alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Alasan Bupati Kudus Tak Temui Suporter Persiku, Dinilai Salah Sasaran

KUDUS – Bupati Kudus Hartopo menilai aksi Suporter Macan Muria (SMM) salah sasaran. Itulah kenapa Hartopo tak menemui SMM saat menggelar aksi demo di depan Pendopo Kudus pada Jumat (29/7) lalu.

Baca Juga : Begini Serunya Kawula Muda Kudus Pamer Outfit di Fashion Show on Street

Hartopo mengatakan, suporter seharusnya tidak menuntut bupati. Seharusnya para pendukung Persiku menuntut Askab PSSI Kudus, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus maupun manajemen Persiku.


Dia mengatakan, urusan sepak bola sudah ada yang menangani. Pemerintah daerah dengan KONI maupun Askab PSSI Kudus hanya menjalin kemitraaan.

“Kalau mereka lari ke saya itu salah. Urusan kemajuan sepak bola ada di KONI, Askab, manajerialnya di sana. Mereka (KONI, Red) hanya kemitraan bukan milik pemerintah,” ungkapnya.

Selama ini, kata Hartopo, pemerintah daerah sudah berupaya memberi dukungan kepada Laskar Macan Muria-julukan Persiku. Yakni dengan pemberian hibah anggaran kepada KONI Kudus. Totalnya anggaran yang pernah diberikan mencapai Rp 8 miliar.

Pihaknya mendorong suporter bisa memahami regulasi yang ada. Seharusnya SMM menuntut KONI maupun Askab PSSI Kudus.

“Harus mengerti mana yang harus dituntut. Harus tahu anggaran ditaruh di mana saja dan kenapa sepak bola tidak bisa baik,” jelasnya.

Baca Juga :  PTM di Sebagian Besar Sekolah di Kudus Terapkan Sistem Sif

Di samping itu, Hartopo menegas dirinya tidak bisa merekomendasikan atas tuntutan pencarian sponsor untuk pendanaan tim Persiku. Pihaknya juga memberi lampau hijau jika Persiku Kudus dikelola secara mandiri. Asalkan mampu dan bisa memajukan Persiku.

Sebelumnya, bupati telah memberi kesempatan bagi SMM Kudus untuk bertemu dan berdiskusi bersama. Yakni lewat audiensi dengan menyertakan perwakilan sebanyak 20 orang. Namun, SMM masih berkukuh menggelar aksi.

Diketahui, dalam demonstrasi itu SMM menyampaikan lima tuntutan kepada bupati Kudus. Pertama suporter mendesak bupati dapat membantu mengembangkan dan menghidupkan program pembinaan yang dimulai sejak dini. Berada di kompetisi sepak bola berjenjang di berbagai level usia hingga penyediaan infrastruktur olahraga yang memadai.

Selanjutnya, bupati diminta untuk memperbaiki induk olahraga di Kudus yaitu KONI dan Askab PSSI Kudus. Ketiga, suporter mendesak adanya tanggung jawab bupati terhadap kiprah dan prestasi Persiku selama masih menjabat.

Keempat, Hartopo diminta proaktif dalam peran membantu mencarikan investor atau sponsor untuk pembiayaan Persiku Kudus. Agar tidak melulu ketergantungan dengan dana APBD.

“Selanjutnya, bupati menjamin Persiku Kudus naik kasta musim ini. Serta menyiapkan tata kelola kepengurusan yang sehat dan profesional,” ungkap Ketua SMM Kudus M. Ilham. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Bupati Kudus Hartopo menilai aksi Suporter Macan Muria (SMM) salah sasaran. Itulah kenapa Hartopo tak menemui SMM saat menggelar aksi demo di depan Pendopo Kudus pada Jumat (29/7) lalu.

Baca Juga : Begini Serunya Kawula Muda Kudus Pamer Outfit di Fashion Show on Street

Hartopo mengatakan, suporter seharusnya tidak menuntut bupati. Seharusnya para pendukung Persiku menuntut Askab PSSI Kudus, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus maupun manajemen Persiku.

Dia mengatakan, urusan sepak bola sudah ada yang menangani. Pemerintah daerah dengan KONI maupun Askab PSSI Kudus hanya menjalin kemitraaan.

“Kalau mereka lari ke saya itu salah. Urusan kemajuan sepak bola ada di KONI, Askab, manajerialnya di sana. Mereka (KONI, Red) hanya kemitraan bukan milik pemerintah,” ungkapnya.

Selama ini, kata Hartopo, pemerintah daerah sudah berupaya memberi dukungan kepada Laskar Macan Muria-julukan Persiku. Yakni dengan pemberian hibah anggaran kepada KONI Kudus. Totalnya anggaran yang pernah diberikan mencapai Rp 8 miliar.

Pihaknya mendorong suporter bisa memahami regulasi yang ada. Seharusnya SMM menuntut KONI maupun Askab PSSI Kudus.

“Harus mengerti mana yang harus dituntut. Harus tahu anggaran ditaruh di mana saja dan kenapa sepak bola tidak bisa baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Ansor Kudus Soroti Naiknya Kasus Demam Berdarah

Di samping itu, Hartopo menegas dirinya tidak bisa merekomendasikan atas tuntutan pencarian sponsor untuk pendanaan tim Persiku. Pihaknya juga memberi lampau hijau jika Persiku Kudus dikelola secara mandiri. Asalkan mampu dan bisa memajukan Persiku.

Sebelumnya, bupati telah memberi kesempatan bagi SMM Kudus untuk bertemu dan berdiskusi bersama. Yakni lewat audiensi dengan menyertakan perwakilan sebanyak 20 orang. Namun, SMM masih berkukuh menggelar aksi.

Diketahui, dalam demonstrasi itu SMM menyampaikan lima tuntutan kepada bupati Kudus. Pertama suporter mendesak bupati dapat membantu mengembangkan dan menghidupkan program pembinaan yang dimulai sejak dini. Berada di kompetisi sepak bola berjenjang di berbagai level usia hingga penyediaan infrastruktur olahraga yang memadai.

Selanjutnya, bupati diminta untuk memperbaiki induk olahraga di Kudus yaitu KONI dan Askab PSSI Kudus. Ketiga, suporter mendesak adanya tanggung jawab bupati terhadap kiprah dan prestasi Persiku selama masih menjabat.

Keempat, Hartopo diminta proaktif dalam peran membantu mencarikan investor atau sponsor untuk pembiayaan Persiku Kudus. Agar tidak melulu ketergantungan dengan dana APBD.

“Selanjutnya, bupati menjamin Persiku Kudus naik kasta musim ini. Serta menyiapkan tata kelola kepengurusan yang sehat dan profesional,” ungkap Ketua SMM Kudus M. Ilham. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru