alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Diet Sehat, Kuncinya Makan Bergizi

METODE diet puasa tak boleh asal diterapkan. Harus faham tujuan dietnya. Mau menurunkan badan atau menjaga kesehatan tubuh. Tipsnya harus makan yang bergizi dan perbanyak minum air mineral.

Seiring berkembangnya zaman, diet menjadi gaya hidup. Kalau seseorang sering makan berlemak, berarti bisa dibilang sedang menjalani diet berlemak. Menurut Dokter Dinda Ines Secsaria, banyak tujuan melakukan diet ini.

”Semakin kesini, diet diartikan untuk mengatur pola makan. Agar bisa turun berat badannya,” kata dokter UGD RSUD Sunan Kalijaga Demak itu.

Narasumber: Dokter Dinda Ines Secsaria. (DOK PRIBADI FOR RADAR KUDUS)

Diet tidak hanya berfungsi untuk menurunkan berat badan. Harus diatur dari pengaturan pola makan. Diet ini punya banyak tujuan. Baik kesehatan hingga menurunkan berat badan.

Untuk intermittent fasting atau lebih akrab dikenal dengan diet puasa ini juga hampir sama. Bedanya, hanya metodenya saja. Yaitu, mengatur pola makan dengan cara berpuasa. Makan selama beberapa waktu yang sudah ditentukan jamnya.

”Tapi ini tidak semerta-merta puasa. Hanya istilahnya saja. Di antara waktu makan yang ditentukan, masih bisa mengonsumsi air mineral,” imbuh perempuan usia 23 tahun itu.

Intermittent fasting ini bisa banyak caranya. Di antaranya, 16 jam puasa, delapan jam makan (bisa makan sepuasnya). Istilahnya 16/8. Kemudian ada eat stop eat. 24 jam makan, 24 jam puasa, dan 24 jam makan. Gampangnya, sehari bebas makan, hari berikutnya puasa.

”Diet puasa tidak mengatur makanan apa yang harus dikurangi atau dikonsumsi. Tetapi kapan kita bisa makan dan kapan harus berhenti makan alias puasa,” jelas dokter kelahiran Pati itu.

Baca Juga :  Kelamaan Main Gadget Bikin Mata Tak Sehat

Dokter Dinda menyampaikan beberapa tips agar bisa menjalani diet ini. Yang terpenting itu banyak minum air mineral. Biar tidak dehidrasi selama periode puasa. Lalu makanan yang dikonsumsi juga bergizi. Tak boleh asal makan. Biar sehat.

”Namanya diet sehat berarti yang dimakan juga harus yang bergizi seimbang selama periode makan. Mindset-nya juga dijaga. Bukan berarti kalau puasa ga boleh makan sama sekali. Tetapi lebih untuk istirahat dari makanan yang ga baik untuk tubuh,” paparnya.

Menerapkan diet puasa ini tak boleh sembarangan dilakukan. Harus faham dan mengerti tujuan dietnya. Selain itu, konsultasi dokter ataupun ahli gizi diperlukan. Agar tidak salah diet. ”Biar tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Untuk pemula, bisa dicoba kalau puasanya di malam hari. Jadi waktu yang terlewat ngga kerasa,” kata dokter yang pernah mengikuti pertukaran pelajar di Italia itu.

Cara yang paling mudah dengan mengurangi porsi makan dulu. Sedikit demi sedikit dikurangi. Hingga terbiasa dengan porsi yang sedikit. Kemudian baru menjalani diet puasa.

”Kalau belum terbiasa nanti tubuh tidak siap. Takutnya timbul efek kehilangan konsentrasi. Bahkan bisa pingsan. Oleh  karena itu, asupan air perlu diperhatikan juga. Jadi tidak asal-asalan. Konsultasi itu penting,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

METODE diet puasa tak boleh asal diterapkan. Harus faham tujuan dietnya. Mau menurunkan badan atau menjaga kesehatan tubuh. Tipsnya harus makan yang bergizi dan perbanyak minum air mineral.

Seiring berkembangnya zaman, diet menjadi gaya hidup. Kalau seseorang sering makan berlemak, berarti bisa dibilang sedang menjalani diet berlemak. Menurut Dokter Dinda Ines Secsaria, banyak tujuan melakukan diet ini.

”Semakin kesini, diet diartikan untuk mengatur pola makan. Agar bisa turun berat badannya,” kata dokter UGD RSUD Sunan Kalijaga Demak itu.

Narasumber: Dokter Dinda Ines Secsaria. (DOK PRIBADI FOR RADAR KUDUS)

Diet tidak hanya berfungsi untuk menurunkan berat badan. Harus diatur dari pengaturan pola makan. Diet ini punya banyak tujuan. Baik kesehatan hingga menurunkan berat badan.

Untuk intermittent fasting atau lebih akrab dikenal dengan diet puasa ini juga hampir sama. Bedanya, hanya metodenya saja. Yaitu, mengatur pola makan dengan cara berpuasa. Makan selama beberapa waktu yang sudah ditentukan jamnya.

”Tapi ini tidak semerta-merta puasa. Hanya istilahnya saja. Di antara waktu makan yang ditentukan, masih bisa mengonsumsi air mineral,” imbuh perempuan usia 23 tahun itu.

Intermittent fasting ini bisa banyak caranya. Di antaranya, 16 jam puasa, delapan jam makan (bisa makan sepuasnya). Istilahnya 16/8. Kemudian ada eat stop eat. 24 jam makan, 24 jam puasa, dan 24 jam makan. Gampangnya, sehari bebas makan, hari berikutnya puasa.

”Diet puasa tidak mengatur makanan apa yang harus dikurangi atau dikonsumsi. Tetapi kapan kita bisa makan dan kapan harus berhenti makan alias puasa,” jelas dokter kelahiran Pati itu.

Baca Juga :  Cara Rawat Rambut untuk Hijaber: Makin Mantul dengan Sampo Mentol

Dokter Dinda menyampaikan beberapa tips agar bisa menjalani diet ini. Yang terpenting itu banyak minum air mineral. Biar tidak dehidrasi selama periode puasa. Lalu makanan yang dikonsumsi juga bergizi. Tak boleh asal makan. Biar sehat.

”Namanya diet sehat berarti yang dimakan juga harus yang bergizi seimbang selama periode makan. Mindset-nya juga dijaga. Bukan berarti kalau puasa ga boleh makan sama sekali. Tetapi lebih untuk istirahat dari makanan yang ga baik untuk tubuh,” paparnya.

Menerapkan diet puasa ini tak boleh sembarangan dilakukan. Harus faham dan mengerti tujuan dietnya. Selain itu, konsultasi dokter ataupun ahli gizi diperlukan. Agar tidak salah diet. ”Biar tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Untuk pemula, bisa dicoba kalau puasanya di malam hari. Jadi waktu yang terlewat ngga kerasa,” kata dokter yang pernah mengikuti pertukaran pelajar di Italia itu.

Cara yang paling mudah dengan mengurangi porsi makan dulu. Sedikit demi sedikit dikurangi. Hingga terbiasa dengan porsi yang sedikit. Kemudian baru menjalani diet puasa.

”Kalau belum terbiasa nanti tubuh tidak siap. Takutnya timbul efek kehilangan konsentrasi. Bahkan bisa pingsan. Oleh  karena itu, asupan air perlu diperhatikan juga. Jadi tidak asal-asalan. Konsultasi itu penting,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/