alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Terkendala Cuaca, Panen Raya Durian Tanjung Mundur

JEPARA – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir, menjadi kendala petani Desa Tanjung, Pakis Aji untuk memanen durian. Akhir tahun lalu menjadi puncak panen durian. Namun tahun ini diperkirakan mundur hingga Januari mendatang.

Wartawan koran ini bersama Kepala Desa Tanjung Dwi Ganoto meninjau kebun durian milik salah satu petani, kemarin. Didapati durian tergeletak di tanah. Jatuh. Diameternya sekitar 30 sentimeter. Ketika dibuka, lima sisi buah durian itu kondisinya berbeda. Ada yang manis, busuk, dan belum matang. Sementara durian yang masih di pohon, belum dapat dipanen. “Karena kondisi cuaca akhir-akhir ini,” kata Dwi Ganoto.

Ia menambahkan, hasil durian tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu durian bisa mencapai tujuh kilogram. Sementara tahun ini, belum bisa dipanen dan ukurannya lebih kecil. Panen diperkirakan pada Januari mendatang.

Baca Juga :  Warga Tewas Terkena Sabetan Senjata Tajam, Polisi Diterjunkan Jaga Perbatasan Mulyobo-Bategede

Tak jarang wisatawan dari berbagai daerah mengunjungi Desa Tanjung. Untuk memburu berbagai jenis durian. Di satu lahan saja terdapat 640 pohon. Belum termasuk lahan milik petani yang lain.

“Rasanya beda dengan durian di daerah lain. Kalau Jepara kan manisnya manis pahit, lekak kalau orang Jawa bilang,” ungkapnya. (nib/war)

JEPARA – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir, menjadi kendala petani Desa Tanjung, Pakis Aji untuk memanen durian. Akhir tahun lalu menjadi puncak panen durian. Namun tahun ini diperkirakan mundur hingga Januari mendatang.

Wartawan koran ini bersama Kepala Desa Tanjung Dwi Ganoto meninjau kebun durian milik salah satu petani, kemarin. Didapati durian tergeletak di tanah. Jatuh. Diameternya sekitar 30 sentimeter. Ketika dibuka, lima sisi buah durian itu kondisinya berbeda. Ada yang manis, busuk, dan belum matang. Sementara durian yang masih di pohon, belum dapat dipanen. “Karena kondisi cuaca akhir-akhir ini,” kata Dwi Ganoto.

Ia menambahkan, hasil durian tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu durian bisa mencapai tujuh kilogram. Sementara tahun ini, belum bisa dipanen dan ukurannya lebih kecil. Panen diperkirakan pada Januari mendatang.

Baca Juga :  Sempat Berubah Rasa, Air Perumdam Tirto Jungporo di Desa Surodadi Jepara Kembali Normal

Tak jarang wisatawan dari berbagai daerah mengunjungi Desa Tanjung. Untuk memburu berbagai jenis durian. Di satu lahan saja terdapat 640 pohon. Belum termasuk lahan milik petani yang lain.

“Rasanya beda dengan durian di daerah lain. Kalau Jepara kan manisnya manis pahit, lekak kalau orang Jawa bilang,” ungkapnya. (nib/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/