alexametrics
28 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Sebaran Virus PMK Meluas, Penutupan Pasar Hewan di Jepara Diperpanjang

JEPARA – Pasar hewan di Kabupaten Jepara telah tutup sejak Kamis (2/6) lalu. Berbarengan dengan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) teridentifikasi ada di Kota Ukir. Masa penutupannya saat itu selama tiga pekan. Mestinya hingga Kamis (23/6). Namun, karena penyebaran PMK kian meluas, penutupan pasar tersebut berlanjut.

Rencananya penutupan pasar tersebut, dilanjutkan hingga besok (30/6). ”Pembukaan kembali menunggu rekomendasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara Eriza Rudi Yulianto melalui Kabid Pengelolaan Pasar dan PKL Himawan.

Salah satu pasar hewan yang masih ditutup itu, Pasar Hewan Wage Mayong. Kemarin, kondisinya sepi. Tak ada lalu lalang pedagang maupun pembeli beraktivitas di kompleks tersebut. Di depan pagar pasar terdapat tulisan besar ”Pasar Wage Tutup”. Jepara sendiri, memiliki tiga pasar hewan. Satu di Keling dan satu lagi di Bangsri. Seluruhnya saat ini masih tutup.

Baca Juga :  Pelantikan Lima Pejabat Tinggi Pratama di Jepara masih Abu-Abu

Terpisah, Plt Kepala DKPP Jepara Ratib Zaeni mengaku, secara teknis kesehatan pihaknya belum merekomendasikan pembukaan pasar hewan. Sebab, tren penyebaran PMK di Bumi Kartini terus mengalami kenaikan. Jumlah ternak yang terdeteksi sekitar 1.017 ekor. Yang dipotong paksa sekitar 23 ekor. Persebaran PMK di Jepara hampir merata di seluruh kecamatan. ”Secara teknis kesehatan begitu. Tapi teknis pembukaan pasar, bukan ranah kami,” ungkap Ratib kemarin.

Meski begitu, ia tetap mengupayakan agar penyebaran PMK di Jepara tak semakin meluas. Salah satunya dengan vaksinasi. Belum lama ini, Jepara mendapatkan alokasi vaksin untuk ternak 3.000 vaksin. Per botol cukup untuk menyuntik 100 hewan ternak.

Ratib menambahkan, target harian vaksinasi di Jepara per hari rata-rata 200 ekor ternak. Sasarannya, sapi dan kerbau yang sehat. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pasar hewan di Kabupaten Jepara telah tutup sejak Kamis (2/6) lalu. Berbarengan dengan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) teridentifikasi ada di Kota Ukir. Masa penutupannya saat itu selama tiga pekan. Mestinya hingga Kamis (23/6). Namun, karena penyebaran PMK kian meluas, penutupan pasar tersebut berlanjut.

Rencananya penutupan pasar tersebut, dilanjutkan hingga besok (30/6). ”Pembukaan kembali menunggu rekomendasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara Eriza Rudi Yulianto melalui Kabid Pengelolaan Pasar dan PKL Himawan.

Salah satu pasar hewan yang masih ditutup itu, Pasar Hewan Wage Mayong. Kemarin, kondisinya sepi. Tak ada lalu lalang pedagang maupun pembeli beraktivitas di kompleks tersebut. Di depan pagar pasar terdapat tulisan besar ”Pasar Wage Tutup”. Jepara sendiri, memiliki tiga pasar hewan. Satu di Keling dan satu lagi di Bangsri. Seluruhnya saat ini masih tutup.

Baca Juga :  Setelah Kosong Delapan Bulan, Kepala Desa Kaliaman Akhirnya Terisi

Terpisah, Plt Kepala DKPP Jepara Ratib Zaeni mengaku, secara teknis kesehatan pihaknya belum merekomendasikan pembukaan pasar hewan. Sebab, tren penyebaran PMK di Bumi Kartini terus mengalami kenaikan. Jumlah ternak yang terdeteksi sekitar 1.017 ekor. Yang dipotong paksa sekitar 23 ekor. Persebaran PMK di Jepara hampir merata di seluruh kecamatan. ”Secara teknis kesehatan begitu. Tapi teknis pembukaan pasar, bukan ranah kami,” ungkap Ratib kemarin.

Meski begitu, ia tetap mengupayakan agar penyebaran PMK di Jepara tak semakin meluas. Salah satunya dengan vaksinasi. Belum lama ini, Jepara mendapatkan alokasi vaksin untuk ternak 3.000 vaksin. Per botol cukup untuk menyuntik 100 hewan ternak.

Ratib menambahkan, target harian vaksinasi di Jepara per hari rata-rata 200 ekor ternak. Sasarannya, sapi dan kerbau yang sehat. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/