alexametrics
25.3 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Realisasi APBD Kabupaten Jepara Terserap 84,2 Persen

JEPARA – Tahun anggaran 2021 tersisa hari ini (31/12). Namun, hingga kemarin realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara masih di angka 84,2 persen. Atau sekitar Rp 2,13 triliun dari total anggaran sebesar Rp 2,53 triliun.

Meski begitu, Badan Pengelolaan Keungaan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara mengklaim anggaran telah terserap. Namun, ada beberapa paket pekerjaan yang tinggal menghitung realisasinya.

“Tinggal menunggu hitung-hitungan saja. Sekarang sudah tidak bisa memacu apa-apa. Yang penting tinggal menunggu hitungan saja. Terutama dinas yang meminta Tambahan Uang (TU) digunakan semua apa tidak,” terang Kepala BPKAD Jepara Ronji.


Dirinya menegaskan realisasi anggaran untuk pengerjaan fisik sejauh ini sesuai rencana. Dan pengerjaan fisiknya sudah rampung. “Sudah berjalan semua. Namun ya memang ada beberapa yang tidak bisa direalisasikan, macam-macam ya, misalkan ada yang putus kontrak,” ujar Ronji.

Sejauh ini, dari total serapan tersebut terbagi untuk beberapa pos. Yaitu untuk belanja operasi telah terserap 84,2 persen, atau sekitar Rp 1,554 triliun dari anggaran Rp 1,847 triliun, belanja modal terserap 84,6 persen, atau sekitar Rp 212,9 miliar dari anggaran Rp 251,7 miliar, dan belanja tak terduga (BTT) terserap 49,7 persen, atau sekitar Rp 12,2 miliar dari anggaran Rp 24,6 miliar. Serta belanja transfer terserap 86,4 persen atau Rp 355 miliar dari anggaran Rp 411 miliar.

Baca Juga :  Pemkab Jepara Pertahankan Puluhan Rumah Adat Bugis di Karimunjawa

Dia menerangkan apabila anggaran tidak terserap 100 persen bukan menjadi masalah. Pasalnya, serapan anggaran tidak mesti 100 persen. Bisa kurang atau lebih. ”Makanya nanti akan muncul sisa lebih penggunaan anggaran. Ya sesuai dengan kondisi di lapangan. Ada pekerjaan yang bisa dilaksanakan, ditunda, atau mungkin gagal tender atau penghematan. Memang tidak bisa seratus persen,” papar Ronji. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Tahun anggaran 2021 tersisa hari ini (31/12). Namun, hingga kemarin realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara masih di angka 84,2 persen. Atau sekitar Rp 2,13 triliun dari total anggaran sebesar Rp 2,53 triliun.

Meski begitu, Badan Pengelolaan Keungaan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara mengklaim anggaran telah terserap. Namun, ada beberapa paket pekerjaan yang tinggal menghitung realisasinya.

“Tinggal menunggu hitung-hitungan saja. Sekarang sudah tidak bisa memacu apa-apa. Yang penting tinggal menunggu hitungan saja. Terutama dinas yang meminta Tambahan Uang (TU) digunakan semua apa tidak,” terang Kepala BPKAD Jepara Ronji.

Dirinya menegaskan realisasi anggaran untuk pengerjaan fisik sejauh ini sesuai rencana. Dan pengerjaan fisiknya sudah rampung. “Sudah berjalan semua. Namun ya memang ada beberapa yang tidak bisa direalisasikan, macam-macam ya, misalkan ada yang putus kontrak,” ujar Ronji.

Sejauh ini, dari total serapan tersebut terbagi untuk beberapa pos. Yaitu untuk belanja operasi telah terserap 84,2 persen, atau sekitar Rp 1,554 triliun dari anggaran Rp 1,847 triliun, belanja modal terserap 84,6 persen, atau sekitar Rp 212,9 miliar dari anggaran Rp 251,7 miliar, dan belanja tak terduga (BTT) terserap 49,7 persen, atau sekitar Rp 12,2 miliar dari anggaran Rp 24,6 miliar. Serta belanja transfer terserap 86,4 persen atau Rp 355 miliar dari anggaran Rp 411 miliar.

Baca Juga :  Bhakti DPD Hipsi Jepara di Tengah Pandemi

Dia menerangkan apabila anggaran tidak terserap 100 persen bukan menjadi masalah. Pasalnya, serapan anggaran tidak mesti 100 persen. Bisa kurang atau lebih. ”Makanya nanti akan muncul sisa lebih penggunaan anggaran. Ya sesuai dengan kondisi di lapangan. Ada pekerjaan yang bisa dilaksanakan, ditunda, atau mungkin gagal tender atau penghematan. Memang tidak bisa seratus persen,” papar Ronji. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/