JEPARA — MTsN 1 Jepara memasuki fase baru pascapergantian pimpinan. Melalui Taaruf Pimpinan Baru, Kamis (20/11), madrasah ini didorong menjadi role model bagi pengembangan Madrasah Unggulan Terpadu (MIN 2, MTsN 1, MAN 1) di Kabupaten Jepara.
Acara dihadiri Kakanwil Kemenag Jateng, Kepala Kemenag Jepara, Ketua DPRD, komite, jajaran madrasah terpadu, hingga dewan guru dan tenaga kependidikan.
Madrasah Unggulan Terpadu sendiri telah dideklarasikan melalui MoU sejak 23 Desember 2022.
Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin menegaskan MTsN 1 harus memperkuat koordinasi lintas unsur sebagai barometer madrasah tingkat tsanawiyah di Jepara.
"Koordinasi, sinergi, dan komunikasi harus lebih kuat. MTsN 1 punya peluang jadi rujukan bila semua elemen bergerak bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, menambahkan bahwa percepatan madrasah terpadu membutuhkan komitmen kolektif dan keseragaman visi.
Konsep integrasi tiga jenjang disebutnya menuntut kultur kerja solid, terukur, dan berorientasi hasil. Taaruf Pimpinan Baru menjadi momentum konsolidasi menuju madrasah unggul dan terintegrasi.
Kepala MTsN 1 Jepara, Tafrikan, menyatakan siap menyinergikan program madrasah terpadu. Ia menegaskan MTsN 1 sebagai madrasah literasi dan penyelenggara riset tingkat nasional akan memperkuat keterpaduan dengan MIN 2 sebagai jenjang awal dan MAN 1 sebagai jenjang akhir.
Kepala MAN 1 Jepara, Ahmad Rifan, menambahkan keterpaduan tiga madrasah diarahkan untuk membentuk generasi berbudi dan berprestasi.
Program terpadu meliputi empat bidang. Pertama kurikulum; riset, kelas tahfiz, pengembangan potensi akademik/olimpiade, dan cambridge class.
Kemudian kesiswaan melalui PPDB terpadu, wirausaha, olahraga, seni, dan keorganisasian.
Keagamaan dan Humas melalui kegiatan sosial, PHBI, Hari Santri.
Serta sarana-prasarana berupa dukungan fasilitas akademik dan non-akademik.
Menurut Rifan, siswa didorong meraih prestasi sesuai minat-bakat sebagai modal menuju pendidikan tinggi. Ia berharap keterpaduan ini menjadikan MIN, MTsN, dan MAN sebagai jawaban kebutuhan zaman: madrasah berkarakter Islami, menguasai teknologi, dan berprestasi. (fik/war)
Editor : Mahendra Aditya