alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Tak Ada Barongsai saat Tahun Baru Imlek, Warga yang Berdatangan Kecewa

KUDUS – Sudah tiga kali, sejak pandemi Kelenteng Hok Hien Bio Kudus tidak mengadakan atraksi barongsai dan liong. Kemarin (1/2) yang merupakan Hari Imlek, ada sejumlah warga yang berdatangan ke kelenteng untuk menyaksikan hiburan barongsai. Tetapi terpaksa pulang, karena atraksi ditiadakan.

Penjaga Kelenteng Hok Hien Bio Khudori mengatakan, pihak kelenteng memang masih belum berani menampilkan atraksi barongsai dan liong saat Imlek tahun ini. Sebab, situasi masih pandemi. ”Karena tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak menggelar acara yang menimbulkan keramaian,” kata pria yang sudah sejak 2004 menjaga kelenteng ini.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, saat mengunjungi kelenteng pada pukul 09.00, suasana tampak sepi. Hanya ada penjaga beserta anak kandungnya yang duduk santai di depan kelenteng.


Dalam waktu setengah jam sekali, pukul 09.00-10.30 ada beberapa pengunjung yang datang untuk bersembahyang. Itu pun jumlahnya hanya empat orang. Salah satu dari mereka justru ada yang tidak jadi bersembahyang, karena sepi. Lebih memilih untuk pulang.

Pagi itu, juga tampak anggota Polsek Jati serta Polres Kudus datang untuk mengecek kondisi kelenteng. Tidak hanya itu, mereka juga terlihat membagi-bagikan masker kepada warga yang berada di area kelenteng untuk menjaga protokol kesehatan.

Baca Juga :  Rayakan Paskah, Pendeta di Kudus Ini Datangi Rumah Warga Bagikan Parcel

Sementara di luar kelenteng, terlihat beberapa warga parkir. Tujuannya menanti atraksi perayaan Imlek, seperti barongsai dan liong.  Adanya banyak warga yang berharap adanya barongsai. Penjaga kelenteng pun langsung bergegas membuat tulisan di selembar kertas besar bertuliskan ”Tidak ada permainan barongsai dan liong. Pengen nonton buka Youtube”.

Faizal Azis, warga asal Desa Purwosari, Kota, Kudus, mengatakan, niatnya ke kelenteng untuk menonton atraksi barongsai dan liong. Tapi, setelah sampai di sana ternyata sepi dan tidak ada pergelaran Imlek apapun. ”Ini mengantar anak saya, karena dia suka nonton barongsai. Setiap ada Imlek saya memang cek kelenteng. Tidak hanya di Kudus sih, tapi terkadang saya juga ke Sam Poo Kong Semarang,” katanya.

Begitu juga disampaikan Edi Wijaya, warga Desa Tumpangkrasak, Jati. Dia mengaku dating ke kelenteng karena ingin menyaksikan barongsai dan liong bersama dua anaknya. Dia merasa kecewa, ternyata tidak ada hiburan sama sekali. ”Terakhir kali menyaksikan barongsai itu sebelum pandemi. Sudah lama. Rencananya ini mau langsung pulang, karena (kelenteng) sepi,” ujarnya. (ark/lin)

KUDUS – Sudah tiga kali, sejak pandemi Kelenteng Hok Hien Bio Kudus tidak mengadakan atraksi barongsai dan liong. Kemarin (1/2) yang merupakan Hari Imlek, ada sejumlah warga yang berdatangan ke kelenteng untuk menyaksikan hiburan barongsai. Tetapi terpaksa pulang, karena atraksi ditiadakan.

Penjaga Kelenteng Hok Hien Bio Khudori mengatakan, pihak kelenteng memang masih belum berani menampilkan atraksi barongsai dan liong saat Imlek tahun ini. Sebab, situasi masih pandemi. ”Karena tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak menggelar acara yang menimbulkan keramaian,” kata pria yang sudah sejak 2004 menjaga kelenteng ini.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, saat mengunjungi kelenteng pada pukul 09.00, suasana tampak sepi. Hanya ada penjaga beserta anak kandungnya yang duduk santai di depan kelenteng.

Dalam waktu setengah jam sekali, pukul 09.00-10.30 ada beberapa pengunjung yang datang untuk bersembahyang. Itu pun jumlahnya hanya empat orang. Salah satu dari mereka justru ada yang tidak jadi bersembahyang, karena sepi. Lebih memilih untuk pulang.

Pagi itu, juga tampak anggota Polsek Jati serta Polres Kudus datang untuk mengecek kondisi kelenteng. Tidak hanya itu, mereka juga terlihat membagi-bagikan masker kepada warga yang berada di area kelenteng untuk menjaga protokol kesehatan.

Baca Juga :  Rawat Alam dalam Pergerakan Ekofeminisme Era Post Pandemi

Sementara di luar kelenteng, terlihat beberapa warga parkir. Tujuannya menanti atraksi perayaan Imlek, seperti barongsai dan liong.  Adanya banyak warga yang berharap adanya barongsai. Penjaga kelenteng pun langsung bergegas membuat tulisan di selembar kertas besar bertuliskan ”Tidak ada permainan barongsai dan liong. Pengen nonton buka Youtube”.

Faizal Azis, warga asal Desa Purwosari, Kota, Kudus, mengatakan, niatnya ke kelenteng untuk menonton atraksi barongsai dan liong. Tapi, setelah sampai di sana ternyata sepi dan tidak ada pergelaran Imlek apapun. ”Ini mengantar anak saya, karena dia suka nonton barongsai. Setiap ada Imlek saya memang cek kelenteng. Tidak hanya di Kudus sih, tapi terkadang saya juga ke Sam Poo Kong Semarang,” katanya.

Begitu juga disampaikan Edi Wijaya, warga Desa Tumpangkrasak, Jati. Dia mengaku dating ke kelenteng karena ingin menyaksikan barongsai dan liong bersama dua anaknya. Dia merasa kecewa, ternyata tidak ada hiburan sama sekali. ”Terakhir kali menyaksikan barongsai itu sebelum pandemi. Sudah lama. Rencananya ini mau langsung pulang, karena (kelenteng) sepi,” ujarnya. (ark/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/