Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bluron di Belik, Bocah Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam di Mulyoharjo Jepara

Fikri Thoharudin • Kamis, 5 Februari 2026 | 20:40 WIB
TAK TERTOLONG: Warga berusaha menolong korban yang tenggelam di Kali Senden, Mulyoharjo, Jepara.
TAK TERTOLONG: Warga berusaha menolong korban yang tenggelam di Kali Senden, Mulyoharjo, Jepara.

JEPARA — Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia. Usai tenggelam di Sungai Senden (Belik), Desa Mulyoharjo, Kecamatan/Kabupaten Jepara, Kamis (5/2) siang.

Korban diketahui bernama Muhammad Afriza Maulana, pelajar kelas V SD. Warga asal Desa Klepu RT 009/RW 002, Kecamatan Keling, yang kini tinggal di Mulyoharjo.

Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyampaikan berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB.

Saat korban bersama delapan temannya berangkat dari rumah, menuju Sungai Senden untuk bermain dan mandi.

Sekitar pukul 14.00 WIB, salah satu teman korban meminta pertolongan kepada warga setempat.

Setelah mengetahui korban tenggelam saat bermain di sungai tersebut.

Dua saksi, Karmono (64) dan Fikri Ardiawan Saputra (28), bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian di lokasi kejadian. 

Tidak berselang lama, korban ditemukan di dalam sungai, namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Korban selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian. 

Aparat melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), sebelum jenazah dibawa ke RSUD RA Kartini Jepara untuk dilakukan visum luar.

Petinggi Desa Mulyoharjo, Jupriyono, menyebutkan proses penanganan berlangsung hingga sore hari. 

Sekitar pukul 18.00 WIB, jenazah korban dipulangkan ke rumah duka yang di wilayah Kecamatan Keling.

Diketahui, Sungai Senden memiliki aliran air dengan palung cukup dalam dan tebing berbatu, yang kerap disebut warga setempat sebagai belik. 

Lokasi tersebut berada tak cukup dekat dari rumah korban yang di Mulyoharjo. Sehingga korban mulanya pergi bersama dengan 8 orang temannya.

"Awalnya Bapake (ayah korban, red) mengirim pesan WhatsApp, tapi tidak aktif. Ternyata terjadi peristiwa tersebut," katanya.

Setelah dievakuasi, kemudian pihaknya membersamai ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan.

"Penyerahan (jenazah, red) kepada keluarga sekitar pukul 18.00, dimakamkan di Keling," pungkasnya.(fik)

 

Editor : Mahendra Aditya
#bocah #jepara #tenggelam