Sunscreen atau Sunblock? Kenali Perbedaannya agar Tidak Keliru Memilih Tabir Surya

RADAR KUDUS — Sunscreen dan sunblock sama-sama digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet, tetapi keduanya sering dipahami sebagai produk dengan cara kerja yang sepenuhnya berbeda.
Pembeda utama tabir surya justru terletak pada jenis bahan aktifnya, yaitu filter kimia, mineral, atau gabungan keduanya. Karena itu, mengenali kandungan produk lebih penting daripada hanya berpatokan pada sebutan sunscreen maupun sunblock.
Dalam penggunaan sehari-hari, istilah sunscreen kerap dikaitkan dengan tabir surya berfilter kimia, sedangkan sunblock biasanya merujuk pada tabir surya mineral atau fisik.
Namun, pembagian tersebut tidak berarti keduanya berada di luar kelompok produk yang sama.
Tabir surya mineral juga termasuk sunscreen, sehingga istilah sunscreen tidak hanya berlaku untuk produk berfilter kimia.
Pembagian yang lebih jelas adalah tabir surya kimia, mineral, dan hibrida.
Produk hibrida memadukan filter kimia dengan filter mineral dalam satu formula. Dengan memahami pembagian ini, pengguna dapat membedakan produk melalui daftar bahan aktifnya, bukan sekadar nama yang digunakan pada kemasan.
Bahan aktif yang digunakan
Tabir surya mineral yang sering disebut sunblock menggunakan zinc oxide, titanium dioxide, atau kombinasi keduanya.
Bahan tersebut merupakan filter mineral yang membantu melindungi kulit dari radiasi ultraviolet. Keberadaan bahan aktif ini menjadi penanda utama untuk mengenali tabir surya mineral.
Sementara itu, tabir surya kimia menggunakan filter seperti avobenzone, octisalate, atau octinoxate.
Jenis dan kombinasi filter dapat berbeda ant arproduk, sehingga dua produk yang sama-sama disebut sunscreen belum tentu mempunyai susunan bahan aktif yang serupa.



