alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Duh! Butuh 100 Lebih Kepala Sekolah di Kudus, Pendaftar hanya Seratus Orang

KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) telah membuka pendaftaran kepala sekolah, baik SMP maupun SD negeri. Sebab, kekosongan kepala 100 lebih, sedangkan yang mendaftar hanya 100, itu pun belum seleksi administrasi, sehingga perekrutan ini dirasa masih cukup kurang memenuhi kuota kepala sekolah.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada mengatakan, rata-rata pensiunan guru per bulan mencapai 25 orang. Beruntung, saat ini ada regulasi baru pengangkatan kepala sekolah dari guru penggerak (Merdeka belajar).

“Kami membuka pendaftaran kepala sekolah dan saat ini yang mendaftaran sekitar 100 orang. Tinggal menunggu seleksi administrasi, kemudian yang lolos dikirim diklat kepala sekolah selama tiga bulan, proses selanjutnya diajukan ke Bupati Kudus Hartopo,” terangnya.


Harjuna juga membahas terkait anggaran diklat yang baru diajukan di APBD Perubahan 2022. Sebab anggaran murni tidak ada plot untuk diklat kepala sekolah.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Truk Oleng Hantam Tiang Listrik di Kudus

“Yang terpenting calon kepala sekolah diklat lebih dulu, karena kebutuhan kepala sekolah ini sangat mendesak. Untuk kepsek SMP tahun ini saja kalau dihitung masa pensiun ada sekitar tujuh orang, ya kami sudah ada guru penggerak tapi untuk saat ini belum bisa dijadikan kepala sekolah, karena masih masa diklat,” ungkapnya.

Harjuna mengatakan, setiap tahun membuka rekrutmen kepala sekolah. Namun, peminatnya sedikit. Apalagi sekarang sekolah wajib melaksanakan Kurikulum Merdeka, jadi kepala sekolah menjadi tumpuan untuk menggerakan guru dan siswa agar kreatif dan berinovasi.

Dia mengatakan, sebenarnya banyak guru yang berpotensi bisa menjadi kepala sekolah dan banyak yang memenuhi persyaratan, tetapi kurang berminat karena tantangannya sekarang ini makin berat da harus mampu bersaing dengan sekolah lainnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) telah membuka pendaftaran kepala sekolah, baik SMP maupun SD negeri. Sebab, kekosongan kepala 100 lebih, sedangkan yang mendaftar hanya 100, itu pun belum seleksi administrasi, sehingga perekrutan ini dirasa masih cukup kurang memenuhi kuota kepala sekolah.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada mengatakan, rata-rata pensiunan guru per bulan mencapai 25 orang. Beruntung, saat ini ada regulasi baru pengangkatan kepala sekolah dari guru penggerak (Merdeka belajar).

“Kami membuka pendaftaran kepala sekolah dan saat ini yang mendaftaran sekitar 100 orang. Tinggal menunggu seleksi administrasi, kemudian yang lolos dikirim diklat kepala sekolah selama tiga bulan, proses selanjutnya diajukan ke Bupati Kudus Hartopo,” terangnya.

Harjuna juga membahas terkait anggaran diklat yang baru diajukan di APBD Perubahan 2022. Sebab anggaran murni tidak ada plot untuk diklat kepala sekolah.

Baca Juga :  Pengendara Harap Berhati-hati, Ada 85 Titik Jalan Rusak di Kudus

“Yang terpenting calon kepala sekolah diklat lebih dulu, karena kebutuhan kepala sekolah ini sangat mendesak. Untuk kepsek SMP tahun ini saja kalau dihitung masa pensiun ada sekitar tujuh orang, ya kami sudah ada guru penggerak tapi untuk saat ini belum bisa dijadikan kepala sekolah, karena masih masa diklat,” ungkapnya.

Harjuna mengatakan, setiap tahun membuka rekrutmen kepala sekolah. Namun, peminatnya sedikit. Apalagi sekarang sekolah wajib melaksanakan Kurikulum Merdeka, jadi kepala sekolah menjadi tumpuan untuk menggerakan guru dan siswa agar kreatif dan berinovasi.

Dia mengatakan, sebenarnya banyak guru yang berpotensi bisa menjadi kepala sekolah dan banyak yang memenuhi persyaratan, tetapi kurang berminat karena tantangannya sekarang ini makin berat da harus mampu bersaing dengan sekolah lainnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru