Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Enam Korban Tewas Akibat Pesta Miras Oplosan di Jepara, Berikut Daftarnya, Polisi Dalami Kasus

Ali Mustofa • Rabu, 11 Februari 2026 | 15:50 WIB
Photo
Photo

JEPARA – Jumlah korban meninggal dunia akibat dugaan pesta minuman keras di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, terus bertambah.

Hingga Rabu (11/2/2026), tercatat enam orang meninggal dunia, sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kasi Humas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna mengatakan, jumlah korban meninggal bertambah satu orang dibandingkan laporan sebelumnya.

Awalnya, korban tewas dilaporkan sebanyak lima orang setelah kejadian pesta minuman keras yang berlangsung pada Minggu (8/2).

“Total korban meninggal dunia saat ini enam orang, sedangkan dua lainnya masih dalam perawatan,” kata AKP Dwi Prayitna.

Ia menjelaskan, kasus tersebut masih ditangani Satreskrim Polres Jepara. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Sebelumnya, pada Selasa (10/2), dilaporkan lima orang meninggal dunia dan satu korban dirawat di rumah sakit setelah diduga mengonsumsi minuman keras di wilayah Kecamatan Pakis Aji.

Aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan keterangan serta barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Hingga kini, pihak kepolisian belum merinci identitas seluruh korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan konsumsi jamu gingseng oplosan yang dijual di Desa Suwawal Timur.

Minuman tersebut disebut berasal dari Desa Bulungan dan mulai dikonsumsi warga pada Sabtu (7/2) malam.

Salah satu korban meninggal dunia diketahui bernama Eko, yang bekerja sebagai pelayan jamu gingseng tersebut.

Ia disebut menjadi orang pertama yang mencicipi minuman sebelum dijual kepada pembeli, meskipun sempat tercium aroma tidak biasa dari jamu tersebut.

Setelah dikonsumsi, minuman itu tetap dijual dan diminum oleh warga, baik dari Desa Suwawal maupun Bulungan.

Para korban mulai mengalami gejala pada Minggu (8/2) malam, sedangkan kasus kematian terjadi secara bertahap sejak Senin hingga Selasa (9–10/2).

Korban pertama yang dilaporkan meninggal adalah Nur Amin, warga Desa Suwawal Timur, pada Senin (9/2) sekitar pukul 08.00 WIB.

Beberapa jam kemudian, Sholeh, warga setempat, meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB. Pada hari yang sama, Dul Hadi, warga Desa Bulungan, juga dilaporkan meninggal sekitar pukul 18.00 WIB.

Selanjutnya pada Selasa (10/2), dua korban lain, yakni Kupat dan Ary, warga Desa Suwawal, turut meninggal dunia.

Ary dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB. Sementara itu, meninggalnya Eko kemudian menambah jumlah korban tewas menjadi enam orang.

Saat ini, kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian dan masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab pasti serta kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Editor : Ali Mustofa
#jepara #meninggal #minuman keras #polisi #jamu gingseng