JEPARA – Kebakaran besar melanda sebuah gudang busa di wilayah Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, pada Rabu (11/3/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Api dengan cepat membesar karena material di dalam bangunan didominasi busa yang sangat mudah terbakar.
Beberapa kali suara ledakan juga terdengar dari lokasi kejadian sehingga membuat warga sekitar panik.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Gudang Busa di Nalumsari Jepara Terbakar, Terdengar Suara Ledakan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api pertama kali terlihat dari area pabrik PT Chengqi Industrial Indonesia yang berada di Desa Pringtulis.
Api kemudian menjalar dengan cepat ke sejumlah bagian bangunan produksi. Asap hitam tebal tampak membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan.
Kapolsek Nalumsari AKP Agus Umar menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 20.00 WIB.
Setelah memastikan kebenaran informasi tersebut, polisi segera berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.
“Sekitar pukul 20.00 kami mendapat laporan dari warga mengenai kebakaran di pabrik PT Chengqi. Setelah dipastikan benar, kami langsung menghubungi petugas pemadam,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Sejumlah armada pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk mengatasi kobaran api yang terus membesar.
Baca Juga: Operasi Pekat Polres Jepara, Bocah 17 Tahun Terjaring Jadi Pengedar dan Konsumsi Sabu
Petugas harus bekerja keras menjinakkan si jago merah karena bahan produksi di dalam bangunan berupa busa yang mudah terbakar sehingga mempercepat penyebaran api.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara Edy Marwoto menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 20.01 WIB.
Tak lama kemudian tim pemadam langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 20.15 WIB.
“Ketika petugas sampai di lokasi, kondisi bangunan sudah terbakar cukup besar,” jelasnya.
Total tujuh armada dikerahkan dalam proses pemadaman.
Lima unit berasal dari Damkar Kabupaten Jepara, satu unit dari PT ALS, serta satu kendaraan suplai air milik PT HWI.
Petugas berjibaku selama sekitar tiga jam untuk mengendalikan kobaran api.
Beruntung lokasi pabrik tidak jauh dari aliran sungai sehingga memudahkan proses pengambilan air untuk pemadaman.
Meski demikian, petugas sempat mengalami kendala karena akses menuju titik api cukup sulit.
Bangunan pabrik memiliki tembok tinggi sekitar tujuh meter sehingga petugas tidak dapat langsung masuk melalui bagian depan.
Padahal sumber api diketahui berada di area tersebut. Akibatnya petugas harus mencari jalur lain dengan memutar melalui bagian belakang bangunan.
Kondisi di belakang pabrik juga tidak sepenuhnya mudah dilalui karena sedang berlangsung aktivitas rekonstruksi.
Perbaikan itu merupakan dampak dari kebakaran yang pernah terjadi di lokasi yang sama pada pertengahan Januari lalu.
Baca Juga: Diserbu 810 Buyer di IFEX, Transaksi Mebel Jepara Nyaris Rp 8 Miliar
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu petugas melanjutkan proses pendinginan selama kurang lebih satu jam guna memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa.
Dari hasil pendataan sementara, area yang terdampak kebakaran meliputi sebagian ruang produksi serta sebagian kantor administrasi.
Luas bangunan yang terbakar diperkirakan sekitar 40 hingga 60 meter persegi.
Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 3 miliar.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.
Sejumlah dugaan sempat muncul, mulai dari aktivitas pengelasan hingga kemungkinan kebocoran gas elpiji yang kemudian menyambar mesin serta bahan busa di dalam gudang.
Petugas kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pekerja yang berada di lokasi saat kejadian, termasuk mereka yang diketahui sedang bekerja lembur pada malam itu.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar karena lokasi tersebut sebelumnya juga pernah mengalami kebakaran pada Januari lalu yang bahkan menelan korban jiwa.
Hingga kini pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.