alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Puluhan Proyek Pengembangan Investasi Diusulkan ke Pemkab Jepara

JEPARA – Ada sekitar 40 proyek pengembangan investasi yang diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Proyek pengembangan itu, terdiri dari beragam jenis investasi. Setelah disaring nantinya akan diajukan untuk mendapat investasi. Bentuknya beragam, ada agrowisata, kuliner, dan lainnya.

Masing-masing minimal memiliki investasi senilai Rp 15 miliar. Jumlah proyek ini, masih akan bertambah lagi.

Adi Sasongko, sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara menjelaskan, usulan investasi yang dibuka terdiri dari sektor energi terbarukan, industri pengolahan, infrastruktur, industri kreatif, dan pertanian atau perikanan.


Khasanaturiodhiyah, analis kebijakan ahli madya Bidang Promosi Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah menjelaskan, banyak investor tertarik karena masyarakat Jepara ramah. Selain itu, ia menilai investasi di Kota Ukir cukup baik. Salah satunya investasi alas kaki yang sudah menyerap sekitar 30 ribu pekerja.

Hery Yulianto, kepala DPMPTSP Jepara menambahkan, kebanyakan investasi justru datang bukan dari pemerintah. ”Di luar negeri itu, banyaknya mau datang karena getok tular,” katanya.

Baca Juga :  Dishub Jepara Sebar LPJU Baru di 14 Titik, di Mana Saja Lokasinya?

Ia menceritakan awal investasi masuk di Jepara. Mulai dari PT SAMI dari Jepang yang mendapat informasi dari Semarang. Lalu, menyusul investor dari Tiongkok yang juga mau datang. Lalu disusul PT HWI (Korea). ”Mereka yang datang mau berinvestasi karena mendapat kabar dari investor sebelumnya,” ujarnya.

Ahmad Solihin, lurah Panggang, Jepara, mempertanyakan terkait proses investasi ini. Sebab, pihaknya ingin juga mengusulkan proyek investasi di desanya. ”Kami ingin mengusulkan batik dan kuliner. Ada juga nanti mungkin one stop shopping,” katanya.

Menanggapi usulan tersebut, Hery Yulianto, DPMPTSP Jepara menyambut positif. Sembari rancangan diusulkan, ia berpesan untuk tetap mengembangkan lokasi tersebut. Juga memikirkan hal tersebut sampai detailnya. ”Termasuk untuk lahan parkir dan penataan tempat,” katanya.

Ia menambahkan, usulan ini terbuka kepada siapa saja. Juga dari warga bila memiliki proyek yang potensial atau prospek. ”April nanti akan diseleksi lagi ke tiga besar,” imbuhnya. (nib/lin)

JEPARA – Ada sekitar 40 proyek pengembangan investasi yang diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Proyek pengembangan itu, terdiri dari beragam jenis investasi. Setelah disaring nantinya akan diajukan untuk mendapat investasi. Bentuknya beragam, ada agrowisata, kuliner, dan lainnya.

Masing-masing minimal memiliki investasi senilai Rp 15 miliar. Jumlah proyek ini, masih akan bertambah lagi.

Adi Sasongko, sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara menjelaskan, usulan investasi yang dibuka terdiri dari sektor energi terbarukan, industri pengolahan, infrastruktur, industri kreatif, dan pertanian atau perikanan.

Khasanaturiodhiyah, analis kebijakan ahli madya Bidang Promosi Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah menjelaskan, banyak investor tertarik karena masyarakat Jepara ramah. Selain itu, ia menilai investasi di Kota Ukir cukup baik. Salah satunya investasi alas kaki yang sudah menyerap sekitar 30 ribu pekerja.

Hery Yulianto, kepala DPMPTSP Jepara menambahkan, kebanyakan investasi justru datang bukan dari pemerintah. ”Di luar negeri itu, banyaknya mau datang karena getok tular,” katanya.

Baca Juga :  Dishub Jepara Sebar LPJU Baru di 14 Titik, di Mana Saja Lokasinya?

Ia menceritakan awal investasi masuk di Jepara. Mulai dari PT SAMI dari Jepang yang mendapat informasi dari Semarang. Lalu, menyusul investor dari Tiongkok yang juga mau datang. Lalu disusul PT HWI (Korea). ”Mereka yang datang mau berinvestasi karena mendapat kabar dari investor sebelumnya,” ujarnya.

Ahmad Solihin, lurah Panggang, Jepara, mempertanyakan terkait proses investasi ini. Sebab, pihaknya ingin juga mengusulkan proyek investasi di desanya. ”Kami ingin mengusulkan batik dan kuliner. Ada juga nanti mungkin one stop shopping,” katanya.

Menanggapi usulan tersebut, Hery Yulianto, DPMPTSP Jepara menyambut positif. Sembari rancangan diusulkan, ia berpesan untuk tetap mengembangkan lokasi tersebut. Juga memikirkan hal tersebut sampai detailnya. ”Termasuk untuk lahan parkir dan penataan tempat,” katanya.

Ia menambahkan, usulan ini terbuka kepada siapa saja. Juga dari warga bila memiliki proyek yang potensial atau prospek. ”April nanti akan diseleksi lagi ke tiga besar,” imbuhnya. (nib/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/