JEPARA – Duel panas antara Persijap Jepara dan Persis Solo pada pekan ke-24 kompetisi BRI Super League Indonesia musim 2025/2026 berakhir tanpa pemenang.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (5/3/2026) malam, ditutup dengan skor 0-0.
Namun laga bertajuk Derby Jawa Tengah tersebut tidak hanya menyajikan persaingan sengit di lapangan.
Ketegangan juga terjadi di tribun penonton hingga memicu bentrokan antarsuporter menjelang akhir pertandingan.
Baca Juga: Bentrok Suporter Warnai Laga Persijap vs Persis di Jepara, Ini Penyebab Awalnya
Ketegangan Sudah Terasa Sejak Babak Pertama
Atmosfer panas sudah terasa sejak awal pertandingan. Suporter tim tamu yang datang dari Solo sempat melayangkan protes kepada panitia pelaksana karena merasa tidak memperoleh tempat duduk meskipun telah membeli tiket pertandingan.
Akibat situasi tersebut, sejumlah pendukung tim tamu terpaksa berdiri dan berdesakan sepanjang laga berlangsung. Kondisi ini membuat suasana di tribun menjadi semakin tidak kondusif.
Sementara itu, di lapangan pertandingan berlangsung cukup ketat. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati karena sama-sama membutuhkan poin untuk menjauh dari zona degradasi.
Petasan dan Lemparan Botol Picu Keributan
Kericuhan mulai memuncak menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-85, terdengar suara letupan yang diduga berasal dari petasan di area tribun yang ditempati suporter tim tamu.
Suara tersebut memancing reaksi dari kelompok suporter lain. Beberapa pendukung mulai saling melontarkan ejekan dan memicu aksi saling lempar benda, termasuk botol minuman.
Pagar pembatas antartribun bahkan sempat didorong oleh sebagian suporter yang terbawa emosi. Situasi ini membuat aparat keamanan harus turun tangan untuk mencegah keributan semakin meluas.
Beberapa kelompok suporter di tribun selatan juga ikut terdampak akibat lemparan benda dari arah tribun lain.
Kericuhan Berlanjut di Luar Stadion
Meski aparat keamanan berhasil meredakan situasi di dalam stadion, ketegangan belum sepenuhnya berakhir.
Kericuhan kembali terjadi di luar stadion ketika petugas berusaha mengawal suporter tim tamu menuju area parkir menggunakan kendaraan pengamanan.
Dalam perjalanan keluar stadion, rombongan tersebut diduga mendapat serangan dari sekelompok oknum suporter lawan. Aksi saling lempar batu pun terjadi di sekitar area stadion.
Beberapa suporter dari kedua kubu dilaporkan mengalami luka akibat bentrokan tersebut dan harus mendapatkan perawatan dari tim medis yang berjaga di lokasi.
Persijap Bermain dengan 10 Pemain
Di sisi lain, pertandingan di lapangan juga berjalan dramatis. Jose Luis Espinosa, bek Persijap, harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah dari wasit pada menit ke-78.
Kartu merah tersebut membuat Persijap harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.
Meski dalam kondisi kalah jumlah pemain, tim tuan rumah tetap mampu mempertahankan hasil imbang hingga pertandingan berakhir.
Pelatih Persijap Akui Laga Berjalan Sulit
Pelatih Persijap, Mario Lemos, mengakui pertandingan melawan Persis berjalan cukup berat bagi timnya.
Ia menilai timnya tidak tampil dalam performa terbaik, namun tetap bersyukur mampu mengamankan satu poin dari laga tersebut.
Menurutnya, tambahan satu poin tetap penting dalam upaya Persijap memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Hasil imbang tersebut membuat Persijap mengoleksi 20 poin dan masih bersaing ketat dengan sejumlah tim di papan bawah, termasuk Madura United FC.
Lemos juga mengungkapkan beberapa pemain belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Salah satunya adalah Diogo Brito yang tetap dimainkan meskipun belum sepenuhnya pulih.
Evaluasi Keamanan Laga Derby
Insiden kericuhan dalam pertandingan ini diperkirakan akan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara kompetisi dan pihak keamanan.
Laga derby antar tim dari wilayah yang sama sering kali memiliki tensi tinggi, sehingga diperlukan pengamanan ekstra untuk mencegah terjadinya konflik di antara suporter.
Pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan keamanan stadion, termasuk pengaturan tempat duduk dan pengawasan di area tribun, agar pertandingan sepak bola dapat berlangsung aman dan nyaman bagi semua pihak.
Editor : Mahendra Aditya