alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Timbunan Sampah di Jepara Didominasi Plastik

JEPARA – Penggunaan sampah plastik di Jepara mendominasi. Pasalnya timbunan sampah plastik mencapai 37,3 persen dari jenis sampah anorganik. Sampah itu berasal dari permukiman dan sampah kiriman di pesisir pantai.

Kabid Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Jepara, Lulut Andi Ariyanto menjelaskan  mengumpulkan sampah sebesar 146,028 ton tahun ini. Dari jumlah tersebut, 25 persennya merupakan sampah organik sementara sisanya merupakan sampah anorganik. Yang termasuk sampah anorganik yakni kertas, kardus, plastik, logam, karet, kain atau tekstil, kayu, dan sampah laut. Dari 75 persen ini sampah plastik menempati urutan tertinggi yakni 37,3 persen. Disusul oleh kertas dan kardus 18,4 persen.

Ia menjelaskan, sumber sampah ini tak hanya berasal dari pemukiman namun juga area pesisir. Ia mengklaim banyak sampah di area pantai berasal dari laut. Saat gelombang tinggi, sampah dari dasar laut yang berasal dari berbagai daerah itu terbawa arus ke pinggir pantai.


Untuk mengatasi masalah sampah itu, pihaknya mengoptimalkan program Coastal Clean Up (CCU) bersama desa. Terdapat enam desa yang digandeng DLH. Di antaranya Desa Panggang, Semat, Teluk Awur, Lebak, Pailus, dan Blondo.

Baca Juga :  Tri Yudhi Herlambang Pamit, Husnur Rofiq Jadi Dandim 0719/Jepara

Pihaknya juga mengoptimalkan program Desa Mandiri Sampah (DMS). Dalam program ini pengelolaan bernilai ekonomis dan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Tidak hanya mengumpulkan, pihaknya juga mendorong pengelolaan sampah. “Pengelolaan sampah ini mencerdaskan. Ketika berbicara pengelolaan, kita juga membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain,” imbuhnya.

Dari pantauan wartawan koran di dua titik pantai, yakni Pantai Kartini dan Pantai Pailus. Tampak sampah berceceran. Di Pantai Pailus, sekitar 30 meter dari tanggul sawah tampak bibir pantai didominasi oleh sampah plastik. Sampah tersebut terhampar di tepi pantai. Menjorok ke daratan. Tampak sampah bungkus makanan, minuman, hingga sandal. Sementara di area Pantai Kartini, tepatnya di lokasi perahu berlabuh, bibir pantai juga dipenuhi oleh sampah plastik bungkus makanan. Sampah tersebut warnanya sudah pudar dan berisi air laut. (nib/war)

JEPARA – Penggunaan sampah plastik di Jepara mendominasi. Pasalnya timbunan sampah plastik mencapai 37,3 persen dari jenis sampah anorganik. Sampah itu berasal dari permukiman dan sampah kiriman di pesisir pantai.

Kabid Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Jepara, Lulut Andi Ariyanto menjelaskan  mengumpulkan sampah sebesar 146,028 ton tahun ini. Dari jumlah tersebut, 25 persennya merupakan sampah organik sementara sisanya merupakan sampah anorganik. Yang termasuk sampah anorganik yakni kertas, kardus, plastik, logam, karet, kain atau tekstil, kayu, dan sampah laut. Dari 75 persen ini sampah plastik menempati urutan tertinggi yakni 37,3 persen. Disusul oleh kertas dan kardus 18,4 persen.

Ia menjelaskan, sumber sampah ini tak hanya berasal dari pemukiman namun juga area pesisir. Ia mengklaim banyak sampah di area pantai berasal dari laut. Saat gelombang tinggi, sampah dari dasar laut yang berasal dari berbagai daerah itu terbawa arus ke pinggir pantai.

Untuk mengatasi masalah sampah itu, pihaknya mengoptimalkan program Coastal Clean Up (CCU) bersama desa. Terdapat enam desa yang digandeng DLH. Di antaranya Desa Panggang, Semat, Teluk Awur, Lebak, Pailus, dan Blondo.

Baca Juga :  Sehari, Dua Kebakaran Terjadi di Jepara

Pihaknya juga mengoptimalkan program Desa Mandiri Sampah (DMS). Dalam program ini pengelolaan bernilai ekonomis dan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Tidak hanya mengumpulkan, pihaknya juga mendorong pengelolaan sampah. “Pengelolaan sampah ini mencerdaskan. Ketika berbicara pengelolaan, kita juga membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain,” imbuhnya.

Dari pantauan wartawan koran di dua titik pantai, yakni Pantai Kartini dan Pantai Pailus. Tampak sampah berceceran. Di Pantai Pailus, sekitar 30 meter dari tanggul sawah tampak bibir pantai didominasi oleh sampah plastik. Sampah tersebut terhampar di tepi pantai. Menjorok ke daratan. Tampak sampah bungkus makanan, minuman, hingga sandal. Sementara di area Pantai Kartini, tepatnya di lokasi perahu berlabuh, bibir pantai juga dipenuhi oleh sampah plastik bungkus makanan. Sampah tersebut warnanya sudah pudar dan berisi air laut. (nib/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/