22.6 C
Kudus
Sunday, May 28, 2023

Bersengketa, Rumah Warga Perumahan Graha Alka Kudus Dipasang Banner Warning

KUDUS – Sekitar pukul 09.30 kemarin, suasana Perumahan Graha Alka tampak sepi. Hanya terlihat dua orang laki-laki yang tengah membersihkan halaman depan rumah. Salah satunya Sholikhul, penghuni rumah Blok B perumahan itu.

Selain sepi, penampakan tak biasa juga terlihat pada beberapa rumah warga. Yakni, terdapat banner yang berisi warning atau peringatan. Bahkan, ada juga rumah yang tampak lama tak terurus dan tertutup rapat.

Diberitakan sebelumnya, 68 warga tertipu pembelian rumah di Perumahan Graha Alka Kudus. Pada Kamis (30/3) lalu, 16 korban mendatangi Kantor Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kudus. Terkait masalah pengesahan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) atau pembelian rumah. Rumah yang mereka beli dengan sistem cash tempo itu, ternyata jadi jaminan bank.


”Banner dipasang sejak Jumat (30/3) malam. Di perumahan ini ada lima blok. Dari blok A sampai E. Di sini belum ada ketua RT. Adanya ketua paguyuban,” kata Sholikhul saat ditemui di depan rumahnya kemarin.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kudus, salah satu banner tersebut, sebagian bertuliskan Komite Advokasi Perumahan Graha Alka Kaliwungu, WARNING!!!, rumah ini blok B 14 dengan NO SHGB 00029 sedang menuju objek sengketa di PN Kudus, berdasarkan kode & tgl register PN KDS-21032023GGB pada tanggal 21 Maret 2023.

Sholikhul sendiri asli dari Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Dia membeli rumah di Perumahan Graha Alka seharga Rp 164 juta. Dia tinggal di Blok B, hidup bersama istri dan satu anaknya.

Baca Juga :  Breaking News! Bus Rombongan Asal Kudus Terguling di Alas Roban

”Sebenarnya pihak pengembang sudah pernah klarifikasi, dimediasi juga, dan menjanjikan sertifikat diproses,” katanya sembari menunjukkan salah satu rumah yang sudah lunas dan sekarang rumah tersebut sudah laku terjual (oleh pihak kedua).

Sementara itu, Susanto, 67, warga Blok C 12 mengungkapkan, selama dia tinggal bersama istrinya Sulastri, 63, sejak 2021, akses menuju perumahan belum jelas. Belum ada plang (papan penunjuk). Meski begitu, patokan utama untuk bisa menuju perumahan adalah RSU Kumala Siwi. Namun, kondisi jalan sekitar 90 meter dari rumah sakit menuju perumahan cukup sulit, karena jalan berupa tanah bebatuan. (ark/lin)






Reporter: Arika Khoiriya

KUDUS – Sekitar pukul 09.30 kemarin, suasana Perumahan Graha Alka tampak sepi. Hanya terlihat dua orang laki-laki yang tengah membersihkan halaman depan rumah. Salah satunya Sholikhul, penghuni rumah Blok B perumahan itu.

Selain sepi, penampakan tak biasa juga terlihat pada beberapa rumah warga. Yakni, terdapat banner yang berisi warning atau peringatan. Bahkan, ada juga rumah yang tampak lama tak terurus dan tertutup rapat.

Diberitakan sebelumnya, 68 warga tertipu pembelian rumah di Perumahan Graha Alka Kudus. Pada Kamis (30/3) lalu, 16 korban mendatangi Kantor Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kudus. Terkait masalah pengesahan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) atau pembelian rumah. Rumah yang mereka beli dengan sistem cash tempo itu, ternyata jadi jaminan bank.

”Banner dipasang sejak Jumat (30/3) malam. Di perumahan ini ada lima blok. Dari blok A sampai E. Di sini belum ada ketua RT. Adanya ketua paguyuban,” kata Sholikhul saat ditemui di depan rumahnya kemarin.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kudus, salah satu banner tersebut, sebagian bertuliskan Komite Advokasi Perumahan Graha Alka Kaliwungu, WARNING!!!, rumah ini blok B 14 dengan NO SHGB 00029 sedang menuju objek sengketa di PN Kudus, berdasarkan kode & tgl register PN KDS-21032023GGB pada tanggal 21 Maret 2023.

Sholikhul sendiri asli dari Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Dia membeli rumah di Perumahan Graha Alka seharga Rp 164 juta. Dia tinggal di Blok B, hidup bersama istri dan satu anaknya.

Baca Juga :  Bikin Wisata Edukasi, The Hills Vaganza Kudus Kembangkan Agrowisata

”Sebenarnya pihak pengembang sudah pernah klarifikasi, dimediasi juga, dan menjanjikan sertifikat diproses,” katanya sembari menunjukkan salah satu rumah yang sudah lunas dan sekarang rumah tersebut sudah laku terjual (oleh pihak kedua).

Sementara itu, Susanto, 67, warga Blok C 12 mengungkapkan, selama dia tinggal bersama istrinya Sulastri, 63, sejak 2021, akses menuju perumahan belum jelas. Belum ada plang (papan penunjuk). Meski begitu, patokan utama untuk bisa menuju perumahan adalah RSU Kumala Siwi. Namun, kondisi jalan sekitar 90 meter dari rumah sakit menuju perumahan cukup sulit, karena jalan berupa tanah bebatuan. (ark/lin)






Reporter: Arika Khoiriya

Most Read

Artikel Terbaru