Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah GERD Bisa Memicu Kematian Mendadak? Ini Penjelasan Medisnya

R

 

Ilustrasi sakit perut
Ilustrasi sakit perut

RADAR KUDUS – Kabar meninggalnya seorang selebgram muda di Jakarta Selatan memicu perbincangan luas di media sosial.


Advertisement

Riwayat penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan radang usus yang sempat ia alami membuat sebagian warganet mempertanyakan kemungkinan GERD menjadi penyebab kematian mendadak.

Secara medis, GERD tidak menyebabkan kematian secara langsung maupun tiba-tiba. Penyakit ini terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menimbulkan keluhan seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada, mual, hingga muntah.

Pada umumnya, GERD dapat dikendalikan melalui pengobatan rutin dan perubahan pola hidup.

Advertisement

Meski demikian, kondisi yang tidak tertangani dengan baik dapat memicu komplikasi. Peradangan kronis pada kerongkongan berisiko menimbulkan luka, penyempitan saluran, hingga gangguan menelan.

Dalam situasi tertentu, infeksi berat yang berkembang menjadi infeksi sistemik atau sepsis dapat memperburuk keadaan dan berujung fatal.

Penggunaan obat-obatan seperti antibiotik dan pereda nyeri dalam kondisi tertentu juga dapat memengaruhi saluran cerna.

Advertisement

Pada sebagian pasien, obat tersebut dapat memicu kekambuhan GERD, menurunkan nafsu makan, dan memperlemah kondisi tubuh secara keseluruhan.

Peradangan usus yang dialami pasien juga tidak selalu berdiri sendiri. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan lain dalam sistem pencernaan.

Oleh karena itu, keluhan mual dan muntah berkepanjangan yang tidak membaik meski telah mendapatkan pengobatan perlu dievaluasi lebih lanjut.

Pemeriksaan endoskopi menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui penyebab pasti keluhan saluran cerna.

Melalui prosedur ini, kondisi kerongkongan, lambung, hingga usus dua belas jari dapat diperiksa secara langsung sehingga potensi luka serius, peradangan berat, maupun tumor dapat terdeteksi sejak dini.

Penanganan GERD yang tidak tuntas juga berpotensi menimbulkan kekambuhan saat tubuh mengalami kondisi tertentu, seperti kehamilan atau stres fisik lainnya.

Pada trimester awal kehamilan, misalnya, perubahan hormonal dapat memperburuk gejala asam lambung.

Karena itu, penderita GERD dianjurkan menjalani pengobatan secara teratur dan melakukan evaluasi menyeluruh hingga kondisi benar-benar terkendali.

Pengawasan medis yang tepat menjadi kunci agar gangguan asam lambung tidak memperburuk penyakit lain yang mungkin muncul.

Pada akhirnya, GERD bukanlah penyebab kematian mendadak secara langsung. Namun, pengabaian gejala, keterlambatan pemeriksaan, serta komplikasi berat dapat meningkatkan risiko kondisi yang lebih serius.

Kesadaran untuk memeriksakan diri dan menjalani terapi secara konsisten menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. (Rani)

Advertisement

Artikel Terkait

Menerapkan Pola Hidup Sehat Menjadi Langkah Penting untuk Menjaga Kualitas Hidup

Menerapkan Pola Hidup Sehat Menjadi Langkah Penting untuk Menjaga Kualitas Hidup

Panduan menerapkan pola hidup sehat melalui makanan bergizi, olahraga, tidur cukup, kesehatan mental, dan pemeriksaan kesehatan.

6 Cara Melembapkan Bibir Secara Alami agar Tidak Kering dan Pecah-Pecah

6 Cara Melembapkan Bibir Secara Alami agar Tidak Kering dan Pecah-Pecah

Bibir kering dan pecah-pecah dapat mengganggu kenyamanan serta penampilan. Ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk menjaga kelembapan bibir.

Jangan Anggap Sepele! Ini 7 Cara Mencegah Stroke di Usia Muda, Mulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Jangan Anggap Sepele! Ini 7 Cara Mencegah Stroke di Usia Muda, Mulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Cara mencegah stroke di usia muda bisa dimulai dengan pola hidup sehat. Kenali 7 langkah pencegahan dan gejala stroke yang wajib diwaspadai.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer