alexametrics
26.4 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Razia Kos di Kudus, Satpol PP Amankan Lima Pasangan Bukan Suami Istri

KUDUS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus gelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) di kos-kosan. Hasilnya, lima pasangan muda-mudi tanpa status pernikahan terjaring.

Kepala Satpol PP Kudus Kholid Seif menjelaskan Operasi Pekat itu sesuai Perda Nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan Tibum Transmas dan Linmas Oleh Satpol PP Kudus. Operasi itu menyasar beberapa kos-kos yang ada di Kudus.

Selain personel Satpol PP, turut terlibat yakni petugas dari Kejaksaan Negeri Kudus, Polres Kudus serta Kodim 0722 Kudus. “Dalam operasi itu terjaring sebanyak lima pasangan. Itu terbagi dalam dua kos. Yang keduanya berada di wilayah Kecamatan Kota Kudus,” jelasnya.


Di tempat kos P terjaring empat pasang tanpa ikatan pernikahan. Berada di dalam kamar kos yang diduga melakukan perbuatan mesum.

Baca Juga :  Perusahaan di Kudus Ini Sebut Informasi Penyekapan Karyawan Adalah Hoaks

“Sementara satu pasangan lainnya berada di kos R. Ini juga sama. Bukan pasangan suami istri. Dan kami duga juga melakukan perbuatan mesum,” imbuhnya.

Setelah terjaring, pasangan tersebut kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP untuk pembinaan. Nantinya, jika mengulangi lagi, mereka akan diproses secara hukum.

“Terhadap pemilik koS kami undang. Ternyata mereka tinggal di luar kota. Akhirnya kami minta mereka membuat pernyataan dan diketahui RT, RW, dan Pemerintah desa. Dengan harapan perangkat-perangkat pemerintahan ini akan ikut mengawasi,” terangnya.

Kholid menambahkan, agar masyarakat juga turut aktif melaporkan bila mendapati ada kos yang digunakan untuk tempat mesum. Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena tak semua kos bisa terjamah untuk disidak. (tos/khim)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus gelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) di kos-kosan. Hasilnya, lima pasangan muda-mudi tanpa status pernikahan terjaring.

Kepala Satpol PP Kudus Kholid Seif menjelaskan Operasi Pekat itu sesuai Perda Nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan Tibum Transmas dan Linmas Oleh Satpol PP Kudus. Operasi itu menyasar beberapa kos-kos yang ada di Kudus.

Selain personel Satpol PP, turut terlibat yakni petugas dari Kejaksaan Negeri Kudus, Polres Kudus serta Kodim 0722 Kudus. “Dalam operasi itu terjaring sebanyak lima pasangan. Itu terbagi dalam dua kos. Yang keduanya berada di wilayah Kecamatan Kota Kudus,” jelasnya.

Di tempat kos P terjaring empat pasang tanpa ikatan pernikahan. Berada di dalam kamar kos yang diduga melakukan perbuatan mesum.

Baca Juga :  Kenaikan UMK Rendah, Bupati Kudus Beri Solusi

“Sementara satu pasangan lainnya berada di kos R. Ini juga sama. Bukan pasangan suami istri. Dan kami duga juga melakukan perbuatan mesum,” imbuhnya.

Setelah terjaring, pasangan tersebut kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP untuk pembinaan. Nantinya, jika mengulangi lagi, mereka akan diproses secara hukum.

“Terhadap pemilik koS kami undang. Ternyata mereka tinggal di luar kota. Akhirnya kami minta mereka membuat pernyataan dan diketahui RT, RW, dan Pemerintah desa. Dengan harapan perangkat-perangkat pemerintahan ini akan ikut mengawasi,” terangnya.

Kholid menambahkan, agar masyarakat juga turut aktif melaporkan bila mendapati ada kos yang digunakan untuk tempat mesum. Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena tak semua kos bisa terjamah untuk disidak. (tos/khim)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/