alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Pemerintah Pusat Hentikan DAK Paket Jalan di Jepara, Apa Sih Masalahnya?

JEPARA – Paket perbaikan dan peningkatan jalan tahun depan dipastikan tak dapat  Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. Pasalnya, Pemerintah Pusat menghentikan pemberian DAK untuk paket perbaikan dan peningkatan jalan di Jepara. Sehingga, paket peningkatan atau perbaikan jalan hanya bersumber dari APBD Kabupaten dan Bantuan Provinsi (Banprov).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar mengaku tak mengetahui secara pasti penyebabnya. ”Kemungkinan karena keterbatasan dana. Karena tidak ada penjelasan. Tapi DAK yang diberikan untuk sumber daya air dan sanitasi masih ada,” ujarnya kemarin.

Dengan begitu, otomatis tahun ini tahun terakhir Pemkab Jepara mendapat DAK untuk proyek jalan. Jumlahnya ada tujuh paket. Total anggarannya mencapai Rp 32,6 miliar.

Baca Juga :  Sudah Langka, Sudah Jarang yang Runtut

Tujuh paketnya meliputi pemeliharan berkala jalan Guwosobokerto-Welahan sebesar Rp 3,6 miliar; pemeliharan jalan Pancur-Kedawung-Suwengan sebesar Rp 3 miliar; pemeliharaan jalan Bawu-Mindahan sebesar Rp 5,3 miliar; pemeliharaan pemeliharaan jalan Damarjati-Damaran sebesar Rp 42, miliar; dan pemeliharaan jalan sebesar Mindahan-Damaran Rp 3,32 miliar.

Selain itu ada juga pemeliharaan jalan Kuwase-Bulungan sebesar Rp 4 miliarl; dan paling besar untuk pemeliharaan jalan Cobaan-Tengguli-Guyangan sebesar Rp 8,8 miliar. ”Tahun ini juga dapat DAK untuk sumber daya air dan sanitasi. Rp 19,2 miliar untuk sanitasi dan air minum, dan Rp 12,3 miliar untuk sumber daya air,” jelas Ary. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Paket perbaikan dan peningkatan jalan tahun depan dipastikan tak dapat  Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. Pasalnya, Pemerintah Pusat menghentikan pemberian DAK untuk paket perbaikan dan peningkatan jalan di Jepara. Sehingga, paket peningkatan atau perbaikan jalan hanya bersumber dari APBD Kabupaten dan Bantuan Provinsi (Banprov).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar mengaku tak mengetahui secara pasti penyebabnya. ”Kemungkinan karena keterbatasan dana. Karena tidak ada penjelasan. Tapi DAK yang diberikan untuk sumber daya air dan sanitasi masih ada,” ujarnya kemarin.

Dengan begitu, otomatis tahun ini tahun terakhir Pemkab Jepara mendapat DAK untuk proyek jalan. Jumlahnya ada tujuh paket. Total anggarannya mencapai Rp 32,6 miliar.

Baca Juga :  Internet Byar Pet, Asesmen Nasional Dua SMP di Jepara Ditunda

Tujuh paketnya meliputi pemeliharan berkala jalan Guwosobokerto-Welahan sebesar Rp 3,6 miliar; pemeliharan jalan Pancur-Kedawung-Suwengan sebesar Rp 3 miliar; pemeliharaan jalan Bawu-Mindahan sebesar Rp 5,3 miliar; pemeliharaan pemeliharaan jalan Damarjati-Damaran sebesar Rp 42, miliar; dan pemeliharaan jalan sebesar Mindahan-Damaran Rp 3,32 miliar.

Selain itu ada juga pemeliharaan jalan Kuwase-Bulungan sebesar Rp 4 miliarl; dan paling besar untuk pemeliharaan jalan Cobaan-Tengguli-Guyangan sebesar Rp 8,8 miliar. ”Tahun ini juga dapat DAK untuk sumber daya air dan sanitasi. Rp 19,2 miliar untuk sanitasi dan air minum, dan Rp 12,3 miliar untuk sumber daya air,” jelas Ary. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/