alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Anggota DPRD Jepara Dorong Petambak Budi Daya Air Payau Bandeng

JEPARA – Sektor pertanian, perkebunan dan perikanan merupakan sektor yang turut menjadi prioritas pembangunan di tahun 2022 mendatang. Hal ini pun selaras dengan tema pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara 2017-2022

Anggota DPRD Jepara Saiful M. Abidin mengungkapkan, ketiga sektor itu selaras dengan tiga program prioritas Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sampai tiga tahunan mendatang. Yakni  meliputi penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur di setiap Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI)  untuk keberlanjutan ekologi. Selain itu, juga peningkatan kesejahteraan nelayan, dan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

”Kemudian, pengembangan budidaya perikanan untuk peningkatan ekspor yang didukung hasil riset kelautan dan perikanan. Ada empat komoditas unggulan di pasar global yaitu udang, lobster, kepiting dan rumput laut,” tuturnya.


Selain program tersebut, ada juga program prioritas pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal di perairan tawar, payau dan laut. Program tersebut turut mendukung pengentasan kemiskinan. Juga menjaga keberlanjutan ikan-ikan lokal khususnya yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga :  Milad Ke-41, MTs N 1 Jepara Beri Penghargaan Siswa Berprestasi

Salah satu wujud program tersebut yakni Pelatihan Budidaya Air Payau, Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Kecil. Tujuan dari pelatihan ini di antaranya adalah peserta mendapatkan tambahan ilmu tentang budi daya air payau ikan bandeng khususnya.

”Karena produksi ikan bandeng di Jepara kualitasnya lebih unggul dibanding daerah lain hasil pelatihan dapat diterapkan, khususnya meningkatkan hasil produksi. Sehingga menambah semangat dalam mengolah dan memasarkan,” tambah Saiful.

Fasilitasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jepara tersebut diharapkan bermanfaat bagi kelangsungan para petambak ikan. Mereka diharapkan tidak hanya bertambak namun juga bisa mengolah, bahkan memasarkan lebih luas sampai ekspor.

”Dengan adanya wadah bandeng Jepara, kedepan dibuat makanan cepat saji. Petambak diharapkan memiliki wadah dengan kualitas hasil produksinya. Dan kami dari Komisi B (DPRD Jepara, red) akan terus memantau perkembangan dan pendampingannya,” tukasnya. (adv)

JEPARA – Sektor pertanian, perkebunan dan perikanan merupakan sektor yang turut menjadi prioritas pembangunan di tahun 2022 mendatang. Hal ini pun selaras dengan tema pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara 2017-2022

Anggota DPRD Jepara Saiful M. Abidin mengungkapkan, ketiga sektor itu selaras dengan tiga program prioritas Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sampai tiga tahunan mendatang. Yakni  meliputi penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur di setiap Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI)  untuk keberlanjutan ekologi. Selain itu, juga peningkatan kesejahteraan nelayan, dan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

”Kemudian, pengembangan budidaya perikanan untuk peningkatan ekspor yang didukung hasil riset kelautan dan perikanan. Ada empat komoditas unggulan di pasar global yaitu udang, lobster, kepiting dan rumput laut,” tuturnya.

Selain program tersebut, ada juga program prioritas pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal di perairan tawar, payau dan laut. Program tersebut turut mendukung pengentasan kemiskinan. Juga menjaga keberlanjutan ikan-ikan lokal khususnya yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga :  Ratusan Lubang Menganga di Ruas Jepara-Bangsri, Bupati Lapor ke Pemprov

Salah satu wujud program tersebut yakni Pelatihan Budidaya Air Payau, Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Kecil. Tujuan dari pelatihan ini di antaranya adalah peserta mendapatkan tambahan ilmu tentang budi daya air payau ikan bandeng khususnya.

”Karena produksi ikan bandeng di Jepara kualitasnya lebih unggul dibanding daerah lain hasil pelatihan dapat diterapkan, khususnya meningkatkan hasil produksi. Sehingga menambah semangat dalam mengolah dan memasarkan,” tambah Saiful.

Fasilitasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jepara tersebut diharapkan bermanfaat bagi kelangsungan para petambak ikan. Mereka diharapkan tidak hanya bertambak namun juga bisa mengolah, bahkan memasarkan lebih luas sampai ekspor.

”Dengan adanya wadah bandeng Jepara, kedepan dibuat makanan cepat saji. Petambak diharapkan memiliki wadah dengan kualitas hasil produksinya. Dan kami dari Komisi B (DPRD Jepara, red) akan terus memantau perkembangan dan pendampingannya,” tukasnya. (adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/