JEPARA — Bupati Jepara Witiarso Utomo tak mengenal libur. Pada Sabtu (24/1), orang nomor satu di Kota Ukir itu turun langsung ke Desa Tempur, Kecamatan Keling, untuk mengecek progres pembukaan akses jalan alternatif Tempur–Sumanding yang dikebut pascalongsor dan banjir.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembukaan jalan alternatif berjalan sesuai rencana, sekaligus memberi dukungan kepada warga dan relawan yang selama beberapa hari terakhir bergotong royong membuka jalur penghubung antardesa.
Menurut informasi dari Carik Desa Tempur, Mahfudz Ali, jalur alternatif yang dibuka memiliki panjang sekitar 6 hingga 7 kilometer, menghubungkan Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, menuju wilayah Tempur melalui jalur perbukitan.
“Terima kasih Pak Bupati. Di hari libur masih menyempatkan diri naik ke Tempur untuk mengecek langsung kondisi desa kami, sekaligus meninjau pembukaan akses Tempur–Sumanding,” ujar Mahfudz Ali.
Akses Darurat Mulai Terbuka
Pembukaan jalan alternatif dilakukan sebagai solusi sementara setelah akses utama Desa Tempur terputus total akibat longsor yang disertai banjir beberapa waktu lalu.
Material longsor berupa tanah dan batu besar menutup badan jalan dan merusak infrastruktur pendukung, termasuk jembatan penghubung.
Saat ini, jalur alternatif tersebut sudah mulai bisa dilalui kendaraan tertentu, terutama mobil penggerak roda empat (4WD), meski kondisi jalan masih terbatas dan belum sepenuhnya aman untuk kendaraan umum.
Relawan bersama warga terus melakukan pemecahan batu besar, perataan tanah, serta pembersihan jalur agar akses darurat ini bisa segera dimanfaatkan untuk mobilitas warga dan distribusi logistik.
Target Pulih Sebelum Ramadan
Sebelumnya, Pemkab Jepara menargetkan pemulihan akses jalan menuju Desa Tempur dapat tercapai sebelum bulan Ramadan.
Selain membuka jalur alternatif, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah jangka menengah hingga panjang berupa rekonstruksi jalan utama dan penanganan titik rawan longsor.
Pemkab Jepara juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BPBD serta balai teknis, untuk melakukan kajian lanjutan terhadap kondisi kontur tanah dan aliran sungai di sekitar lokasi terdampak.
Gotong Royong Warga
Meski menghadapi keterbatasan, semangat gotong royong warga Desa Tempur tetap tinggi.
Pemerintah desa berharap pembukaan jalan alternatif ini menjadi solusi sementara yang efektif sembari menunggu pembangunan akses permanen yang lebih aman dan layak.
Editor : Ali Mustofa