
RADAR KUDUS – Minuman kemasan dengan berbagai rasa semakin mudah ditemukan, mulai dari teh, kopi susu, minuman cokelat, hingga minuman berperisa buah.
Rasanya yang manis dan praktis membuat produk tersebut kerap menjadi pilihan untuk menemani aktivitas sehari-hari, khususnya anak muda.
Namun, di balik kemasan yang menarik, kandungan gula dalam minuman perlu diperhatikan.
Tidak sedikit konsumen yang hanya melihat merek, rasa, atau harga tanpa membaca informasi nilai gizi sebelum membeli.
Untuk membantu masyarakat mengenali kandungan gizi, pemerintah mulai memperkenalkan sistem pelabelan bernama Nutri-Level.
Sistem ini menggunakan kombinasi huruf dan warna untuk memberikan gambaran mengenai kandungan gula, garam atau natrium, serta lemak dalam minuman.
Lantas, bagaimana cara membaca kode warna tersebut?
Mengenal Nutri-Level, Label Gizi dengan Empat Warna
Nutri-Level merupakan sistem pengelompokan pangan berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemak. Informasi ini ditampilkan menggunakan huruf A, B, C, dan D yang masing-masing memiliki warna berbeda.
Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026, terdapat empat kategori Nutri-Level, yaitu:
Level A (hijau tua): Menunjukkan kategori dengan kandungan zat gizi yang lebih rendah.
Level B (hijau muda): Menunjukkan kategori di atas Level A.
Level C (kuning): Menunjukkan kategori di atas Level B.
Level D (merah): Menunjukkan kategori dengan kandungan zat gizi yang lebih tinggi.
Semakin tinggi levelnya, semakin besar kandungan gula, natrium, atau lemak total yang menjadi dasar pengelompokan.


