JEPARA — Warga Muhammadiyah di Kabupaten Jepara menggelar shalat Tarawih pertama Ramadhan 1447 Hijriah, pada Selasa (17/2) malam.
Hal ini sejalan dengan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadhan, jatuh pada Rabu (18/2).
Di antara yang melaksanakan shalat Tarawih pada Selasa malam adalah Masjid At-Taqwa. Berada di Jalan AR. Hakim, Kauman, Kecamatan Jepara.
Pada shalat Tarawih pertama tersebut, ratusan jemaah memenuhi masjid. Hingga meluber ke pelataran luar, yang digunakan sebagai saf shalat bagi jemaah perempuan.
Mereka tampak khusyuk, mengikuti rakaat demi rakaat secara saksama.
Di bawah naungan masjid bergaya arsitektur Mediterania tersebut, jemaah mengikuti shalat Tarawih hingga selesai.
Jeda antara shalat Tarawih dengan shalat Witir diselingi dengan kultum. Tema yang dibawakan seputar pentingnya meningkatkan ketaqwaan, seiring datangnya bulan suci.
Ramadhan diharapkan menjadi satu episode transformasi spiritual yang kokoh. Beribadah secara istiqamah.
Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Muhammad Jafar (61) menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah yang hadir. Ramadhan telah tiba.
Ia mengajak umat Islam menjalankan ibadah Ramadhan sesuai tuntunan, serta istiqamah menunaikan salat tarawih hingga akhir bulan suci.
“Kami mengajak jemaah untuk konsisten beribadah, tidak hanya semangat di awal Ramadhan, tetapi sampai selesai, bahkan berlanjut hingga Ramadhan berikutnya,” pesannya saat membawakan kultum.
Masjid At-Taqwa sendiri, berdiri sejak 1998. Berada dalam satu kompleks strategis bersama Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara, SD Muhammadiyah Jepara, kantor bimbingan jemaah haji, serta kantor layanan Lazismu.
Keberadaannya menjadikan masjid ini sebagai pusat aktivitas dakwah, pendidikan, sosial, dan penguatan organisasi Muhammadiyah di Kabupaten Jepara.
Menurut Jafar, jemaah tarawih di Masjid At-Taqwa relatif stabil dari tahun ke tahun.
Bahkan, masjid tersebut pernah mendapat penghargaan dari Kementerian Agama, sebagai salah satu masjid dengan jemaah paling ramai hingga akhir Ramadhan.
“Setiap tahun rutin ada kunjungan, seperti dari Palestina. Ini menunjukkan masjid tidak eksklusif, tetapi inklusif dan terbuka untuk siapa saja,” sebutnya seusai Tarawih.
Selama Ramadan, berbagai kegiatan telah disiapkan. Selain salat Tarawih dan Witir, terdapat kultum pada jeda tarawih serta setelah salat Subuh.
Pada 10 malam terakhir, masjid membuka layanan iktikaf mulai tanggal 21 hingga 30 Ramadhan.
Masjid dibuka 24 jam. Sahur bersama juga rutin digelar, terutama pada malam-malam ganjil.
Setiap Jumat Subuh diadakan sujud tilawah, sementara buka puasa bersama dilaksanakan setiap hari selama Ramadhan.
Seusai tarawih, sebagian jemaah melanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an secara mandiri.
Jafar menambahkan, imam tarawih merupakan para alumni Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang masih muda.
Ia menegaskan bahwa takmir berperan sebagai pelayan umat, memastikan suasana masjid nyaman dan ramah bagi semua kalangan.
Regenerasi juga terus berjalan agar tidak terjadi kesenjangan antara generasi muda dan tua dalam memakmurkan masjid.
“Mari kita persiapkan diri dan fisik agar bisa berpuasa dengan lancar. Ramadhan adalah bulan untuk meningkatkan seluruh ibadah. Mari kita jaga pandangan, jaga diri, dan bersama-sama menyukseskan Ramadhan tahun ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan pemerintah melalui sidang Isbat, telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis (19/2).
“Untuk yang menjalankan ibadah puasa mulai hari Rabu ini, kami menghormati dan menghargai,” sambungnya pada Rabu (18/2).
Pihaknya menyampaikan, perbedaan adalah bagian dari kekayaan. Relasi sosial dan keagamaan seyogianya tetap berjalan harmonis.
“Masyarakat kami minta juga bisa menghargai dan menghormatinya. Sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan damai,” pungkasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa