alexametrics
23.7 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Tunjang PTM 100 Persen, 600 Guru di Kudus Disuntik Booster

KUDUS – Guru SMP dan SMA/SMK menjalani vaksinasi booster di Pusat Belajar Guru (PBG). Ada sekitar 600 guru, dengan jenis vaksin AstraZeneca. Booster bagi guru itu untuk menunjang keberlangsungan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Salah satu guru SMK Wisuda Karya Gawat Purwanto, mengatakan merasakan cemas ikut vaksin booster. Karena, mendengar cerita-cerita orang yang sudah suntik booster, ada yang mengalami demam sehari dan lainnya.

Bismillah, saya beranikan diri suntik booster. Mengingat usia saya 60 tahun jadi masuk masyarakat rentan yang perlu di-booster. Memang saya punya riwayat tekanan darah tinggi, tapi masih tergolong normal,” terangnya.


Gawat yang mengajar Bahasa Indonesia di SMK Wisuda Karya usai disuntik hanya merasakan linu di lengan. Menurutnya wajar, terkena jarum suntik pasti linu. Selama setengah jam ia tidak merasakan apa-apa, kondisi tubuhnya masih normal.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kasi Kurikulum Afri Shofianingrum, menjelaskan vaksin booster rata-rata sekolah sudah dijadwalkan dari puskesmas. Untuk yang kemarin, sekolah yang belum ada jadwal.

Baca Juga :  Tokoh Samin di Kudus Meninggal Dunia, Jenazah Dimakamkan di Dalam Rumah

”Sebetulnya, jadwalnya untuk seluruh pegawai Disdikpora Jepara, cuma ada informasi kalau vaksinnya disediakan 600 dosis. Sehingga kami data sekolah yang belum ada jadwal, ternyata SMA/SMK belum ada jadwal, berhubung terbatas dosis vaksinnya kami gilir,” imbuhnya.

Ia menambahkan, vaksin booster di PBG terdiri dari SMP 1 Kudus berjumlah 59 guru, SMP 4 Kudus 54 guru, SMP 5 Kudus 52 guru, SMP 1 Jati 56 guru, SMP Tahfidz Duta Aswaja tujuh guru, SMK Wisuda Karya 100 guru, SMP 2 Jati 60 guru, dan SMA 1 Kudus 96 guru.

Booster pekan lalu juga sudah dilakukan, memang guru wajib mengikuti booster selama kondisi sehat,” ujarnya. (san/war)

 






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Guru SMP dan SMA/SMK menjalani vaksinasi booster di Pusat Belajar Guru (PBG). Ada sekitar 600 guru, dengan jenis vaksin AstraZeneca. Booster bagi guru itu untuk menunjang keberlangsungan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Salah satu guru SMK Wisuda Karya Gawat Purwanto, mengatakan merasakan cemas ikut vaksin booster. Karena, mendengar cerita-cerita orang yang sudah suntik booster, ada yang mengalami demam sehari dan lainnya.

Bismillah, saya beranikan diri suntik booster. Mengingat usia saya 60 tahun jadi masuk masyarakat rentan yang perlu di-booster. Memang saya punya riwayat tekanan darah tinggi, tapi masih tergolong normal,” terangnya.

Gawat yang mengajar Bahasa Indonesia di SMK Wisuda Karya usai disuntik hanya merasakan linu di lengan. Menurutnya wajar, terkena jarum suntik pasti linu. Selama setengah jam ia tidak merasakan apa-apa, kondisi tubuhnya masih normal.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kasi Kurikulum Afri Shofianingrum, menjelaskan vaksin booster rata-rata sekolah sudah dijadwalkan dari puskesmas. Untuk yang kemarin, sekolah yang belum ada jadwal.

Baca Juga :  Tumpukan Sampah di Jembatan Kesambi Kudus Sumbat Aliran Sungai 

”Sebetulnya, jadwalnya untuk seluruh pegawai Disdikpora Jepara, cuma ada informasi kalau vaksinnya disediakan 600 dosis. Sehingga kami data sekolah yang belum ada jadwal, ternyata SMA/SMK belum ada jadwal, berhubung terbatas dosis vaksinnya kami gilir,” imbuhnya.

Ia menambahkan, vaksin booster di PBG terdiri dari SMP 1 Kudus berjumlah 59 guru, SMP 4 Kudus 54 guru, SMP 5 Kudus 52 guru, SMP 1 Jati 56 guru, SMP Tahfidz Duta Aswaja tujuh guru, SMK Wisuda Karya 100 guru, SMP 2 Jati 60 guru, dan SMA 1 Kudus 96 guru.

Booster pekan lalu juga sudah dilakukan, memang guru wajib mengikuti booster selama kondisi sehat,” ujarnya. (san/war)

 






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/