JEPARA — Desa Tempur Kecamatan Keling dikepung longsor. Kondisi tersebut terjadi usai hujan mengguyur deras sejak Jumat (9/1) malam.
Satu-satunya jalan utama sebagai akses masih terputus hingga Minggu (11/1).
Badan jalan hilang. Aspal terbawa arus aliran air sungai Kali Gelis. Berdasarkan pantauan Radar Kudus di lokasi, hanya tersisa jalan setapak yang menempel di badan bukit.
Seluruh warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, bergotong royong buat jalan darurat.
Melakukan kerja bakti sejak 07.00, mengepras bebatuan bukit. Membuka harapan baru. Untuk membuka jalan alternatif akibat terputusnya akses utama dampak bencana longsor.
Aktivitas ini menjadi upaya darurat agar mobilitas warga tidak lumpuh total.
Di bawah hujan teras tak cukup menyurutkan semangat warga. Mereka membawa peralatan. Cangkul, tatah, hingga palu gala. Melawan kerasnya batuan. Membelahnya menjadi jalan.
Menurut Ahmad Junaidi, pembuatan jalan alternatif ini sangat penting. Agar kebutuhan sehari-hari warga, terutama untuk akses menuju fasilitas kesehatan dan distribusi logistik. Begitupun dengan geliat ekonomi.
"Listrik mati, jaringan lumpuh," sebutnya.
Ia menjelaskan, akses utama menuju Desa Tempur hingga kini masih tertutup material longsor. Terdapat sejumlah titik. 18 di antaranya merupakan longsoran besar.
Warga bersama dengan tim relawan gabungan dan BPBD terus berupaya membersihkan material sisa longsor.
Namun, di beberapa titik belum dapat diatasi. Sebab, bebatuan yang dibawa longsor cukup besar. Hanya dapat dilakukan pembersihan menggunakan alat berat.
Namun hingga Minggu (11/1) belum, ekskavator maupun loader belum dapat masuk. Sebab akses jalan utama belum tersambung kembali.
Kondisi geografis yang berbukit dan curah hujan tinggi menjadi kendala tersendiri.
Proses pembukaan jalur alternatif dilakukan secara bertahap. Manual. Dengan cara pecah belah batu.
Menurutnya, hingga saat ini warga masih membutuhkan suplai BBM. Untuk kendaraan maupun genset sebagai penerangan di saat malam.
Meski dengan keterbatasan, semangat gotong royong warga tetap tinggi. Warga berharap jalur alternatif ini bisa segera digunakan.
Pemerintah desa berharap adanya perhatian dan bantuan dari pihak terkait. Supaya akses jalan dapat segera dipulihkan secara permanen.(fik)
Editor : Zainal Abidin RK