alexametrics
29.9 C
Kudus
Sunday, July 24, 2022

40 Ekor Sapi di Jepara Diduga Terindikasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

JEPARA – 40 sapi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jepara diduga terkena PMK. Saat ini pemkab masih menunggu hasil laboratorium untuk hasil pastinya.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara Sujima mengaku dugaan ini baru mencuat sekitar seminggu lalu. Awalnya, ia mendapat laporan dari warga di Kedung. Sapi yang ada menunjukkan kondisi tidak sehat. ”Nafsu makan turun drastis, dari mulut keluar liur terus menerus, dan kuku mengelupas. Ini semua mengarah kesana (PMK),” kata Sujima.

Sujima menyebut ini baru dugaan. Istilahnya gejala klinis. Saat ini pihaknya sedang menunggu dari hasil laboratorium. ”Kalau positif pun memang dari awal sudah ada peringatan, juga langkah dan pengendalian,” kata Sujima.


Sujima menduga munculnya PMK di Jepara karena kontak ternak saat pembelian. Yakni sapi-sapi dari luar. Bukan ternak asli.

Sapi-sapi itu kini diisolasi, sesuai dengan arahan surat edaran yang berlaku. Sapi-sapi itu juga masih dalam proses disinfeksi.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemkab Jepara Sediakan Karantina Terpusat

Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk penutupan pasar hewan sementara. Seperti pasar hewan besar di Bangsri, Keling, dan Mayong.

Sementara itu pengecekan kesehatan hewan di lapangan juga terus dilakukan.

Sujima menerangkan saat ini ada 40 sapi yang diduga terjangkit PMK. Semua sapi itu berasal dari berbagai kecamatan. Seperti Desa Sowan Kidul, Kedung (9 ekor); Desa Jlegong, Keling (3 ekor); Desa Bucu, Kembang (15 ekor); Desa Jerukwangi, Bangsri (4 ekor); Desa Suwawal Timur, Pakis Aji (3 ekor); Desa Watuaji, Keling (3 ekor); Desa Tegalsambi, Tahunan (1 ekor); serta Desa Pendem, Kembang (2 ekor). Sementara itu, untuk ternak lain seperti kambing, kerbau, dan domba nihil. (nib/zen)

JEPARA – 40 sapi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jepara diduga terkena PMK. Saat ini pemkab masih menunggu hasil laboratorium untuk hasil pastinya.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara Sujima mengaku dugaan ini baru mencuat sekitar seminggu lalu. Awalnya, ia mendapat laporan dari warga di Kedung. Sapi yang ada menunjukkan kondisi tidak sehat. ”Nafsu makan turun drastis, dari mulut keluar liur terus menerus, dan kuku mengelupas. Ini semua mengarah kesana (PMK),” kata Sujima.

Sujima menyebut ini baru dugaan. Istilahnya gejala klinis. Saat ini pihaknya sedang menunggu dari hasil laboratorium. ”Kalau positif pun memang dari awal sudah ada peringatan, juga langkah dan pengendalian,” kata Sujima.

Sujima menduga munculnya PMK di Jepara karena kontak ternak saat pembelian. Yakni sapi-sapi dari luar. Bukan ternak asli.

Sapi-sapi itu kini diisolasi, sesuai dengan arahan surat edaran yang berlaku. Sapi-sapi itu juga masih dalam proses disinfeksi.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemkab Jepara Sediakan Karantina Terpusat

Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk penutupan pasar hewan sementara. Seperti pasar hewan besar di Bangsri, Keling, dan Mayong.

Sementara itu pengecekan kesehatan hewan di lapangan juga terus dilakukan.

Sujima menerangkan saat ini ada 40 sapi yang diduga terjangkit PMK. Semua sapi itu berasal dari berbagai kecamatan. Seperti Desa Sowan Kidul, Kedung (9 ekor); Desa Jlegong, Keling (3 ekor); Desa Bucu, Kembang (15 ekor); Desa Jerukwangi, Bangsri (4 ekor); Desa Suwawal Timur, Pakis Aji (3 ekor); Desa Watuaji, Keling (3 ekor); Desa Tegalsambi, Tahunan (1 ekor); serta Desa Pendem, Kembang (2 ekor). Sementara itu, untuk ternak lain seperti kambing, kerbau, dan domba nihil. (nib/zen)


Most Read

Artikel Terbaru

/