JEPARA — Di tengah bencana longsor yang memutus akses jalan menuju wilayah Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, perjuangan tenaga kesehatan tetap berlangsung.
Demi menyelamatkan seorang ibu untuk melahirkan pada Sabtu (10/1).
Dua bidan di wilayah Puskesmas Keling I menunjukkan dedikasi luar biasa.
Menembus keterbatasan medan, demi membantu proses persalinan warga.
Kepala Puskesmas Keling I, dr. Murtono, menyampaikan bahwa terdapat dua bidan yang terlibat. Yakni Bidan Liya dan Bidan Cindy.
Mereka membantu proses persalinan tersebut secara langsung.
Diketahui, persalinan yang ditangani merupakan kelahiran anak kedua. Lahir selamat. Dengan jenis kelamin laki-laki.
Menurut dr. Murtono, sebenarnya upaya evakuasi telah direncanakan sejak malam sebelumnya, pada Jumat (9/1).
Satu tim medis menggunakan ambulans mencoba menuju lokasi pada malam hari.
Namun, akses jalan menuju Tempur terputus total akibat longsor sekitar pukul 21.00–22.00 WIB, sehingga tim terpaksa kembali karena kondisi tidak memungkinkan.
Pihaknya menyebutkan, pelayanan kesehatan tetap diprioritaskan. Tenaga medis disiagakan penuh.
"Bidan Cindy dan Liya kemudian berangkat pada Sabtu (10/1) pukul 07.00," jelasnya.
Perjalanan menggunakan sepeda motor. Motor hanya sampai Pajang, Damarwulan.
Sebab jalan tidak bisa dilalui. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki dan dijemput oleh warga.
Relawan membantu perjalanan tim, hingga menempuh waktu hingga mencapai tiga jam.
Setiba di lokasi, persalinan dilakukan. Suasana harap-harap cemas. Namun, proses persalinan berjalan lancar.
"Persalinan dilakukan secara normal. Bayi berjenis kelamin laki-laki. Tidak ditemukan komplikasi persalinan, ibu dan bayi dalam kondisi sehat. Asesmen awal menunjukkan kondisi stabil," terangnya.
Setelah persalinan, tim kemudian turun kembali sekitar pukul 14.00 WIB. "Ya, lewat jalur Medani–Cluwak," katanya.
Hingga Sabtu (10/1) sore, fokus utama tetap mengupayakan pembukaan jalur. Bahkan, sejak Jumat malam terdapat warga yang diungsikan. Sebab rumahnya terdampak longsor.
Berdasarkan pantauan Radar Kudus di Poskp Destana Damarwulan, upaya pembukaan akses terus dilakukan.
Namun, pukul 15.00 diketahui longsor susulan. Aktivitas lapangan dihentikan sementara hingga Sabtu (11/1) pagi.
"Layanan kesehatan tetap kami siagakan. Pemantauan kesehatan warga dilakukan, sampai saat ini belum ada kondisi kesehatan darurat," sebut dr. Murtono.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan berusaha mengantisipasi penyakit pascabencana.
Risiko diare dan infeksi diwaspadai, dan apabila perlu pelayanan kesehatan dapat dipusatkan di Damarwulan.
"Untuk kesehatan tetap stabd by, monitor. Sampai saat ini belum ada yang urgen, kami akan melakukan pelayanan pasca bencana," tandasnya.(fik)
Editor : Zainal Abidin RK