JEPARA — Korban meninggal dunia akibat dugaan mengonsumsi jamu gingseng oplosan di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, kembali bertambah.
Hingga Selasa (10/2) malam, total korban meninggal dunia mencapai enam orang.
Kapolres Jepara melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengonfirmasi adanya penambahan korban tersebut.
Sebelumnya, hingga Selasa sore, jumlah korban meninggal tercatat lima orang.
Namun pada Selasa malam, satu korban lainnya dinyatakan meninggal dunia.
“Ya,” ungkap AKP Dwi Prayitna singkat saat dikonfirmasi, Selasa (10/2) pukul 23.17.
Salah satu korban meninggal diketahui bernama Eko, yang merupakan pelayan jamu gingseng tersebut.
Berdasarkan informasi dari warga Desa Suwawal Timur, Eko menjadi orang pertama yang mencicipi jamu gingseng oplosan, sebelum diperjualbelikan kepada pelanggan.
Saat itu, jamu diketahui memiliki aroma tidak biasa, namun tetap dikonsumsi.
Minuman tersebut diketahui merupakan setoran dari Desa Bulungan, pada Sabtu (7/2) sore.
Sesampainya di lokasi TKP milik R, warga Desa Suwawal Timur RT 3/RW 3, sempat terendus aroma wangi. Yang disebut-sebut aroma wangi seperti sabun.
Setelah mengawali mencicipi minuman tersebut, Eko mengaku rasa yang dihadirkan segar. Sekalipun beraroma wangi. Bahkan ia sempat bereaksi kegirangan, sembari menggoyangkan pundak dan kepala.
Jamu gingseng tersebut kemudian tetap diperjualbelikan dan dikonsumsi oleh pelanggan lain. Yang berasal dari tetangga desa, seperti Suwawal dan Bulungan.
Peristiwa ini diduga bermula pada Sabtu (7/2) malam. Setelah para korban mengonsumsi jamu gingseng yang dijual R di Desa Suwawal Timur tersebut.
Keluhan mulai dirasakan para korban pada Minggu (8/2) malam, sementara kematian terjadi secara beruntun pada Senin hingga Selasa (9–10/2).
Secara kronologis, dari korban pertama yang meninggal dunia diketahui bernama Nur Amin, warga Desa Suwawal Timur. Dikabarkan meninggal pada Senin (9/2) sekitar pukul 08.00.
Selang beberapa jam kemudian, Sholeh, warga Suwawal Timur, meninggal dunia pada Senin (9/2) siang sekitar pukul 13.00. Rumahnya 50 meter dari usaha milik R tersebut.
Korban ketiga, Dul Hadi, warga Desa Bulungan, juga dilaporkan meninggal pada Senin (9/2) pukul 18.00.
Sementara itu, korban keempat, korban dengan panggilan Kupat, warga Desa Suwawal, meninggal dunia pada Selasa (10/2) pagi.
Korban kelima, Ary, warga Desa Suwawal, juga meninggal pada Selasa (10/2) pagi, dan telah dimakamkan sekitar pukul 13.00.
Kematian Eko, menambah daftar korban keenam. Diduga dari minuman jamu gingseng oplosan tersebut.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Jepara masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk mengungkap dan memastikan duduk perkara dan penyebab kematian para korban.(fik)
Editor : Mahendra Aditya