alexametrics
29.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Ibu-Ibu Dilatih Bikin Batik Khas Karimunjawa

JEPARA – Sebanyak 12 orang warga Desa Karimunjawa terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri  mengikuti pelatihan membatik selama enam hari. Yakni pada 22-27 November di gedung Puskesmas lama Kecamatan Karimunjawa.

Salah satu penggagas pelatihan, Fahrul Alim menerangkan pelatihan membatik itu  kelanjutan dari pelatihan membatik yang telah dilaksanakan pada Oktober lalu. Menurutnya, antusiasme membatik di kalangan ibu-ibu dan remaja putri sangat bagus.  Sehingga pihaknya mengusulkan, agar menjadi kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat  di masa pandemi.

“Alhamdulillah, walau melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pihak Pemerintah Desa Karimunjawa merespon dengan memberikan anggaran Rp 15 juta dari Dana Desa 2021”, lanjut Fahrul yang juga Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karimunjawa.


Pihaknya menggandeng Rumah Kreatif Dongaji Batik Panggungharjo Sewon, Bantul, Jogjakarta pimpinan Nurohmad untuk melatih membatik cap menggunakan canting kertas bekas.

Baca Juga :  Penjual Miras Oplosan Perenggut Dua Nyawa di Jepara Jadi Tersangka

“Hasil dari pelatihan membatik tersebut  kemudian kita pamerkan di Aula Kecamatan Karimunjawa yang dibuka Sekretaris Desa atau Carik Karimunjawa, Bapak Ngatiman”, kata Fahrul.

Ngatiman menyambut baik pelatihan membatik tersebut. Pihaknya berharap pelatihan membatik yang dibiayai dari Dana Desa 2021 itu bisa berkelanjutan. Sehingga para wisatawan yang ke Karimunjawa nantinya tidak hanya membeli ikan asin. “Tapi juga membeli cinderamata berupa batik khas Karimunjawa,” kata Ngatiman.

Pameran Batik Karimunjawa dimeriahkan dengan koreografi tarian “Shadow Batik” yang dibawakan Nurohmad dari Rumah Kreatif Dongaji dan Sanggar Tari Jaladri Karimunjawa.

Rumah Kreatif Dongaji Batik telah menghasilkan karya batik motif khas Karimunjawa. Yakni motif dewadaru, motif kalimasada, motif setigi, dan stilisasi biota laut Karimunjawa.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Sebanyak 12 orang warga Desa Karimunjawa terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri  mengikuti pelatihan membatik selama enam hari. Yakni pada 22-27 November di gedung Puskesmas lama Kecamatan Karimunjawa.

Salah satu penggagas pelatihan, Fahrul Alim menerangkan pelatihan membatik itu  kelanjutan dari pelatihan membatik yang telah dilaksanakan pada Oktober lalu. Menurutnya, antusiasme membatik di kalangan ibu-ibu dan remaja putri sangat bagus.  Sehingga pihaknya mengusulkan, agar menjadi kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat  di masa pandemi.

“Alhamdulillah, walau melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pihak Pemerintah Desa Karimunjawa merespon dengan memberikan anggaran Rp 15 juta dari Dana Desa 2021”, lanjut Fahrul yang juga Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karimunjawa.

Pihaknya menggandeng Rumah Kreatif Dongaji Batik Panggungharjo Sewon, Bantul, Jogjakarta pimpinan Nurohmad untuk melatih membatik cap menggunakan canting kertas bekas.

Baca Juga :  Sebanyak 3.287 Unit Lampu Penerangan Jalan di Jepara Rusak

“Hasil dari pelatihan membatik tersebut  kemudian kita pamerkan di Aula Kecamatan Karimunjawa yang dibuka Sekretaris Desa atau Carik Karimunjawa, Bapak Ngatiman”, kata Fahrul.

Ngatiman menyambut baik pelatihan membatik tersebut. Pihaknya berharap pelatihan membatik yang dibiayai dari Dana Desa 2021 itu bisa berkelanjutan. Sehingga para wisatawan yang ke Karimunjawa nantinya tidak hanya membeli ikan asin. “Tapi juga membeli cinderamata berupa batik khas Karimunjawa,” kata Ngatiman.

Pameran Batik Karimunjawa dimeriahkan dengan koreografi tarian “Shadow Batik” yang dibawakan Nurohmad dari Rumah Kreatif Dongaji dan Sanggar Tari Jaladri Karimunjawa.

Rumah Kreatif Dongaji Batik telah menghasilkan karya batik motif khas Karimunjawa. Yakni motif dewadaru, motif kalimasada, motif setigi, dan stilisasi biota laut Karimunjawa.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/