”Mari menjaga baik kerukunan, karena ini sudah masuk bulan Ramadan yang penuh berkah. Ayo tingkatkan kualitas ibadah,” mintannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Suhadi menyatakan ada perbedaan penetapan 1 Ramadan pada tahun ini. Seperti Muhammadiyah telah menentukan 1 Ramadan jatuh pada Sabtu (2/4). Sementara pemerintah kemarin sore melakukan sidang isbat untuk menentukan 1 Ramadan.

”Sesuai dengan Surat Edaran Kemenag Nomor  SE. 08 Tahun 2022, panduan beribadah pada bulan Ramadan dan Idul Fitri harus sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya. (gal/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/