JEPARA — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jumat (9/1) sekitar pukul 19.00.
Memicu terjadinya longsor di sejumlah titik.
Material longsoran tanah dan batu menutup akses jalan penghubung Damarwulan–Tempur.
Sementara itu, arah jalan Sirahan-Damarwulan juga tutup karena Kali Gelis meluap.
Longsor juga terjadi di Dukuh Duplak. Termasuk di Kali Bayi.
Sehingga arus lalu lintas tidak dapat dilalui kendaraan.
Longsor terjadi akibat tingginya intensitas hujan, yang menyebabkan aliran sungai meluap dan menggerus tebing di sekitar badan jalan.
Salah satu titik longsor dilaporkan berada di wilayah Dukuh Petung, Desa Tempur, dengan material cukup tebal menutupi badan jalan.
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Jepara bersama relawan dan warga setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Dengan peralatan seperti jet sprayer, petugas dan warga bahu membahu membersihkan material longsor agar akses jalan dapat segera dibuka.
Namun hingga sekitar pukul 23.00 WIB, proses pembersihan belum dapat diselesaikan.
Hujan yang masih turun dengan intensitas tinggi, membuat upaya evakuasi material longsor terpaksa dihentikan sementara. Keselamatan petugas di lapangan menjadi yang utama.
Pembersihan material longsor direncanakan akan dilanjutkan pada Sabtu (10/1) pagi, yang apabila tidak memungkinkan dengan tenaga manusia akan melibatkan alat berat.
BPBD juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi longsor susulan masih cukup tinggi.
Saat ini, wilayah Tempur ditetapkan dalam status Siaga 1, menyusul adanya beberapa titik rawan longsor lainnya di sepanjang jalur tersebut.
Warga diminta menghindari perjalanan pada malam hari dan segera melapor apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah.
"Akses tertutup total," ucap Carik Desa Tempur Mahfudz.(fik)
Editor : Ali Mustofa