alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Tingkatkan Kualitas Ternak, Dispertan Kudus Bentuk Inseminasi Buatan

KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus mulai mengembangkan inseminasi buatan pada hewan kambing. Upaya tersebut untuk meningkatkan kualitas genetik sekaligus menambah nilai jual hewan ternak.

Perkawinan silang ini akan dilakukan pada tahun ini dan 2022. Pemanfaatannya melalui Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) lewat bantuan hewan kambing.

Ada sebanyak buruh tani yang mendapatkan 76 orang. Paketnya berupa bantuan kandang dan pakan.


Kasi Usaha Sarana Prasarana pada Dispertan Kudus Dwi Listiani menyatakan, bantuan hewan kambing yang akan diberikan jenisnya adalah Jawa Randu betina. Usianya satu hingga 12 bulan. Sementara beratnya 25 hingga 40 kilogram.

“Syaratnya memiliki organ reproduksinya lengkap, dibuktikan dengan SKKH dari dokter berwenang. Untuk tingginya 70 sentimeter,” katanya.

Pemilihan umur tersebut berupa dinyatakan melihat kesiapan kambing untuk proses reproduksi membutuhkan waktu yang lama.

Baca Juga :  Tak Antre dan Nyaman, Vaksinasi Booster di Radar Kudus Diapresiasi

Nantinya proses perkawinan suntik dilaksanakan dengan menyuntikan sperma berkualitas. Jenis pejantannya bisa etawa maupaun kambing lainnya.

“Cara ini untuk meminimalisasi pejantan kawin sedarah. Nanti akan kami dampingi para peternak,” terangnya.

Ada beberapa hal manfaat jika Inseminasi buatan ini  dilakukan. Di antarannya, memperbaiki mutu genetika pada hewan ternak. Meningkatkan populasi angka kelahiran ternak secara cepat dan teratur.

Selain itu, untuk mengurangi gangguan fisik betina saat perkawinan. Sekaligus mencegah penularan penyakit kelamin hewan.

“Jika ini dilakukan kualitasnya akan meningkat dan mempengaruhi nilai jualnya,” tambahnya.

Diketahui, Dispertan Kabupaten Kudus mengganggarkan Rp 2,3 miliar melalui DBHCHT untuk bantuan hewan ternak. Mulai dari kambing, lele, dan kalkun.

Saat ini bantuan ternak tersebut sudah melalui proses lelang. Penyaluran hewan ternak akan dilaksanakan pada Desember nanti. (adv)

 






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus mulai mengembangkan inseminasi buatan pada hewan kambing. Upaya tersebut untuk meningkatkan kualitas genetik sekaligus menambah nilai jual hewan ternak.

Perkawinan silang ini akan dilakukan pada tahun ini dan 2022. Pemanfaatannya melalui Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) lewat bantuan hewan kambing.

Ada sebanyak buruh tani yang mendapatkan 76 orang. Paketnya berupa bantuan kandang dan pakan.

Kasi Usaha Sarana Prasarana pada Dispertan Kudus Dwi Listiani menyatakan, bantuan hewan kambing yang akan diberikan jenisnya adalah Jawa Randu betina. Usianya satu hingga 12 bulan. Sementara beratnya 25 hingga 40 kilogram.

“Syaratnya memiliki organ reproduksinya lengkap, dibuktikan dengan SKKH dari dokter berwenang. Untuk tingginya 70 sentimeter,” katanya.

Pemilihan umur tersebut berupa dinyatakan melihat kesiapan kambing untuk proses reproduksi membutuhkan waktu yang lama.

Baca Juga :  Ramuan Herbal Warga Blora Ini Berhasil Sembuhkan Sapi Terjangkit PMK, Begini Racikannya

Nantinya proses perkawinan suntik dilaksanakan dengan menyuntikan sperma berkualitas. Jenis pejantannya bisa etawa maupaun kambing lainnya.

“Cara ini untuk meminimalisasi pejantan kawin sedarah. Nanti akan kami dampingi para peternak,” terangnya.

Ada beberapa hal manfaat jika Inseminasi buatan ini  dilakukan. Di antarannya, memperbaiki mutu genetika pada hewan ternak. Meningkatkan populasi angka kelahiran ternak secara cepat dan teratur.

Selain itu, untuk mengurangi gangguan fisik betina saat perkawinan. Sekaligus mencegah penularan penyakit kelamin hewan.

“Jika ini dilakukan kualitasnya akan meningkat dan mempengaruhi nilai jualnya,” tambahnya.

Diketahui, Dispertan Kabupaten Kudus mengganggarkan Rp 2,3 miliar melalui DBHCHT untuk bantuan hewan ternak. Mulai dari kambing, lele, dan kalkun.

Saat ini bantuan ternak tersebut sudah melalui proses lelang. Penyaluran hewan ternak akan dilaksanakan pada Desember nanti. (adv)

 






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/