JEPARA – Satu orang siswa SMA negeri di Kecamatan Bangsri Risang Pamungkas, 15, meninggal dunia usai menjalani perawatan setelah tertimpa pohon rapuh di kawasan hutan milik Perhutani.
Kapolsek Kembang Iptu Heru Setyawan membenarkan kejadian tersebut.
Awalnya korban berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat dengan Armiando Dias Lutfianto, 15 yang merupakan teman sekolah sekaligus tetangga di Desa Balong, Kecamatan Kembang.
Pada Jumat (13/9) sekitar pukul 11.20 korban pulang sekolah melewati Hutan Ngeplas Desa Kancilan Kecamatan Kembang.
"Saat melintas kedua korban tertimpa pohon jengkol yang roboh karena sudah mengering atau rapuh," tuturnya Sabtu (14/9).
Pada saat kejadian diketahui cuaca cerah dan tidak terdapat angin kencang.
Diduga akar pohon yang sudah rapuh tidak dapat lagi mehanan berat pohon hingga akhirnya roboh dan menimpa kedua korban.
Kedua korban pun terjatuh, dan mengalami luka cukup serius di bagian kepala, punggung dan tangan. Motor yang dikendarai juga ringsek.
"Saudara Risang meninggal pada Jumat (13/9) sekitar pukul 06.40," katanya.
Sementara itu, Armiando yang membonceng korban masih dirawat di ICU RSUD RA Kartini karena tangan mengalami patah tulang.
Salah satu warga, Eko Prasetyo juga mengatakan lewat di lokasi sebelum kejadian.
"Itu terjadi pada waktu-waktu pulang. Saya melintas di jalan yang sama beberapa menit sebelum kedua korban lewat," katanya.
Sebelum dirujuk ke RSUD RA Kartini, sebelumnya kedua belah korban dievakuasi oleh warga ke Puskesmas Bangsri I.
Pihaknya juga turut menyayangkan terkait dengan pohon-pohon yang rapuh yang tidak ditebang.
"Semoga menjadi perhatian pihak terkait, supaya tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas," tutupnya. (fik/him)
Editor : Ali Mustofa