STROKE merupakan penyakit pembuluh darah otak dengan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat, berupa defisit neurologis fokal dan global yang dapat memberat dan berlangsung selama 24 jam atau lebih hingga dapat menyebabkan kecacatan maupun kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain gangguan pembuluh darah otak.
Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel dan/ atau jaringan.
Kenali gejala awal stroke dengan metode B.E.F.A.S.T, yaitu:
- Balance (keseimbangan), keluhan kehilangan keseimbangan, bisa juga berupa pusing atau kepala yang berat serta cenderung berpegangan pada sesuatu atau duduk.
- Eye (mata), adanya gangguan pada fungsi mata, seperti penglihatan yang kabur.
- Face (wajah), wajah terlihat tidak simetris antara kanan dan kiri, turun sebelah.
- Arm (lengan), adanya kelemahan pada lengan, jika lengan kanan dan kiri diangkat maka tingginya tidak sama.
- Speech (bicara), adanya kesulitan bicara, bicara tidak jelas, atau bahkan tidak bisa bicara.
- Time (waktu), bila mendapati keluhan tersebut, segera bawa pasien ke rumah sakit.
Stroke ada dua macam, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik adalah kondisi berkurangnya aliran darah karena adanya sumbatan di pembuluh darah di otak.
Sedangkan stroke hemoragik adalah kondisi pecahnya pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan dan penumpukan darah di otak.
Theodorus Kevin H, Sp.N, dokter spesialis saraf RS Keluarga Sehat, mengatakan “jika gejala stroke muncul yang harus dilakukan adalah segera bawa pasien ke rumah sakit, semakin cepat pasien tiba di rumah sakit maka penanganan yang diberikan kepada pasien dapat semakin maksimal.
Setibanya di rumah sakit pasien perlu segera dilakukan CT Scan kepala, apabila dari hasil pemeriksaan CT Scan kepala didapatkan sumbatan pada pembuluh darah otak, maka pada pasien tersebut dapat dilakukan pemberian terapi trombolitik, misalnya dengan alteplase, yang bertujuan untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah otak”.
Terapi trombolitik merupakan metode pengobatan yang bertujuan melarutkan gumpalan darah berbahaya. Pasalnya, gumpalan darah tersebut dapat menyumbat pembuluh darah arteri maupun vena.
Kondisi tersebut akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius yang mengancam nyawa. Bila sumbatan ini terjadi pada pembuluh darah otak maka terjadilah stroke iskemik.
Sebagai upaya dalam penanganan cepat untuk pasien stroke, kami mempunyai layanan Stroke Center siap siaga 24 jam yang dapat dihubungi pada nomor telepon Emergency Call 085-855-911-911 yang juga dapat di akses melalui Aplikasi KSH Online.
Dengan penanganan yang maksimal maka risiko kecacatan bahkan kematian akibat stroke dapat diminimalkan. Setiap detik berharga, jangan menunda.
Apabila terjadi kecurigaan serangan stroke bawalah segera pasien ke rumah sakit. Selain itu, penting untuk melakukan medical check up guna deteksi dini, mencegah terjadinya serangan stroke maupun gangguan kesehatan lain. (*)
Editor : Ali Mustofa