alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Tak Ada Penyekatan, Jepara Bikin Posko Pengamanan di di Lima Titik

JEPARA – Selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2022 perbatasan di Jepara tetap didirikan posko pengamanan. Namun, berbeda dengan momen Idul Fitri beberapa waktu lalu, pos pengamanan itu hanya berfungsi sebagai pelayanan dan pengamanan. Tak ada penyeketan.

Posko tersebut juga untuk mengecek pengendara luar kota yang hendak masuk ke Jepara. Terkait kelengkapan berkendaranya, atau kelengkapan protokol kesehatannya. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Lokasi poskonya ada di lima titik. Yakni di Welahan yang berbatasan dengan Demak, Pasar Mayong, dan Keling yang berbatasan dengan Pati. Satu posko juga didirikan di tengah kota berada di depan Shopping Centre Jepara (SCJ). Sementara satu posko lainnya berada di Pelabuhan Penyeberangan Jepara.


Posko tersebut diisi sekitar 482 personel. Melibatkan jajaran Kepolisian, TNI, Satpol PP, BPBD, Dinkes, dan Dishub. Kemarin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara mengecek posko-posko tersebut. Rute pengecekan dimulai dari posko di SCJ, berlanjut ke posko di Pelabuhan Jepara, posko Pasar Mayong, dan berakhir di posko Welahan. ”Untuk memastikan kesiapan teman-teman di pos. Dengan segala sesuatu yang bisa terjadi,” terang Bupati Jepara Dian Kristiandi.

Baca Juga :  Tahun 2022, Pengusulan Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional Di-launching

Sementara itu Kapolres Jepara AKBP Warsono menjelaskan dalam momen Nataru kali ini intensitas kendaraan yang masuk di Jepara masih normal. ”Saat ini masih belum ada kepadatan menonjol,” ungkapnya.

Meski begitu, dirinya tetap menyiapkan skema rekayasa lalu lintas saat momen tahun baru 2022 mendatang. Selain itu, saat momen tersebut disiapkan pula petugas untuk pengamanan  dan mengontrol kegiatan masyarakat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara berharap selama libur Nataru tak ada lonjakan kasus Covid-19. Masyarakat dapat menahan diri untuk tidak membuat pesta maupun kegiatan yang menimbulkan kerumunan. “Butuh partisipasi dan kerja sama semua pihak. Kami tidak bisa berjalan sendiri,” imbuhnya. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2022 perbatasan di Jepara tetap didirikan posko pengamanan. Namun, berbeda dengan momen Idul Fitri beberapa waktu lalu, pos pengamanan itu hanya berfungsi sebagai pelayanan dan pengamanan. Tak ada penyeketan.

Posko tersebut juga untuk mengecek pengendara luar kota yang hendak masuk ke Jepara. Terkait kelengkapan berkendaranya, atau kelengkapan protokol kesehatannya. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Lokasi poskonya ada di lima titik. Yakni di Welahan yang berbatasan dengan Demak, Pasar Mayong, dan Keling yang berbatasan dengan Pati. Satu posko juga didirikan di tengah kota berada di depan Shopping Centre Jepara (SCJ). Sementara satu posko lainnya berada di Pelabuhan Penyeberangan Jepara.

Posko tersebut diisi sekitar 482 personel. Melibatkan jajaran Kepolisian, TNI, Satpol PP, BPBD, Dinkes, dan Dishub. Kemarin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara mengecek posko-posko tersebut. Rute pengecekan dimulai dari posko di SCJ, berlanjut ke posko di Pelabuhan Jepara, posko Pasar Mayong, dan berakhir di posko Welahan. ”Untuk memastikan kesiapan teman-teman di pos. Dengan segala sesuatu yang bisa terjadi,” terang Bupati Jepara Dian Kristiandi.

Baca Juga :  TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim Jepara Betonisasi Jalan 436

Sementara itu Kapolres Jepara AKBP Warsono menjelaskan dalam momen Nataru kali ini intensitas kendaraan yang masuk di Jepara masih normal. ”Saat ini masih belum ada kepadatan menonjol,” ungkapnya.

Meski begitu, dirinya tetap menyiapkan skema rekayasa lalu lintas saat momen tahun baru 2022 mendatang. Selain itu, saat momen tersebut disiapkan pula petugas untuk pengamanan  dan mengontrol kegiatan masyarakat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara berharap selama libur Nataru tak ada lonjakan kasus Covid-19. Masyarakat dapat menahan diri untuk tidak membuat pesta maupun kegiatan yang menimbulkan kerumunan. “Butuh partisipasi dan kerja sama semua pihak. Kami tidak bisa berjalan sendiri,” imbuhnya. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/